_______________
Typo tandai
.
.
Supernatural ~ Ariana Grande
.
.
Happy Reading
____________________
.
.
"Dan keputusan kamu meninggalkan keluarga demi suami mu?" Zara menghela napas di hadapan Kakak nya, mereka berbincang setelah cukup lama terpisah. Banyak konflik yang mendasari jarak antara Kakak adik ini.
"Itu kalimat yang terlalu kejam, kan?" Zara bertanya, ia menatap Sheerin yang menggelengkan kepalanya seolah pertanyaan Zara salah.
"Bukannya kenyataannya seperti itu?" Balas Sheerin.
"I don't think so, "
"Aku pikir kakak tahu apa yang pernah Papa lakukan sebelumnya. " Sheerin menghela napas, lalu menunduk ia sempat mendengar pembicaraan ayah nya, itu buruk.
"Ya, itu hal yang buruk. " Balas Sheerin lirih tak se-tegas sebelumnya.
"Jadi aku harus apa?" Zara bertanya, tetapi sang kakak hanya tertunduk tanpa suara seperti sebelumnya. Sheerin kehilangan kata, ia terdiam menunduk di hadapan Zara seperti kehilangan keberanian nya.
Sementara tatapan Zara tertuju pada Sheerin yang terdiam tertunduk di hadapannya.
"I'm sorry, harusnya aku mengerti. " Jawab Sheerin, ia menghela napas panjang. "Aku nggak pernah berpikir kalau seburuk ini, ini bukan salah pernikahan kamu. "
Zara terdiam menatap Sheerin, sementara angin lembut menerpa wajahnya membuat rambutnya beterbangan. Sebuah Kafetaria di tengah kota menjadi latar pertemuan mereka, berbincang lebih serius daripada saat mereka masih berada di kediaman yang sama.
"Yang Papa lakukan itu buruk, aku tahu. " Zara mengalihkan pandangannya ke arah lain, mendengar setiap ucapan Sheerin.
"I can't do anything. " Sheerin menghela napas panjang, seperti sebuah kesalahan menghantam dada nya. Sheerin menghela napas panjang tapi tak ada respon dari Zara.
"Kakak tetap anak emas Papa, anak yang selalu patuh dan tidak membantah, itu salah satu hal yang belum tentu aku bisa. " Ucap Zara, Sheerin menatap sang adik, ia menggeleng dan tertunduk lagi.
Tawa ironi terdengar di telinga Zara. "Itu lebih buruk dari yang kamu pikirkan. "
"Aku mendapatkan gelar ku, itu bagus meskipun bukan itu yang aku mau. "
"Dan bersama bahkan harus menikah dengan orang yang sampai sekarang belum aku cintai. " Sheerin tertawa ironi atas dirinya sendiri, mungkin terlalu jauh ia tersesat dalam ambisi Orangtua nya. Sheerin pikir selalu baik, tapi ada saatnya semua itu menghancurkan hatinya.
"Aku menyesal pernah ejek kamu karena memilih orang yang seperti nya tidak tepat . " Sheerin tertawa menyedihkan atas dirinya sendiri, ia merasa penuh atas pikiran-pikiran yang berada di luar kendali nya.
"Dan ternyata kamu punya pilihan yang tepat. " Sheerin menatap Zara yang kehilangan kata-kata untuk mengomentari kehidupan Sheerin.
"Keputusan yang nggak bisa aku pilih. "
Zara menggeleng pelan. "It's not as simple as you think."
Mereka berbincang cukup lama, tapi Zara hanya tak pernah menyampaikan bagaimana kondisinya. Zara pikir itu tak penting selagi ia bisa mengatasinya sendiri.
___________________________
"Dua jam di luar rumah, ada urusan apa?" Zara melihat tiap sudut ruangan ketika pintu terbuka, ya mungkin sekitar dua jam ia meninggalkan rumah dan tentu saja pria ini menyambut Zara.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Favorite Chef
Roman d'amourRe-Write [Adult - Be wise!!] Orang gila mana yang memiliki kehidupan terjamin dalam keluarganya malah memilih melarikan diri dengan seorang pria yang tak setara dengan nya. Hanya seorang Chef di keluarga nya. Tapi siapa sangka, pria itu menyimpan...
