____________
Typo tandai
.
.
Playlist:K. ~ Cigarettes After S*x
.
.
Happy Reading
_________________
.
.
Sebuah ciuman yang manis dan intens, Zara memejamkan matanya saat ciuman yang intens itu membuatnya lebih tenang dari yang mereka jalani hari ini. Salah satu tangan Cedrik berada di rahang Zara mengusap dengan lembut ketika ciuman itu terjadi.
Ibu jari Cedrik berada di belakang telinga Zara, mata nya yang hanya tertuju pada Zara, saat itu tertuju pada sebuah ukiran tinta kecil di sana.
Berbentuk toque blanche atau topi putih yang biasa di pakai oleh seseorang yang bekerja di bagian dapur, lebih tepatnya seorang Koki. Tato itu kecil dengan huruf 'C.' di bawah ukiran toque blanche.
Kulit di sekitar nya masih memerah pertanda bahwa Zara baru mendapatkan tato itu, tanpa membicarakannya dengan Cedrik.
Cedrik menghentikan ciumannya dengan Zara, ia menyelipkan rambut Zara ke belakang telinga untuk melihat tato itu lebih jelas lagi.
"Tato?" Zara mengarahkan netra nya menatap Cedrik, beberapa hari lalu ia membuat tato itu tanpa persetujuan suaminya. Itu hal yang harusnya tak ia lakukan, membuat sebuah gambar pada kulit bersih nya. Tapi Zara percaya jika itu hanya sebuah gambar kecil, ia pikir Cedrik tak akan menyadarinya sampai malam ini.
"Sejak kapan? Kamu tidak pernah bicara soal itu?" Zara menyentuh di bagian tato itu, masih terasa sedikit perih dari sebelumnya.
"Kamu marah?" Zara bertanya dengan tatapan masih tertuju pada Cedrik, sementara Cedrik mengalihkan tatapannya sejenak ke seisi kamar mereka yang gelap, hanya cahaya dari luar yang menyinari mereka.
"Tentu, jika itu menyakiti mu. "
"Kamu tidak perlu melakukan hal itu, sebuah tato, "
"Itu hanya menyakiti mu. " Zara terlihat tetap tenang, itulah alasannya tak membicarakan apa yang ia lakukan tanpa bicara terlebih dahulu pada Cedrik. Pria itu membatasinya, meski membatasi dalam sesuatu yang benar.
"Tapi itu nama kamu, " Zara menjawab. "Dan awal aku tahu siapa kamu, sampai aku tahu tentang kamu yang sebenarnya. "
"But that doesn't matter, aku masih anggap kamu sama seperti awal semua nya. " Zara bicara dengan lirih, dia lebih intens akhir-akhir ini, ia tak melakukan sebuah hal gila, hanya sesuatu yang menurutnya mengabdikan sesuatu yang tak ingin ia hilangkan.
"Itu menyakiti mu. " Ujar Cedrik dengan kalimat yang sama, seperti sebuah pertanda tentang akhir yang tak menyenangkan, tapi tak ada di antara mereka yang mengingkan hal seperti itu. Sesuatu yang indah, harus berakhir indah bukan?.
Cedrik beranjak dari tempat tidur mereka. "Aku akan mengambil kompres. " Zara menatapnya, ia mengangguk membiarkan suami nya menjauh dari kamar mereka.
Zara masih di tempatnya, ia menatap pantulan dirinya di cermin, bra hitam nya masih terpasang meski ciuman tadi cukup membakar gairah mereka sampai pada saat Cedrik mengetahui tato yang Zara dapatnya.
Mata Zara tertuju pada dress nya dan kemeja yang sebelumnya Cedrik gunakan, kini semua itu berserakan di lantai. Zara menuruni ranjang nya, memunguti pakaian mereka.
"Dia masih hidup ternyata"
"Dia cuma koma setelah kecelakaan itu. "
"Mereka ternyata masih punya anak laki-laki. "
KAMU SEDANG MEMBACA
My Favorite Chef
RomanceRe-Write [Adult - Be wise!!] Orang gila mana yang memiliki kehidupan terjamin dalam keluarganya malah memilih melarikan diri dengan seorang pria yang tak setara dengan nya. Hanya seorang Chef di keluarga nya. Tapi siapa sangka, pria itu menyimpan...
