27.02.00 a.m

5.4K 144 19
                                        

___________

Typo tandai
.
.

The Hills~The Weeknd

Mature!!

________________

Hubungan yang menggairahkan ini, sayang sekali jika harus berakhir. Bahkan ciuman ini masih seperti saat ciuman pertama mereka. Zara memejamkan matanya, guyuran air hujan di waktu dini hari dan ciuman yang Cedrik berikan di bibirnya.

Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, tapi dua manusia itu berada di balkon kamar mereka, saling memiliki satu sama lain. Hujan membasahi tubuh hangat mereka, ciuman itu terasa lebih panas daripada kulit mereka yang sedang di basahi oleh hujan.

Kilatan cahaya petir seperti memotret dua anak manusia yang sedang membiarkan cinta mereka terus menyala dengan cara yang tak terbatas. Jari jemari Cedrik menyisiri rambut Zara yang basah, wanita ini terasa hangat bahkan di suhu yang dingin.

Netra Cedrik tertuju pada wanita di hadapannya, mulut nya sedikit terbuka mengatur napas setelah ciuman panas yang mereka salurkan, setidaknya Zara mendapatkan apa yang ia mau. Menjalin hubungan tanpa cinta sudah cukup baginya selama beberapa tahun, ia sudah mendapatkan Cedrik pria yang ia inginkan sejak awal perjumpaan mereka.

Apapun jalannya mereka tempuh untuk sesuatu yang mereka cintai, kenapa tidak?. Alangkah baiknya melewati jalan yang menyakitkan daripada hidup dengan orang yang tidak mereka cintai.

"Ma Belle. " Zara meletakkan kedua tangannya di punggung Cedrik ketika pria itu menciumi leher Zara, meninggalkan bekas kemerahan di sana, aroma manis dari tubuh Zara ia hirup untuk terus mengingat jika wanita ini adalah miliknya .

Zara memejamkan matanya, kepalanya terasa berat menerima semua ini.

"Do you feel that?" Bisikan suara Cedrik yang terdengar lebih intens dari sebelumnya, Zara merasakan tangan kekar pria itu menjelajahi perutnya, lalu semakin turun ke bawah.

"Everytime we do this" Wajah Zara yang basah dengan air hujan mendongak ke atas saat ia merasakan dua jemari Cedrik berada di dalam miliknya lagi.

"Aahh" Mata Zara terpejam, mulutnya sedikit terbuka membiarkan air hujan membasahi bibirnya yang sedikit berdarah.

Cedrik menyeringai samar dalam kemenangan, merasakan tubuh Zara melengkung karena sentuhannya. "Seems like someone's enjoying themselves." Godanya pelan, jari-jarinya bergerak berirama di dalam diri Zara.

"You're so wet, " Bisik Cedrik, sial, pria ini sedang membuat Zara menggila karena sentuhan nya, ciuman dalam itu Zara terima lagi, ia membalas ciuman itu dengan semua sensasi yang rasakan.

Jemari Zara mencengkram kulit di punggung Cedrik, mungkin itu akan menyakitinya, tapi Cedrik jauh lebih menyiksa Zara dengan sentuhan yang ia berikan.

"Aahh" Zara mengerang pelan setelah mencapai titik kepuasannya, bersamaan dengan Cedrik yang melepaskan ciumannya, ia tersenyum melihat reaksi cepat Zara.

Cedrik melepaskan jemarinya, mendekatkan ke bibirnya dan mencicipinya, senyuman kembali terlihat di bibir Cedrik. "Lebih manis daripada karamel. " Ucapnya sebelum membopong tubuh Zara.

Sudah tiga puluh menit mereka di tempat ini dengan pakaian apa adanya yang tentu saja sudah basah, Zara menyandarkan wajahnya di pundak Cedrik, merasakan hangatnya pelukan dari tubuh pria yang memang seharusnya bersamanya.

My Favorite Chef Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang