_________________
Typo tandai
.
.
Playlist: Penjaga Hati ~ Nadhif Basalama
(Sekarat nih lagu😩☹️)
.
.
Happy Reading
_______________________
.
.
"Aku tidak ingin berdebat, " Lelaki itu mendongak, ia duduk di kursi yang ada di depan ruangan salah satu orang berharga di hidupnya sedang menjalani perawatan. Kondisi yang membaik membuatnya sesering mungkin berkunjung kemari.
Ia tak sendiri, lawan bicaranya adalah seorang wanita yang berdiri menatapnya dengan perasaan tak karuan, kecewa, marah atau ia harus menangis di sini sekarang juga.
"Aku tidak bisa. " Lanjutnya. "Berkali-kali aku mengatakannya, bukan?"
"Jadi pahamilah. " Wanita itu terdiam di tempatnya, napasnya mulai berat sebelum tanpa sadar setetes air membasahi sudut matanya.
"Kita punya banyak mimpi bukan?" Wanita itu membalas, lalu pria yang ia ajak bicara menatapnya seperti berpikir sejenak.
"Iya, tapi itu mungkin terjadi beberapa tahun lalu. "
Wanita itu tertawa ironi, matanya memerah kemungkinan sedang menahan agar tidak menangis.
"Ini jauh dari rencana kita, sama sekali aku tidak pernah sekalipun berharap wanita itu datang ke hidup mu!. "
"Dia anak dari orang yang hampir membunuh Ibu mu!!"
"Dia tetap istri ku. " Sahut pria itu.
Emily menghela napas jengah, harus bagaimana lagi ia bicara agar pria di hadapannya ini mau mendengarkan nya. Semua yang pria ini jalani, menikah dengan anak dari orang yang hampir menghabisi nyawa Orangtua nya, itu hal yang tak pernah Emily pikirkan apalagi Cedrik enggan meninggalkan pernikahan dengan Zara.
"Ya, sampai keluarga mu sendiri yang akan mengusir wanita itu dari hidup mu. "
Cedrik berdiri dari duduknya, ia menghadap Emily.
"Pergilah, ini di Rumah Sakit. "
"Jangah membuat kegaduhan di sini." Ucapnya tegas, tangan Cedrik mengisyaratkan agar Emily segera pergi. Lagipula hanya kegaduhan yang Emily timbulkan di sini, membahas sesuatu yang harusnya tidak di bahas.
Sebelum Emily pergi, sepertinya ada wanita lain yang lebih dulu pergi meninggalkan obrolan antara Cedrik dan wanita dari masa lalunya itu.
_________________________
Ombak menyapu pasir mengenai dan membasahi kaki Zara, ia membiarkan kejadian itu terjadi. Hembusan angin lembut menerpa kulitnya. Di tempat ini Zara menemukan ketenangan, suara ombak yang membentuk irama tersendiri di telinganya.
Zara menatap ke depan, ia pernah di tengah pantai ini, meski ketakutan tapi ada Cedrik bersamanya pada saat itu. Mungkin Zara telah melewati masa menakutkan itu dan pria itu.
Ah! Pria yang melakukan apa saja untuk Zara, bahkan berada di sisi Zara untuk melawan ketakutan Zara.
Tapi, apakah pernah seseorang merasa tidak pantas untuk orang yang mencintai mereka?.
"..." Hembusan napas berat terhembus oleh Zara, ia tak ingin kehilangan saat-saat ini, saat ketika ia melihat Cedrik dan mungkin saat Zara meletakkan perasaan itu pada orang yang tak seharusnya.
Dan semua itu membawa Zara sampai di titik ini, obsesi ingin memiliki seutuhnya, enggan kehilangan sampai di sadarkan oleh sisi gelap Orangtua nya.
"Ingin ke sana lagi?" Zara terdiam sejenak dengan suara tak asing itu, suara yang selalu lembut padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Favorite Chef
RomanceRe-Write [Adult - Be wise!!] Orang gila mana yang memiliki kehidupan terjamin dalam keluarganya malah memilih melarikan diri dengan seorang pria yang tak setara dengan nya. Hanya seorang Chef di keluarga nya. Tapi siapa sangka, pria itu menyimpan...
