29.Sorry

3.3K 136 4
                                        

____________

Typo tandai
.
.
Happy Reading

______________________
.
.

"Dan wanita yang merupakan anak dari pelaku yang membuat Ibu suami mu berbaring koma. "

Senyuman terukir di bibir wanita yang berdiri di hadapan Zara. Nampak sekali wanita itu bisa melihat raut Zara yang berusaha tenang di saat Emily mengucapkan sesuatu yang tak ingin Zara dengar.

"Sayang sekali, perempuan yang seolah mencintai suami nya justru anak dari orang yang hampir membunuh Orangtua suami nya. "

Tatapan Zara lurus ke depan menatap Emily, tenang, ia berusaha untuk tenang mendengar berbagai kata yang diungkapkan oleh wanita yang pernah menjalin hubungan cukup lama dengan suaminya.

"Aku tidak yakin jika suami anda benar-benar mencintai anda, dia datang ke rumah keluarga anda hanya untuk memanfaatkan situasi. "

"Mempermainkan keluarga anda terutama, " Emily menatap Zara, ia tersenyum penuh kemenangan melihat wanita di hadapannya ini. Seandainya wanita di hadapannya ini tak ada, Emily pasti bisa bersama dengan pria yang ia cintai.

"Terutama anda. "

"Wanita yang menghancurkan hubungan kami--"

Plakk

Emily memegang pipinya yang terasa panas dan perih ketika Zara menampar nya dengan sengaja. Zara yang kehilangan kata-kata dan Emily yang tetap tersenyum merekah penuh kemenangan dengan pemandangan di hadapannya.

"Kenapa? Apa anda tidak terima dengan yang sebenarnya terjadi?" Emily tertawa menertawakan wanita di hadapannya, begitu jelas kehancuran wanita ini, bukankah ini imbang dengan cara Zara merebut pria nya.

Emily memegang pundak Zara yang membuatnya mendapat tatapan tak suka dari Zara, ia suka melihat wanita ini tak bisa bicara di hadapan Emily setelah mendengar apa yang Emily katakan.

"Aku jamin setelah ini dia akan meninggalkan anda, setelah tujuannya tercapai. " Emily menatap Zara dengan tatapan serius, dia bahkan lebih tenang dari Zara yang tak tahu harus mengucapkan kalimat apa.

"Kembalilah ke Orangtua anda dan lihat keadaan mereka, terutama Ayah anda. " Emily tersenyum miring sebelum ia memutar tubuhnya untuk beranjak pergi.

Tubuh Zara membeku ketika wanita bernama Emily itu pergi. Ia tak bisa berpikir jernih, ia mengingat setiap perkataan Emily padanya. Jadi apa yang ia pikirkan akhir-akhir ini benar, yang ia dengar dari pembicaraan Orangtua nya.

Jadi selama ini ia dipermainkan bahkan pernikahan yang sedang ia jalani saat ini, hanya karena seorang anak yang ingin membalas kejahatan Ayah Zara pada Orangtua nya.

"Zara, " Cedrik menyentuh pundak Zara, ia menarik pundak Zara agar menatapnya, dari kejauhan Cedrik sempat melihat Zara yang terdiam di tempat ini tanpa tahu siapa orang yang sebelumnya Zara temui.

"Ada apa? Kenapa kamu masih di sini?" Tatapan kekhawatiran itu Cedrik tujukan pada Zara, jemarinya mengusap pipi Zara yang terasa dingin sebelum Zara jatuh  pingsan  sebelum menjawab pertanyaan Cedrik.

"Zara, " Cedrik segera membopong tubuh Zara menuju Instalasi Gawan Darurat, wajahnya nampak khawatir, datang jantungnya berdetak lebih kencang melihat Zara yang tiba-tiba jatuh pingsan. Wanita ini biasanya kuat bahkan menahan beberapa sakit.

_____________________


Jari- jemari wanita itu mulai sedikit demi sedikit bergerak, pergerakan itu mulai ada setelah kondisi yang agak parah yang membuatnya berbulan-bulan berbaring dengan banyak alat di tubuhnya.

My Favorite Chef Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang