22. I See Her

4.6K 148 4
                                        

_____________
Typo tandai
.
.

Playlist:Better~ZAYN

Happy Reading

___________________
.
.
.

Bisa di bilang jika ini tentang cinta, mungkin. Sebuah hidup yang jauh dari yang ia duga, Zara tak pernah mengira ia berada di sini, dalam dekapan hangat Cedrik, pria yang memang sejak awal ia cintai.

Tapi, semua tak semudah itu, Zara selalu melihat bayangan orang lain dalam hubungan ini, Zara terus ketakutan tentang apa yang terjadi di depan sana.

Zara melihat bayangan wanita dari masa lalu suami nya, itu buruk. Bahkan sampai sekarang ia harus meyakinkan diri bahwa dia adalah satu-satunya, hidup Zara sebelumnya terlihat baik-baik saja, tapi begitu banyak hal yang membuatnya benar-benar ketakutan kehilangan sesuatu yang sudah ia miliki.

Di hidupnya yang hampa, dikhianati mantan kekasihnya.

Itu buruk, Zara tak mau hal itu terjadi lagi, meski terkadang ia bertanya-tanya tentang apa alasan Cedrik bisa bersamanya, darimana pria itu merasakan getarannya, terlalu cepat.

Zara takut, ia bergelut dengan pikirannya sendiri. Dia diam, tapi terdapat banyak perdebatan di dalam pikirannya.

"Aku pikir kamu masih tidur." Zara tersenyum tipis mendengar suara dari pria yang masih memeluknya dalam posisi mereka, mereka tentu masih di atas ranjang. Sementara tangan Cedrik masih melingkar di pinggang Zara yang membelakanginya.

"Aku baru bangun, tiga puluh menit lalu. " Balas Zara, selama tiga puluh menit ia berada di posisi ini seraya membiarkan pertanyaan-pertanyaan tak masuk akal melintas dalam pikirannya.

"I know. " Jawab Cedrik.

"Seperti banyak hal yang kamu pikirkan, coba ceritakan. " Zara merasakan pelukan itu makin erat, ia akan menyukai perlakukan ini.

"Kamu mau berkunjung ke rumah keluarga?" Zara berubah posisi menjadi berhadapan langsung dengan Cedrik, sekarang posisi mereka terasa semakin dekat.

"Mungkin besok atau nanti siang, aku bisa pergi sendiri. " Jawab Zara sesuai dengan apa yang ia inginkan.

"Kita bisa pergi bersama sore ini. " Itu rencana yang bagus, mereka bisa pergi bersama dan Zara tak perlu merasa panik karena pergi tanpa kehadiran sang suami.

"Ide bagus. " Zara tersenyum dengan mata yang tertuju pada Cedrik, senyuman yang nampak tulus.

"Tapi, sepertinya masih ada yang mengganggu pikiran mu?" Zara menatap Cedrik ketika jemari pria itu mengusap bibir nya sembari bertanya, mungkin cukup lama Zara menatap Cedrik.

Di kehidupannya ini, Zara benar-benar merasa ketakutan akan kehilangan apa yang ia cintai dan miliki, ia tahu semua ini bukan sepenuhnya miliknya, tapi bayang-bayang itu bahkan hadir dalam mimpinya.

"Aku lihat dia. " Cedrik menarik satu alisnya dengan jawaban dari Zara. Dia?. Dia siapa yang Zara maksud?.

"Dia siapa?" Cedrik menatap Zara, tangannya mengusap pucuk rambut Zara. Ah! Mungkin ada orang yang menganggu pikiran Zara, terlebih mereka jarang mengkomunikasikan apa yang terjadi pada hari-hari mereka. Semua kesalahan kecil yang dapat diperbaiki.

"Perempuan yang datang kesini, "

"Mantan kamu. " Cedrik berhenti dari aktivitas nya, ia menatap Zara yang juga menatapnya. Apa Zara harus membahas hal tak penting ini, bahkan di pagi hari?.

"Ada apa lagi?" Cedrik melepaskan pelukan di pinggang Zara, ia mengubah posisi nya menjadi duduk sementara Zara masih di posisinya.

"Kita sudah membicarakan ini, kalau kamu terus membicarakan nya, ini terasa tidak berguna. " Cedrik menghembuskan napas pelan, ia menatap Zara yang tetap menatap nya dengan tatapan sendu.

My Favorite Chef Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang