_______________
Update!
.
Typo tandai
.
Cinnamon Girl~Lana Del Rey
____________________
.
.
Entah sudah menit ke berapa mereka di posisi yang sama, Zara merasakan tangan Cedrik melingkar di perutnya, usapan kecil itu ia rasakan. Pria ini selalu perlahan dalam hal apapun tentang Zara, tapi rasa sakit ketika mengingat hubungan mereka terasa di hati Zara.
Tak tahu bagaimana bisa mereka sampai pada titik ini, Zara tak pernah berpikir jika yang membuat mereka sampai di titik ini adalah kesalahan Orang tua nya.
"I'm sorry, "
Zara menghela napas lembut. "Itu bukan salah kamu, mungkin itu salah ku dan salah keluarga ku. "
"Kamu nggak perlu menyalahkan diri kamu. " Zara bicara pelan, tak ada pemaksaan atau kemarahan yang terdengar. Entah masih di fase terkejut atau kecewa, Zara bahkan tak mengerti dengan perasaannya sendiri. Ia masih butuh waktu untuk menerima yang terjadi.
"Itu tetap salah ku. "
"Harusnya aku tidak memanfaatkan kamu waktu itu, "
"It's not your fault. " Sahut Zara, ia melepaskan tangan Cedrik dengan pelan. Zara memberi jeda sejenak, sebelum mengubah posisinya yang semula terbaring, kini duduk di sisi ranjang.
"Meskipun bukan karena alasan balas dendam, aku pikir akan sama. " Ucap Zara lirih dengan tatapan lurus ke depan.
Cedrik meletakkan tangannya di bahu Zara, sebuah usapan kecil yang terasa seperti sebuah penenang kecil.
"Kita akan menikah meski bukan dengan alasan itu, " Zara menjeda kalimatnya. Semakin ia berbicara, sebuah rasa sakit seolah bersarang di dada nya. "Mungkin karena takdir. "
Cedrik menarik tubuh Zara ke dalam dekapannya, lagi.
"Dan aku sangat mensyukuri takdir itu. "
"I won't leave you. "
"Tapi, sama sekali aku nggak tahu isi hati kamu. " Ucap Zara dengan suara pelan, ia tak bergerak dalam pelukan Cedrik, hanya saja ia tetap berbicara tentang keraguan bahkan ketidak percayaan di hatinya.
"Aku tahu, itu selalu menjadi keraguan mu. " Balas Cedrik, ia mengusap punggung Zara dengan pelan, membiarkan Zara tetap berada di dalam dekapannya dengan keraguan yang selalu Zara rasakan.
"Maaf, seharusnya ini tidak terjadi lagi, setelah apa yang Mario lakukan sebelumnya. " Zara menghela napas lembut, ia mendongak menatap Cedrik.
"Ini akan lebih buruk dari yang Mario lakukan, aku pikir begitu. " Cedrik menatap wajah Zara yang mendongak menatapnya, tak ada perkataan yang Zara ucapkan, ia hanya diam mengamati kalimat yang akan Cedrik ucapkan padanya.
"Aku akan lebih buruk dari Mario. "
"I, I don't think so. " Jawab Zara pelan, ia menatap netra Cedrik untuk beberapa detik, keinginan di hatinya untuk memiliki pria yang juga menatapnya ini seolah menguasai Zara, ia tak bisa pergi begitu saja bahkan setelah apa yang ia ketahui.
Zara bahkan menyalahkan dirinya atas yang terjadi, tapi ia terlalu naif untuk tak memilih pergi.
"Selagi aku mencintaimu, aku pikir kamu tidak seburuk itu. " Ucap Zara pelan, percayalah jika Zara benar-benar merasa bodoh setelah mengatakan hal demikian. Harusnya tidak, harusnya Zara mempertahankan ego nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Favorite Chef
RomanceRe-Write [Adult - Be wise!!] Orang gila mana yang memiliki kehidupan terjamin dalam keluarganya malah memilih melarikan diri dengan seorang pria yang tak setara dengan nya. Hanya seorang Chef di keluarga nya. Tapi siapa sangka, pria itu menyimpan...
