________________
Typo tandai
.
.
Happy Reading, Terima kasih💗
______________________
.
.
Senyuman terukir di bibir wanita yang berdiri di balkon melihat hamparan Laut yang tak jauh dari kediamannya, ia tersenyum melihat pemandangan dua laki-laki di sana, mereka berenang di pinggiran Pantai yang tenang di musim panas ini.
Dua laki-laki di sana terlihat tertawa bersama. Mereka Ayah dan anak. Sang Ayah nampak membiarkan putra lima tahun nya berenang dengan pengawasan nya tentu saja. Ah! Putra mereka benar-benar tumbuh dengan baik dengan segala hal yang mereka berikan, begitu berbanding terbalik dengan keadaan nya saat baru dilahirkan.
Zara segera masuk kembali ke dalam untuk bisa segera menghampiri suami dan putra mereka.
"Tambah satu lagi, bukan masalah kan?" Zara terkekeh dengan ucapan Sheerin, wanita yang tengah hamil anak pertama nya setelah setahun menikah dengan pilihannya.
Wanita itu berada di sini bersama suami dan sang Ibu, mereka membantu Zara untuk mengemas beberapa barang penting yang akan ia bawa. Untuk beberapa bulan atau mungkin tahun Zara dengan suami serta putra mereka akan menetap di Sydney Australia. Semua itu untuk kepentingan bisnis sang suami serta untuk tumbuh kembang putra mereka.
"Ide bagus, " Zara tersenyum pada Sheerin. "Mungkin nanti setelah pulang dari Sydney." Zara tertawa lirih pada Sheerin.
"Huh, terlalu lama. " celetuknya yang membuat Zara terkekeh. Ya, ia juga ingin memiliki satu atau mungkin dua lagi seorang anak, tapi sayang nya keadaan Zara ketika mengandung sampai melahirkan Fredrik membuat Cedrik melarang Zara.
Ia hanya pria yang tak ingin terjadi hal buruk pada istri nya.
__________________________
"Jadi kapan aku boleh bertemu dengan Kakek?" Zara tersenyum melihat anak laki-laki yang berdiri di hadapannya sambil menatapnya.
"Setelah kita pulang dari Sydney, kita bertemu Kakek. " jawab Zara seraya menangkup salah satu pipi Fredrik yang sedikit kemerahan itu.
"Sudah mengunjungi Ayah mu?" Zara beralih menatap Cedrik, lalu mengangguk kecil.
"He sends his apologies to you. " ucap Zara dengan tatapan yang tertuju pada Cedrik.
Cedrik menatap Zara sebelum menjawab yang Zara ucapkan pada nya.
"I forgive him and love his daughter. " Zara tersenyum dengan pipi memerah. Ia memalingkan wajahnya karena masih ada putra mereka di sini. Tetapi dengan cepat, Cedrik menutup mata sang putra dengan tangannya.
Sebuah ciuman singkat ia daratkan di bibir Zara. Semoga saja Fredrik tak melihat kejadian itu, begitu yang Zara harapkan.
"Fredrik melihat nya!" ujar Zara, ia menatap Cedrik dengan pipi nya yang masih memerah menahan senyuman.
"No, he's not. " balas Cedrik, melihat Zara yang menahan agar tak tersenyum membuatnya tersenyum puas.
"What's wrong, Dad?" Fredrik bertanya sementara mata nya di tutup oleh tangan sang Ayah.
"Nothing, son. " Cedrik menyingkirkan tangannya dari wajah sang putra. Tapi tepat saat itu, sebuah bola voli mendarat di dekat mereka.
Seorang gadis kecil yang berlari ke arah mereka, seperti nya bola itu milik gadis yang mungkin erusia sama dengan Fredrik.
"Dad, boleh aku memberikan bola ini ke anak itu?" Fredrik mendongak menatap sang Ayah.
"Ya, tanyakan pada gadis itu apa bola ini miliknya atau bukan. " Fredrik mengangguk, ia meraih bola itu, lalu berlari ke arah gadis yang mendekat ke arah nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Favorite Chef
RomanceRe-Write [Adult - Be wise!!] Orang gila mana yang memiliki kehidupan terjamin dalam keluarganya malah memilih melarikan diri dengan seorang pria yang tak setara dengan nya. Hanya seorang Chef di keluarga nya. Tapi siapa sangka, pria itu menyimpan...
