_____________
Typo tandai
.
.
Low life ~ Future ft The Weeknd
.
.
Happy Reading
______________________
.
.
"Baguslah kalau kamu sudah tahu. "
"Jadi sekarang, tinggalkan suami mu. "
Zara, wanita itu pada awalnya duduk di sofa kediaman keluarga nya, sesuai keinginannya ia datang kemari. Bahkan sang Ayah nampak tak terkejut dengan kehadiran Zara, terutama saat Zara bicara tentang latar belakang pria yang sekarang berstatus sebagai suami nya.
"Itu omongan nggak masuk akal yang nggak mau aku dengar. " Andrew menatap Zara atas jawaban itu, ia tahu putri bungsu nya ini cukup keras kepala daripada kakak perempuan nya, itulah yang membuat Andrew harus lebih keras pada putri bungsu nya ini yang sekalipun tak pernah mendengarnya.
"Tidak masuk akal bagaimana maksud mu?" Andrew memijit pelipisnya, ia lalu duduk di sofa yang menghadap ke arah Zara.
"Lagipula mana mau laki-laki itu menikah dengan anak dari orang yang hampir membunuh Orangtua nya?"
"Ya itu salah Papa, bukan salah ku. " Balas Zara. "Harusnya bukan aku yang menanggung semua kesalahan Papa--"
Brakk
"Sejak kapan kamu melawan seperti ini!!!"
Zara memejamkan matanya sejenak, ia tak terkejut dengan reakasi sang Ayah, hanya saja ia harus melewati situasi seperti ini lagi.
"Bukannya aku selalu bantah semua keinginan Papa?" Balas Zara, harusnya itu menjadi catatan untuk kedua Orangtuanya. Dari segi pendidikan, karier bahkan percintaan, Zara selalu membantah begitu berbeda dengan Kakak perempuan nya yang hidup teratur oleh kedua Orangtuanya.
"Ya, dan itu yang membuat kamu tumbuh kurang ajar seperti ini!!" Suara Andrew meninggi sehingga beberapa pekerja di kediamannya berhenti beraktivitas oleh suara perdebatan Ayah dan anak itu.
"Tapi aku nggak punya keinginan membunuh orang --"
"Jaga mulut kamu!!!!" Andrew beranjak dari tempat duduknya, ia memandangi Zara yang masih berada di tempat duduk nya.
"Tinggalkan laki-laki itu, bagaimanapun cara nya. "
"Jangan pernah kamu datang ke rumah ini sebelum pergi dari kehidupan laki-laki itu!!"
Zara beranjak dari duduknya, ia menatap Andrew yang masih di kuasi emosi, wajahnya memerah marah karena tekanan darah yang mengalir lebih cepat daripada normal nya.
"Zara, " Zara menatap sang Ibu yang berdiri di sudut ruangan. Zara langsung menuju ke tempat itu tanpa menatap Andrew.
"Jangan membicarakan hal ini dulu dengan Papa mu, emosi nya masih belum stabil. " Zara hanya mengangguk pelan, ia memeluk singkat sang Ibu, sebelum menuju pintu keluar. Mungkin cukup di sini pembicaraannya dengan Andrew.
Dan Zara mencoba tak terpancing emosi dari Ayah nya.
________________________
"Aku pikir ada benarnya apa yang Ayah kamu bilang. "
Langkah Zara terhenti ketika ia baru tiga langkah keluar dari kediamannya, ia melihat Mario, jadi pria itu berada di sini. Zara tertawa ironi, melihat kedekatan Mario dengan keluarganya. Bahkan setelah bukti menjijikan tentang Mario.
"Karena aku ikut kamu malam itu, bukan berarti kamu berhak atas kehidupan ku. " Perkataan Zara di balas dengan sebuah tawa sarkas dari Mario, bahkan bekas pukulan tangan Cedrik masih membekas di sudut bibir pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Favorite Chef
RomantizmRe-Write [Adult - Be wise!!] Orang gila mana yang memiliki kehidupan terjamin dalam keluarganya malah memilih melarikan diri dengan seorang pria yang tak setara dengan nya. Hanya seorang Chef di keluarga nya. Tapi siapa sangka, pria itu menyimpan...
