38. A woman

2.7K 113 15
                                        

____________________

Update
.
.
Typo tandai
.
.
Happy Reading

_______________________
.

.

"Jangan pergi kemanapun sebelum aku pulang."

"Meskipun ke Rumah Sakit, aku temani. "

"Aku bisa membayar Dokter pribadi untuk memastikan keadaan kamu, jadi jangan buru-buru ke Rumah Sakit. "

Wanita itu berjalan di lorong Rumah Sakit sambil tersenyum ketika memegangi ponsel yang terhubung ke suami nya. Sesekali ia mengusap perutnya yang sudah mulai memperlihatkan jika ada nyawa lain di dalam dirinya, memeriksa kondisinya dan calon anaknya harus sering Zara jalani mengingat tentang kondisi kesehatannya.

Zara bersyukur hari ini semua terlihat baik, senyuman itu terlihat jelas di wajahnya saat berjalan menuju pintu keluar.

Dengan ponsel yang terhubung dengan Cedrik, ya, Zara sengaja memang tak meminta Cedrik untuk menemaninya, Zara takut hasilnya buruk dan akan membuat beban pikiran untuk suami nya. Tetapi, kali ini keadaan Zara lebih terkendali daripada minggu awal kehamilannya.

 Tetapi, kali ini keadaan Zara lebih terkendali daripada minggu awal kehamilannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Zara harus melewati taman Rumah Sakit sebelum sampai di halaman Rumah Sakit. Lalu lalang orang keluar dan masuk di sini, mata Zara tertuju pada wanita yang duduk di kursi roda. Zara melihat ke arah nya, tak ada perawat yang di sekitar wanita itu.

Wanita itu berusaha memundurkan kursi roda nya ketika ada seekor hewan berbulu yang mendekat.

Zara mengamatinya sejenak. "Sayang, sebentar aku ada yang mau aku ambil. " Ucap Zara, sungguh Zara berbohong juga karena kebaikan bukan karena ia ingin menjadi istri durhaka.

"Baiklah, tapi hubungi aku lagi nanti."

"Iya, aku telepon kamu nanti. " Ujar Zara, ia menutup telepon, lalu berjalan cepat ke arah wanita itu, di Rumah Sakit yang menjadi tempat Ibu Mertua nya di rawat, ia berlalu lalang.

"Iya, tolong singkirkan hewan itu" Wanita itu bicara terdengar panik akan sesuatu di hadapannya, dengan sigap Zara menangkap hewan yang menurutnya menggemaskan itu.

"Hai, kamu pergi sebentar ya" Ucapnya dengan nada suara yang seolah sedang bicara dengan anak kecil, Zara menggendong hewan itu dan meletakkannya jauh dari wanita itu.

Bahkan sempat melambaikan tangan pada hewan itu, Zara sadar jika ini perbuatan memalukan, tapi kehamilannya membuat dirinya lebih bersikap manusiawi pada semua makhluk.

Zara melihat wanita itu lagi, lalu mendekat. Wanita itu yang tadinya panik, ia tersenyum tipis pada Zara.

"Terima kasih, maaf jika merepotkan. " Wanita itu mengatur napasnya, lalu menatap Zara.

My Favorite Chef Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang