___________
Typo tandai
.
.
Happy Reading
_____________________
.
.
.
"Dia segalanya untuk ku. "
Mungkin Zara melampaui batas karena pertanyaan itu, mata nya masih berbinar tapi menunjukkan sebuah luka.
"But she's nothing now. " Cedrik melanjutkan perkataan nya, wajahnya dekat dengan Zara yang masih terpaku menatapnya.
Hidung mereka bersentuhan dengan tatapan yang tertuju pada netra masing-masing. Kenapa tidak saling percaya, lalu menjalani pernikahan mereka dengan yang seharusnya.
"Kalau begitu, kenapa hubungan kalian selesai?" Suara yang lirih dengan getaran di setiap kata yang terucap, Zara bertanya. Tatapannya begitu mendalam, mencoba menerima jawaban apapun yang nantinya akan ia terima.
Cedrik menatap dalam mata Zara, dengan tenang, ia mengamatinya. "Beberapa hal mungkin sebaiknya tidak diceritakan dengan rinci__"
"Aku kira harus. " Sahut Zara. "We don't know what will happen in the future."
Cedrik mengangguk pelan menyetujui ucapan Zara, ia memegang salah satu tangan Zara, lalu mengecup singkat kening Zara.
"Itu jawaban bijak. "
"Kami berakhir karena, " Cedrik menjeda perkataannya, ia menatap Zara yang menunggu jawabannya, ia tak mungkin mengecewakan Zara untuk beberapa kali nya.
"Kami tidak bisa melanjutkan hubungan itu, terlalu rumit, "
"Hubungan itu harus berakhir, selain di dasari bisnis keluarga, hubungan itu tidak mungkin dilanjutkan. " Zara menatapnya, terdengar seperti sebuah pertanyaan baru di hati Zara, apa serumit itu sampai hubungan yang terjalin lama itu berakhir begitu saja dan dengan singkat salah satu dari mereka melanjutkan hidup dengan orang baru.
"Kita memiliki tujuan yang berbeda --"
"Tapi Emily masih mencintai kamu. " Ujar Zara tanpa menunggu Cedrik menyelesaikan perkataannya.
"Itu urusan Emily, aku sudah menolaknya dan itu cukup. "
"Nggak, itu nggak masuk akal. " Sahut Zara lagi, ia masih menatap Cedrik dengan tenang, pertanyaan itu justru semakin menggebu dalam hati nya. Ia hanya wanita yang butuh jawaban atas ketakutan-ketakutan itu.
"Hubungan bertahun-tahun, hampir menikah dan selesai begitu saja?" Zara menggeleng. "Itu jauh dari kata masak akal, "
Bibir Zara bergetar, detak jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Serumit itukah, Zara tak pernah sekalipun berpikir bahwa ia masuk ke dalam hidup yang rumit ini. Oh siapapun, bawa Zara kembali di awal ia bertemu dengan Cedrik, saat semuanya baik-baik saja tanpa rasa ketakutan.
"Karena hubungan itu tidak mungkin dilanjutkan, Emily hanya wanita dari masa lalu ku dan kita selesai. " Dengan suara yang terdengar tenang Cedrik, tatapannya tertuju pada Zara meski mustahil jika wanita di hadapannya ini mempercayainya.
"Banyak hal yang kamu sembunyikan. " Ucapan Zara terdengar bergetar, mata nya berbinar sebelum setetes air jatuh dari mata nya.
Cedrik membawa Zara ke dalam pelukannya untuk kesekian kalinya, harusnya ia tak membuat wanita ini menangis lagi, Zara tak bergelut dengan ketakutannya, tetapi memenang dirinya yang sama sekali tak mengenal pria yang menikah dengannya. Itu ironi.
"Kamu tahu, hal paling sulit di dunia ini adalah mencintai kamu. "
Untuk sejenak, Cedrik merasakan napasnya berhenti sesaat saat mendengar kalimat itu dari Zara, ia tak bisa menolak nya lagi, Zara sesakit itu rupanya dan kalimat yang Cedrik ucapkan pada Zara sama sekali bukan obat apalagi penenang untuk Zara.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Favorite Chef
Storie d'amoreRe-Write [Adult - Be wise!!] Orang gila mana yang memiliki kehidupan terjamin dalam keluarganya malah memilih melarikan diri dengan seorang pria yang tak setara dengan nya. Hanya seorang Chef di keluarga nya. Tapi siapa sangka, pria itu menyimpan...
