___________________
Update
.
.
Typo tandai
.
.
Fast up!!
Happy Reading
_______________________
.
.
Tepat detik itu Zara terdiam sejenak setelah menerima telepon dari Sheerin. Sebuah kabar tak mengenakkan bagi keluarga nya. Andrew, Ayah Zara di tangkap atas laporan percobaan pembunuhan.
Beberapa bukti kuat telah terkumpul, mereka tak bisa melawan mengingat siapa lawan mereka. Zara tak mengira jika apa yang sudah ia pikirkan benar-benar terjadi hari ini.
Helaan napas terdengar darinya.
"Aku datang ke sana nanti. " Zara menutup telepon, ia sudah jelas berbicara dengan Sheerin yang tentu tak baik-baik saja setelah Ayah mereka di tangkap.
Bukti yang kuat, mereka tak dapat mengelak nya.
"I'm sorry. "
Zara terdiam membeku di tempat nya, suara itu terdengar di belakang nya. Dia berusaha denial pada apa yang sedang terjadi, tapi seberat itu untuk mengelak semua nya.
Zara menghembuskan napas berat berusaha agar air matanya tidak menetes, meskipun itu tak berguna, ia tetap meneteskan air mata walau ia berusaha untuk menjadi perempuan yang tenang.
Zara berbalik menatap pria yang berdiri di belakang nya, mungkin Cedrik sudah mendengar percakapan Zara dengan keluarga nya.
"Ini sama sekali bukan salah kamu. " Zara tersenyum getir, tak ada kemarahan di hatinya, sungguh! Bukan karena terlalu mencintai Cedrik, tetapi jika ia berada di posisi sang suami, Zara pasti akan melakukan hal yang sama.
Menghukum orang yang berusaha menghabisinya nyawa Orangtua nya.
Cedrik meraih tangan Zara. Ia menatap Zara, ia tak sekejam itu, ia bisa merasakan tatapan menyedihkan itu di mata Zara. Ia mencintai Zara, tetapi ia tak bisa melupakan tujuan awal nya. Andrew pantas mendapatkan balasan itu.
"Maaf, kamu mungkin merasa ku jebak. " Zara menggeleng, netra mereka bertukar pandangan. Zara tak bisa mengucapkan sesuatu yang menyakitkan ataupun amarah, karena ini bukan kesalahan Cedrik.
Zara menggeleng pelan. "Kalau aku jadi kamu , aku juga akan melakukan hal yang sama. "
"Setidaknya kita melewati masa indah itu, bahkan yang rumit sekalipun. " Zara menatap Cedrik, Ya, ia sadar bahwa mencintai pria di hadapannya ini adalah satu hal yang rumit, tetapi Zara tak bisa pergi.
Bahkan di saat hubungan mereka terasa rumit, Zara selalu berpikir agar waktu membawa mereka ke awal mereka bertemu.
"I'm so sorry for that. " Zara menatap tangan Cedrik yang menggengam tangan Zara erat.
"It's not your fault." Zara menatap Cedrik, berusaha meyakinkan pria itu. Zara juga berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri.
"Aku harus ke rumah keluarga ku. "
"Aku antar. " Ujar Cedrik, Zara menggeleng pelan.
"Jangan, bukannya Ibu kamu pulang dari Rumah Sakit?"
"Ya, tapi masih ada anggota keluarga ku, Adik ku dan--"
"Emily?" Sahut Zara, Cedrik menggengam tangan Zara lagi.
"Aku temani kamu. " Ujar Cedrik tanpa melanjutkan pembahasan mereka. Mengutamakan urusan istri nya yang tak memiliki tenaga lagi untuk menanggapi yang terjadi antara mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Favorite Chef
RomansaRe-Write [Adult - Be wise!!] Orang gila mana yang memiliki kehidupan terjamin dalam keluarganya malah memilih melarikan diri dengan seorang pria yang tak setara dengan nya. Hanya seorang Chef di keluarga nya. Tapi siapa sangka, pria itu menyimpan...
