41

880 31 8
                                        

Happy Reading, My Na✨

Kangen ga😔🙏🏻

****

Sementara Syazhana memperhatikan sekitar lingkungan, ramai orang yang berdatangan, padahal tidak sedang di hari Weekend.

"20 Ribu neng." Ucap penjual Cimol membuat Syazhana mengalihkan pandangannya kepada Nara.

Nara mengambil uangnya didalam dompet.

"Gua aja" Ucap Syazhana ancang-ancang membuka tas nya.

"Gausah udah," Ucap Nara membayar Cimol mereka, dan kembali menaiki motornya.

"Mau rujak deh." Ucap Syazhana

"Lu ngidam?"

Sontak membuat Syazhana tersentak kaget dengan pertanyaan yang lontarkan Nara.

"ENGGA NARRR," Ucapnya jelas.

Mendengar itu Nara menaiki motornya, "Yeu, Nar - Nar aja. Dikira gua Narti apa!" Katanya jutek, membuat Syazhana tertawa kecil.

"Mau beli Zha?" Tanya Nara saat hendak melajukan motornya.

"Bedua tapi ya, gua takut diomelin suami, hehe." Ucapnya dengan diakhiri tawa garing.

"Iyadah yang punya suami," Kata Nara melajukan motornya menghampiri penjual Rujak yang tak jauh dari posisi mereka.

"Bang, Rujak ya 1", Ucap Nara dengan nada sedikit tinggi, khawatir penjual tersebut tidak mendengar.

Penjual tersebut langsung membungkuskan Rujak yang sudah berada di Sterofom.

"Ini neng, 15 Ribu" Ucap penjual tersebut memberi seporsi Rujak potong dengan saus nya kepada Syazhana

Syazhana memberikan uang berwarna hijau, 20 ribu.

"Ambil aja kembalinya pak," Katanya sambil menerima rujak tersebut dan tersenyum.

"Makasih Neng," Ucap penjual tersebut dengan sopan.

"Sama-sama pak," Balas mereka berdua, dan melajukan motornya.

"Beli apalagi woy?" Tanya Nara

"Tugas lu udah beres belom?" Tanya Syazhana, bukannya menjawab malah melontarkan pertanyaan.

"Gampang itumah, kita keliling dulu aja ya," Balas Nara sambil menaikkan satu alisnya melirik Syazhana di kaca spion.

Sungguh, Nara malas mengerjakan tugas.

***

Disisi lain, dirumah Arsyad ramai dikunjungi oleh teman-temannya
Tidak, hanya Vero dan Arga saja.

"Laptop siapa ini?," Tanya Vero kepada Arsyad yang baru sampai.

"Nara," Balasnya terduduk di Sofa.

Arga masuk kedalam ruang tamu Arsyad, langsung bersalam tangan ala pria.

"Masyaallah pisan rumahnya teh," Celetuk Arga dengan memandang takjub seisi rumah Arsyad.

"Aamiin," Ucap Arsyad dan Vero.

"Mau minum apa? bikin ajalah sendiri, atau panggil bibi gua aja," Ucap Arsyad kepada dua temannya dengan santai.

"Aman, udah gua anggap kaya rumah sendiri ko bos, santai aja." Balas Arga dengan santai dan terduduk di sofa empuk arsyad dengan melonjorkan dua kakinya.

"Yeu, ngelunjak itumah namanya," Ucap Vero menjitak pelan kepala Arga.

"Ayo lah ke dapur si bos, kita abisin semua makanannya," Ucap Vero berjalan menghampiri dapur Arsyad.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 24, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SyazhanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang