Caramela • Part 3

218 68 21
                                    

halooo! selamat datang di cerita CARAMELA versi terbaru!

⚠️ WARNING ⚠️
PLAGIAT DILARANG MAMPIR

happy reading!
•••

Suasana kantin siang itu begitu ramai. Suara gelak tawa dan obrolan para siswa bercampur dengan dentingan sendok dan garpu.

Aroma berbagai makanan memenuhi udara, tapi bagi Caramela, semuanya terasa terlalu menyengat.

Ia duduk bersama Laura, Laras, Sherly, dan Vinia di meja yang biasa mereka tempati.

Sementara teman-temannya mulai makan dengan lahap, Caramela hanya menggenggam gelas air mineralnya erat-erat, berusaha mengendalikan rasa mual yang sejak tadi menyerangnya.

Tiba-tiba, Vinia menepuk meja dengan semangat. "Eh, kalian tau gak? Katanya besok bakal ada guru baru!"

Laras dan Sherly langsung menanggapi dengan heboh.

"Serius? Guru apa?" tanya Laras antusias.

"Kalau gak salah, gosipnya sih, guru Matematika. Tapi masih muda katanya!"

"Wah, semoga aja gak galak dan kejam ya." Sherly terkikik, membuat mereka tertawa bersama.

Sementara itu, Caramela dan Laura tetap diam, hanya menyimak pembicaraan mereka.

Caramela berusaha tersenyum tipis dan menanggapi, meskipun singkat. "Semoga ngajarnya enak."

Tak ada yang menyadari bahwa di balik senyumnya, Caramela sedang berjuang menahan mual yang semakin menjadi-jadi.

Bau makanan di sekitarnya terasa begitu menyiksa. Ia menggenggam sendoknya erat, mencoba menenangkan perutnya yang mulai bergejolak.

Laura meliriknya sekilas. "Lo gak makan?"

Caramela menggeleng pelan. "Gak terlalu laper."

Laura masih menatapnya penuh selidik, tapi tak berkata apa-apa lagi.

Sementara itu, Vinia dan yang lainnya masih sibuk membahas guru baru.

"Gue ke toilet sebentar," ujar Caramela singkat sebelum berbalik pergi.

Langkahnya cepat, hampir setengah berlari melewati kerumunan siswa di kantin.

Begitu sampai di toilet, ia langsung masuk ke dalam salah satu bilik dan menutup pintu rapat.

Caramela menempelkan dahi di dinding, menarik napas panjang, lalu membungkuk di atas kloset. Dan akhirnya, ia tak bisa menahan lagi - mual itu keluar begitu saja.

Tubuhnya gemetar saat ia mencoba menenangkan diri. Matanya terasa panas, air matanya hampir jatuh. Sampe kapan aku kesiksa kayak gini?

Saat ia masih berusaha mengatur napas, suara langkah mendekat.

Tok, tok.

"Mel?"

Caramela langsung menegang. Itu suara Laura.

"Lo gak apa-apa?"

Caramela menelan ludah, buru-buru menyiram kloset dan mencoba membuat suaranya setenang mungkin. "Gue baik-baik aja."

Hening.

Laura masih berdiri di luar. "Oke. Kalau gitu, gue pergi," katanya yang akhirnya pergi, meninggalkan Caramela sendirian di dalam toilet yang sepi.

Begitu langkah Laura menghilang, pertahanan Caramela pecah. Caramela menangis, tanpa suara.

"Apa aku gugurin aja anak ini?" gumamnya lirih.

•••
don't forget to vote n comment ‼️

Caramela (SELESAI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang