⋆˚࿔ ʰᵃᶦᵏʸᵘᵘ academia 𝜗𝜚˚⋆
★★★★★★★★★
. . . . . . . . .
Setelah melaksanakan ujian, mereka melangsungkan pembelajaran mandiri. Ini merupakan kewajiban, mereka di haruskan belajar untuk mempersiapkan ujian selanjutnya, mereka dilatih untuk belajar mandiri dan di awasi oleh pengawas ruangan. Mereka di bebaskan berdiskusi, ataupun saling mengajari. Para guru mata pelajaran akan menyiapkan materi, di berikan penjelasan dan latihan soal. Pembelajaran akan usai hingga jam empat sore, setelah itu mereka diperbolehkan kembali ke gedung asrama masing-masing.
Besok adalah mata pelajaran kimia, mereka membuka buku buku berisi deretan angka angka dan huruf asing. Di ruangan tempat (Name) mengerjakan ujian juga diisi oleh suara-suara pelan, tentang diskusi ataupun bertanya kepada yang lebih paham.
(Name) menutupi kepalanya yang menempel di atas lipatan tangan dengan buku yang ia buat berdiri. Wajah nya tenggelam dalam lipatan tangan, dengan tenang kedua mata itu terpejam dengan nafas teratur. Iya, dia tertidur. Bahkan tidak peduli dengan kehadiran profesor Alisa yang menjadi pengawas ujian nya tadi. Fisika.
(Name) nampak lelap dalam tidur nya, Kei sendiri tidak bisa membangunkannya, lantaran takut akan membuat gadis itu ketahuan bahwa dia tidur. Hingga bel berbunyi, pertanda selesai nya jam sekolah mereka, (Name) belum bangun juga. Korai dan Koutaro tadinya ingin membangunkan, namun Kei cegah.
Setelah menunggu semuanya keluar, Kei menghela nafas, dia membereskan segala peralatan (Name), dari buku, pensil, tempat pensil, dan tas. Dia menggoyangkan bahu gadis itu pelan.
"Kau itu simulasi mati atau tidur sih?" Tanya Kei tak habis pikir. Bahkan saat dia mengguncangnya lebih kuat dia tetap tidak bangun juga.
Kei segera memposisikan (Name) agar naik di punggung nya, gadis itu bergerak pelan, tapi setelah itu tidur lagi. Kei kembali berdecak kesal. Setelah berhasil menggendongnya Kei berjalan keluar ruangan, bahkan lorong gedung sudah sepi. Jarak dari gedung ujian ke gedung asrama putri agak jauh, Kei tidak merasa keberatan sama sekali, anggap saja ini sebagai latihan fisik.
Hembusan nafas gadis itu menerpa kulit leher nya, Kei berdesis pelan guna menahan rasa hangat namun geli itu. Rasanya menggelitik. Hingga ia tiba di depan gedung asrama, dia bingung membuka pintu utamanya bagaimana, secara dia tidak mempunyai kartunya. Pintu akan terbuka hanya untuk kartu siswi, petinggi akademi, dan staff wanita. Sedangkan dia murid laki-laki, mana bisa masuk?
"Kei!"
Kei yang dilanda kebingungan rasanya langsung lega saat melihat Hitoka dan Kiyoko keluar dari asrama, mereka masih memakai seragam, belum mengganti. Panggilan dari Hitoka menyadarinya atas kehadiran mereka.
Hitoka dan Kiyoko mendekat, mereka berdua terlihat lega saat melihat (Name) di punggung Kei.
"Terimakasih telah mengantar (Name), kami baru saja ingin mencari nya." Ujar Kiyoko tenang. Dibalas anggukan oleh Kei.
"Ya! Kami benar-benar khawatir, tidak biasanya dia pulang terlambat, apalagi alat komunikasinya tidak bisa dihubungi." Jelas Hitoka menggebu-gebu.
Sungguh pertamanan yang baik.
Hitoka dan Kiyoko membopong (Name), sekali lagi mereka membungkuk pada Kei untuk berterima kasih. Setelah itu mereka masuk kedalam gedung asrama.
Kei memandang ketiganya datar, dia lalu berbalik, pergi ke gedung asrama lelaki sembari mengusap tengkuk nya.
______________________
Bruk!
"Ya ampun! (Name)!!" Pekik Hitoka panik saat tubuh (Name) limbung ke kasur. Di tengah perjalanan dia memang terbangun, namun masih setengah sadar. Begitu masuk kamar, dia langsung ambruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haikyuu Academia
Fantasy⋆˚࿔ ʰᵃᶦᵏʸᵘᵘ academia 𝜗𝜚˚⋆ • • • "Selamat datang di akademi Haikyuu! Nyaman kan dirimu dan nikmati perjalanan ini!" ∘₊✧─────✧₊∘ Disclaimer seluruh character bukan milik saya, saya hanya menambahkan tokoh serta alur cerita. Saya hanya meminjam char...
