⋆˚࿔ ʰᵃᶦᵏʸᵘᵘ academia 𝜗𝜚˚⋆
★★★★★★★★★
. . . . . . . . .
"Kamu gagal."
Iya aku gagal
"Buang buang uang saja, lebih baik buat kakak mu."
Iya aku merepotkan, maaf membuat kalian membuang-buang uang.
"KAMU GA PERNAH BISA NGAPA NGAPAIN! CUMAN BISA LARI LARI DOANG! GAK BERGUNA SAMA SEKALI! LIHAT KAKAK MU! DIA JADI AKTRIS!"
Maaf ayah, aku tidak bisa memenuhi ekspektasi mu. Maaf membuat investasi mu gagal.
Kakak memang sempurna. Mendapat kasih sayang kalian, pintar, cantik, mudah bergaul. Maaf aku berbeda dari nya.
Tapi aku juga tak mau terlahir seperti ini.
Mamah, sendirian itu tidak enak. Temani Kiyoko ...
Terkadang sekolah bisa menjadi tempat yang menyenangkan. Namun terkadang bisa menjadi tempat paling menyeramkan.
"Aku yakin dia sudah pernah di pakai om om."
"Apa kau ingat? Setiap kali latihan dia selalu ditatap oleh pelatih."
"Huh, sudah pasti dia menjual tubuh nya."
Aku hanya mampu terdiam dengan kepala tertunduk. Membiarkan perkataan menyakitkan itu mengisi kosong nya isi kepala ku, semua bagaikan hal wajib yang harus aku rasakan setiap hari. Tiada hari tanpa makian.
"Pertahankan nilai mu Kiyoko, kau mampu mempertahankan peringkat mu selama tiga tahun ini."
Aku senang bisa mendapatkan hasil memuaskan atas perjuangan ku selama ini. Selalu menyimpan uang saku untuk membeli buku, belajar hingga lebih dari dua belas jam. Aku senang mendapatkan apresiasi dari para guru, mempertahankan peringkat pertama satu angkatan.
"Liat itu tangan nya, udah jelas kan kenapa dia bisa peringkat satu terus?"
Tapi terkadang aku lupa. Dunia tidak akan membiarkan ku berbahagia satu menit pun. Bagai menaiki wahana yang membuat seluruh organ ku tergelitik, aku berusaha tetap tersenyum kala tangan guru itu menyentuh bahu ku, mengusap nya penuh akan makna. Aku menahan mual, isi perut ku terasa seperti di aduk, entah sejak kapan aku lupa bagaimana caranya mengatur nafas.
Iya, seharusnya aku senang.
Tapi apakah aku harus membayar mahal untuk kebahagiaan ku sendiri?
"Kiyoko! Apa kau sudah selesai mengganti seragam?"
"Sebentar lagi! Tung—"
"Lama sekali kau, kami duluan saja ya. Byee!"
Ah, iya. Aku lupa.
Jangan pernah berharap kepada manusia.
Jika mereka hanya memanfaatkan ku untuk menjadi pesuruh mereka aku sudah menyadari nya lebih awal. Tapi kenapa aku tetap mau?
Tidak mempunyai teman tidak akan membuat mu mati.
Iya, kan?
"Wow! Seragam itu cocok untuk mu Kiyoko! Bukan kah begitu pak pelatih?"
"Oh tentu saja, sangat cocok."
Itu tak membuat ku senang sama sekali. Itu bagaikan mantra mematikan untuk ku.
Aku bukan wanita penggoda
Seharusnya mereka tahu itu, tapi mereka berperilaku seperti binatang birahi di hadapan ku. Itu menjijikan, sungguh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haikyuu Academia
Fantasy⋆˚࿔ ʰᵃᶦᵏʸᵘᵘ academia 𝜗𝜚˚⋆ • • • "Selamat datang di akademi Haikyuu! Nyaman kan dirimu dan nikmati perjalanan ini!" ∘₊✧─────✧₊∘ Disclaimer seluruh character bukan milik saya, saya hanya menambahkan tokoh serta alur cerita. Saya hanya meminjam char...
