# 2 . 17

298 51 14
                                        

"Tadashi gugur."

Gema suara yang terdengar dari alat komunikasi berupa chip yang tertempel di telinga, membawa ketegangan yang langsung mengikat. Para penghuni kelas Karasuno yang sedang berpencar guna mengamati sekitar serempak terdiam, nafas mereka terhenti untuk sesaat, gelenyar aneh mulai merayap diri.

Satu kata. Gelisah.

Kei tak lagi berbicara, seolah suara nya bungkam oleh ke waspadaan, mereka ikut waspada, pasalnya Kei yang menjadi partner Tadashi untuk bertugas. Tak ada suara hembusan nafas, pemuda itu menahan nafas nya. Mereka bertambah takut, berharap Kei tak ketahuan oleh musuh.

Di samping (Name), Shoyou bergerak gelisah sambil memegangi perut nya. Akibat takut dan gugup menyebabkan pemuda itu sakit perut. "Diam bego, jangan banyak gerak." Kesal Tobio, geram akan tingkah Shoyou.

(Name) masih diam, mendengarkan sambungan suara yang masih diaktifkan Kei. (Name) membuka benda berbentuk persegi yang memiliki layar. Layar itu menggambarkan titik titik tempat anak anak kelas berada, lama (Name) menatap lamat layar itu.

"Kucing serigala." Suara Kei terdengar putus putus.

Dan tiba tiba sambungan suara Kei terputus. Dan saat itu juga, Daichi langsung mengaktifkan sambungan suara.

"Jangan ada yang bergerak sendiri. Koordinat terdekat, bantu Kei. Cek dari jauh dulu, jika tidak memungkinkan, segera mundur dan cari tempat aman."

"Kei terkepung, kekuatannya sudah terkuras di pertarungan sebelum nya." Sahut Kiyoko.

Daichi terdiam. "Mundur, jangan ada yang maju."

Semuanya terdiam, sambungan dari Daichi hanya terdengar suara angin. Semua nya bungkam oleh kenyataan pahit, bahwa mereka akan kehilangan dua rekan mereka sekaligus di satu hari.

(Name) berdiri, Shoyou dan Tobio serempak memandang nya.

"Siap siap ayok."

Shoyou bergidik ngeri. "Itu kelas nekoma, loh. Kelas yang ada di lantai atas."

Tobio mengangguk setuju.

(Name) mengenakan sarung tangan nya, "adanya kelompok itu untuk kerja sama. Sesuai perintah Daichi, kita liat dulu dari jauh. Kalau memungkinkan kita bantu."

"Tapi kondisi Kei tidak memungkinkan." Tobio menyahut.

"Tidak ada yang tidak mungkin selagi masih bernafas. Kalau mau ikut, tandanya kalian selangkah lebih maju dari yang kemarin. Kalau tidak," (Name) melirik tajam. "Kalian diam di situ, di tempat yang sama tanpa ada kemajuan, yang ada hanya kemunduran."

Mereka terdiam. Meski masih ragu, Shoyou dan Tobio akhirnya mengikuti.

(Name) menciptakan gelembung air, dan meniup nya. Seketika mereka menghilang.

________________________
____________

"Yah, temennya udah gugur. Gak mau bunuh diri aja?" Si pemilik Surai jengger ayam itu terkekeh sinis. Tatapan nya nyalang, bagai kucing yang siap menerkam mangsa.

Kei tak menunjukkan tanda tanda akan menyerah, justru sebaliknya, ia tetap bertahan. Tatapannya tak goyah, seolah tak membiarkan seorang pun menembus pertahanan nya.

"Berisik, seekor kucing di larang mengeong di hadapan gagak." Sinis Kei. Dia agak limbung ke samping, bibir nya mengeluarkan ringisan pelan, baju nya agak koyak dengan noda darah. Wajah nya penuh luka dan lebam.

Tetsuro menyeringai setan. "Hee, mau membicarakan tentang kucing dan gagak?"

Kei kembali berdecih, menyebalkan sekali.

Haikyuu Academia Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang