Kondisi Kei memburuk, luka luka yang ia dapat sudah terlalu lama terbuka, jika dibiarkan terus luka tersebut bisa membusuk. Saat ini, (Name) mengangkut tubuh Kei yang di lindungi oleh gelembung air nya, air air yang ada di dalam gelembung itu menjaga tubuh Kei agar tidak semakin buruk.
Di belakang mereka, Tetsuro dan Yaku mengejar, bahkan sempat-sempatnya si pemilik jengger ayam itu terkekeh mengerikan, seolah menikmati kejar kejaran saat ini.
"Mau kemana kalian?" Tanya Tetsuro sarkas.
"Basi banget main bom bom an." Sahut Yaku meremehkan.
(Name) berdecak, begini begini dia sedang berpikir keras. Tetsuro dan Yaku benar-benar tak membiarkan Kei lolos, mereka mengejar nya dengan membabi buta, melayangkan serangan liar tanpa peduli bagaimana keadaan musuh.
"Shoyou, jaga Kei!" Titah (Name), segera dia lempar tubuh yang di balut gelembung air itu ke arah Shoyou. Pemuda berwujud kucing buntal itu langsung berubah wujud menjadi manusia, dan menangkap tubuh Kei.
(Name) berhenti mendadak dan berbalik, sukses membuat Tetsuro dan Yaku terkejut. (Name) menghempaskan tangan nya ke depan, dan sebuah perisai besar transparan melindungi area depan nya. Yaku melotot terkejut, segera tubuh nya dan tubuh Tetsuro menabrak perisai itu, tubuh mereka terpental jauh. (Name) menghilangkan perisai itu, dia mengepalkan tangan kanan nya menjadi sebuah tinjuan. Tinjuan itu di lapisi oleh air yang membentuk tinju nya, namun berukuran besar.
Gadis itu melesat cepat, dalam waktu satu detik, dia berlari dan sampai di hadapan Tetsuro. Angin berhembus hebat, nyaris mematahkan pohon pohon, saking kuat nya tekanan (Name) saat berlari. Dia mengangkat tinju nya, dan meninju dua pemuda itu.
Tetsuro bereaksi cepat, dia membuat pelindungan diri untuk nya. Masa bodoh dengan Yaku.
BDBOOMM!!
"Woilah buset, gede amat sih damage nya!"
Suara tinjuan itu bagai bom yang meledak, angin berhembus gila saking kuat nya tinjuan (Name). Dari tinju itu muncul cahaya cahaya kecil yang mengelilingi tangannya. Pandangan nya tertutupi oleh tanah yang bertebaran, (Name) segera pergi ke arah yang berbeda, tak se arah dengan Shoyou dan Tobio. Dia akan memastikan bahwa tak ada siapapun yang mengawasi mereka.
Disisi lain, Shoyou lari pontang-panting bersama Tobio. Dia panik, karena indera pendengarannya mendengar pergerakan pelan dari area di sekitar nya, sementara Tobio semakin awas pada kondisi sekitar. Masalahnya ini hutan bukan diisi dia sama anak kelas Nekoma, tapi ada lebih dari lima kelas! Apa gak ketar-ketir dia?
"Loh, panjang umur, orang nya dateng."
Alamak mampus.
Di seberang sana, Shirabu berdiri dengan wajah cengo sambil menunjuk ke arah Shoyou dan Tobio, di sebelah nya ada Tendou yang ikutan cengo.
Shoyou rem mendadak, diikuti Tobio yang nyaris menabrak pohon. "Kelas Shiratorizawa ..." Gumam Shoyou.
Duh mampus, mereka kan musuh.
"Pas banget, yang dateng anak bawang nya. Sekalian aja kali ya? Balesin dendam Goshiki." Tendou terkikik setan.
Shoyou bergidik ngeri, dia menoleh panik. "(Nam)—"
Ah iya, (Name) sedang menghadapi Tetsuro.
Tobio menelan ludah kasar. Mereka berada di kondisi kritis, sebenarnya bisa kabur, tapi karena membawa Kei, pergerakan mereka terhambat. Tobio mendadak mules, apa nyerah aja ya langsung?
"Mau apa kalian hah?!" Shoyou menggeram galak, dia mengeluarkan cakar nya yang siap mencabik musuh.
Buset, udah mode tempur aja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haikyuu Academia
Fantasía⋆˚࿔ ʰᵃᶦᵏʸᵘᵘ academia 𝜗𝜚˚⋆ • • • "Selamat datang di akademi Haikyuu! Nyaman kan dirimu dan nikmati perjalanan ini!" ∘₊✧─────✧₊∘ Disclaimer seluruh character bukan milik saya, saya hanya menambahkan tokoh serta alur cerita. Saya hanya meminjam char...
