Bab 24 Licik

42 39 4
                                        

Hallo reader tercintaku...

Tak terasa sudah masuk ke konflik dan akan segera memasuki klimaks.

Aku harap kalian akan terus semangat menunggu up-date. 

Biar gak lupa, sekarang klik Bintang dulu, deh. 

.

.

.

Di dapur yang hangat oleh aroma bawang putih tumis dan rempah-rempah, Laksa berdiri di hadapan talenan, pisau di tangannya bergerak dengan cekatan. Potongan-potongan paprika, jamur, dan bawang bombay tertata rapi di mangkuk-mangkuk kecil di sebelahnya. Sejak Embun menjadi bagian hidupnya, ada perubahan kecil namun signifikan dalam rutinitasnya. Laksa mengambil alih dapur, tak pernah membiarkan Embun memasak lagi. Baginya, ini lebih dari sekadar menyiapkan makanan; ini adalah caranya menunjukkan cinta. Setiap hidangan yang ia siapkan adalah sebuah pernyataan, sebuah bukti sederhana namun mendalam bahwa ia ingin melayani gadis itu dengan segenap hatinya.

Di tengah kesibukannya, langkah ringan terdengar mendekat. Sebelum sempat menoleh, ia merasakan hangatnya pelukan dari belakang. Embun, dengan suara lembut yang selalu membuat hatinya bergetar, bertanya mesra, "Mas Laksa masak apa hari ini?"

Laksa tersenyum, meletakkan pisau dengan hati-hati sebelum berbalik. Tangannya terangkat, membalas pelukan itu dengan lembut. Tatapannya bertemu dengan mata Embun, penuh cinta yang tak pernah surut. "Aku buat spaghetti," jawabnya, suaranya hangat dan rendah. "Apa kamu sudah lapar?"

Embun menggeleng kecil, senyum tipis menghiasi wajahnya. "Belum, Mas," katanya singkat, namun ada nada manja dalam jawabannya.

Laksa mengusap lembut pipi Embun, kemudian berkata, "Ya sudah kalau begitu, kamu tunggu aja di sofa sambil nonton TV. Nanti kalau sudah siap, aku panggil."

Tanpa protes, Embun mengangguk. "Baik, Mas," jawabnya dengan semangat yang tulus.

Sebelum ia melangkah pergi, Laksa menunduk sedikit, mengecup lembut keningnya. Momen itu singkat, namun cukup untuk membuat waktu seolah berhenti sejenak.

Embun beranjak ke ruang santai yang ada di depan dapur, meninggalkan Laksa yang kembali fokus pada masakannya. Tapi senyumnya tetap bertahan, memanaskan ruangan lebih dari api di kompor yang menyala. Di antara hiruk pikuk kecil di dapur, ada cinta yang terjalin tanpa perlu banyak kata.

Embun duduk dengan nyaman di sofa. Sebuah toples camilan bersandar di pangkuannya, sementara layar televisi di hadapannya menayangkan berita gosip yang ramai. Ia menggigit sepotong camilan, matanya sesekali melirik santai ke layar—sampai sebuah segmen menarik perhatiannya.

Di layar, muncul rekaman siaran langsung Zivanya, Aktris sekaligus influencer terkenal. Zivanya terlihat enerjik mempromosikan produk yang, menurut berita, adalah milik Laksa. Teks besar menghiasi layar:

Zivanya Tunjukkan "Laksana" Adalah Nama Sang Pacar, Netizen Heboh!

Penyiar berita melanjutkan dengan suara penuh semangat, melaporkan:

"Netizen semakin yakin akan hubungan Zivanya dengan seorang pria spesial. Pemain sinetron ini tampak sibuk mendukung bisnis yang, menurut rumor, adalah milik kekasihnya. Spekulasi pun beredar, menyebut nama Laksa Aditya Himawan sebagai sosok di balik kesuksesan produk ini. Komentar netizen pun ramai dengan dukungan, menyebut mereka pasangan serasi yang layak menjadi 'the best couple."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Laksana Embun ( On Going Dan Proses Revisi )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang