9

5.4K 427 11
                                        

RIVER'S POV

Untuk kedua kalinya aku pasrah saat Kiara memelas di depanku. Aku tidak tahu kenapa aku menerima ajakannya dengan begitu mudahnya.

Seperti saat ini, aku berada di sebuah restoran all you can eat di pusat kota. Dengan Orlando yang ada di hadapanku dan Kiara yang ada di sebelahku.

"Nih, lo harus makan yang banyak." ucap Kiara sambil memberikan daging sapi yang sudah dipanggang ke piringku. "Lo harus makan daging biar sehat, jangan cuma makan semen, kerikil sama batu bata."

Orlando dan Gia sontak tertawa mendengar ucapan Kiara yang nyeleneh. Namun aku hanya diam saja sambil terus menghabiskan makanan yang ada di depanku.

Saat aku merasa sudah kenyang, Kiara masih saja memasak daging dan terus memakan daging itu dengan lahap. Aku hanya bisa mengernyit ketika mengetahui porsi makannya melebihi porsi makan pekerja bangunan.

"Sumpah ini enak banget, lo harus coba." ucap Kiara sambil mengarahkan tangannya ke arahku. Tanpa bisa berpikir aku menerima suapan itu dan seketika membuatku terbatuk karena daging yang dibalut selada itu masih sangat panas. Namun dengan sigap Kiara menuangkan minum untukku. "Nih minum dulu."

"Ini panas, Kiara." keluhku sambil mengipasi mulutku yang terasa panas lalu menerima segelas minuman dingin darinya.

"Maaf, Riv. Yaudah nih coba lagi." kali ini Kiara meniup daging itu sebelum mencampurnya dengan saos racikannya dan membalutnya dengan selada.

Aku menatapnya, setengah tidak percaya. Tapi rasa penasaran mengalahkan keraguanku, dan aku menerima suapan darinya lagi.

Dia benar. Kali ini rasanya jauh lebih enak, saus racikannya memberikan kombinasi rasa manis, gurih, dan sedikit pedas yang pas. Aku hanya mengangguk, mengunyah perlahan sambil menikmati rasanya.

"Enak kan?" ujarnya dengan percaya diri. Aku hanya mengangguk sambil terus mengunyah makananku.

Kiara tampak semakin puas, dan tanpa ragu, dia mulai menyiapkan suapan berikutnya. Padahal aku sudah mengatakan kalau aku sudah kenyang, tapi tetap saja dia memaksaku untuk makan lebih banyak. Aku hanya bisa menghela napas dalam hati, tapi untuk sekali ini, aku memutuskan membiarkan dia menikmati momennya.

Aku benar-benar kenyang sekarang, bahkan tanpa sadar kini tubuhku bersandar di sandaran sofa. Celanaku bahkan terasa sempit di bagian pinggang. Aku tidak mungkin melonggarkan celanaku disini. Bisa-bisa mereka malah menertawakanku.

"Do, aku ke toilet dulu ya," Gia beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju toilet.

"Gi, gue ikut." Kiara pun berlari menyusulnya.

Kini hanya menyisakanku dengan Orlando yang juga tampak kekenyangan sama sepertiku.

"Gila tuh anak, porsi makannya udah ngalahin kuli." ucapku yang seketika membuat Orlando tertawa.

"Lagian lo mau-mauan disuruh makanin semuanya." balas Orlando sambil tetap tertawa.

Aku hanya mendengus pelan dan kembali berbicara, "Jadi, lo sama Gia..."

"Baru seminggu," jawabnya cepat, senyum sumringah terukir di wajahnya. "Sumpah Riv, Gia adalah cewek yang gue idam-idamkan selama ini. Dia gak cuma cantik, tapi juga smart, lucu, dan... ya, lo tau sendiri gimana dia. She's perfect for me." di tengah ceritanya itu, tiba-tiba dia malah menanyakan tentang hubunganku dengan Kiara. "Lo sendiri gimana sama Kiara?"

"Gak ada apa-apa, gue cuma temenan sama dia. Temen yang sama-sama mengalami kisah cinta yang tragis."

Orlando mengangkat sebelah alisnya dan tertawa "Jadi maksudnya, nasib percintaan lo sama kayak dia?" Aku hanya mengangguk pelan, "Ya, kalau gue sih setuju aja lo sama Kiara. Kalau gue lihat-lihat anaknya baik juga, cuma ya gitu, aktif banget kayak anak balita kelebihan gula."

My Icy Girl (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang