17

4.9K 405 16
                                        

RIVER'S POV

Setelah menjalin hubungan lebih dekat dengan Kiara, hari-hariku terasa lebih berwarna. Dia seperti matahari kecil yang selalu membawa kehangatan dan tawa di tengah kesibukanku. Selain itu, aku juga mempunyai "pekerjaan" baru yaitu menjadi supir pribadi Kiara. Mulai dari mengantar-jemput, hingga bergantian menginap—kadang di rumahku, kadang di apartemennya.

Pagi ini, seperti biasa, aku menjemput Kiara di apartemennya. Sebuket bunga segar berada di genggamanku, aroma harumnya mengiringi langkahku menuju pintu unitnya. Saat tanganku hampir menyentuh bel, pintu itu terbuka, dan Kiara muncul dengan senyum yang selalu berhasil membuat hariku lebih cerah.

"Buat kamu." Aku menyerahkan bunga itu padanya.

Kiara memiringkan kepala sambil menatapku dengan tatapan penuh godaan. "Riv, kalau begini terus, nggak lama lagi aku bisa buka toko bunga di sini. Kamu lihat deh, satu meja udah penuh sama bunga-bunga dari kamu."

Aku tertawa kecil. "Oh ya? Yaudah, besok aku ganti. Aku nggak bakal bawa bunga lagi."

"Terus kamu bawa apa?"

"Hm.... nanti aku pikirin." Aku mengedipkan mata sambil menawarkan tanganku. "Ayo, kita berangkat sekarang?"

Kiara mengamit tanganku dengan senyum manis, dan kami berjalan beriringan ke mobil.

"Kamu cantik banget hari ini," ucapku sambil melirik ke arahnya.

Kiara mengangkat alis sambil pura-pura cemberut. "Jadi kemarin aku nggak cantik?"

Aku terkekeh. "Kemarin cantik, tapi hari ini... lebih cantik. Selalu ada level baru buat kamu."

Dia tertawa kecil, pipinya sedikit memerah. Obrolan ringan itu mengiringi perjalanan kami hingga tiba di depan kantornya.

"Kamu mau mampir dulu nggak?" tanyanya saat kami sampai.

Aku menggeleng sambil tersenyum. "Nggak bisa, sayang. Aku harus ketemu Orlando, ada proyek baru yang harus aku urus."

"Ya udah. Kamu hati-hati ya, kabarin aku nanti."

Saat Kiara membuka pintu mobil untuk keluar, aku cepat menarik tangannya dan mencuri sebuah ciuman singkat di bibirnya.

"Love you," bisikku sambil tersenyum melihat pipinya yang kini bersemu merah.

"Love you more, sayang," balasnya dengan mata berbinar.

Aku menatapnya melangkah pergi, melambaikan tangan sebelum mobilku melaju.

*****

Aku memarkirkan mobil di kantor milik keluarga Orlando dan berjalan menuju ruangannya. Disana dia sudah duduk di kursinya dan terlibat berbinar ketika melihatku.

"Look at that face... punya pacar baru bukannya cerita-cerita malah diem aja." ujarnya dengan senyum jahil.

Aku langsung menghela napas, tahu kemana arah pembicaraan ini. "Lo mau apa? Makan di resto all you can eat?"

Orlando tertawa kecil. "Gue mah gampang, asal lo yang bayarin."

"Gampang lah," jawabku singkat. "Jadi ada proyek baru lagi?" tanyaku kembali ke topik pembicaraan.

"Yep." Orlando menggeser laptopnya ke arahku, memperlihatkan peta lokasi. "Kemarin malam, bokap gue bilang ownernya pengen lo yang ngerjain semuanya."

"Siapa ownernya?" tanyaku penasaran.

"Mona..."

"Mona?"

"Kalau gak salah, bokap gue bilang namanya Mona."

My Icy Girl (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang