5

5.7K 409 3
                                        

RIVER'S POV

Sejak pagi tadi pikiranku melayang entah kemana. Aku bahkan tidak fokus mengawasi beberapa pekerja hingga mengakibatkan beberapa kesalahan pada pemasangan bata. Dan semua itu harus dibongkar lagi agar semua berjalan sesuai rencana.

Tentu saja pikiranku mengarah ke Davina, perasaanku padanya sama sekali belum sirna. Aku sangat mencintainya bahkan melebihi hidupku sendiri. Bagaimana bisa aku harus menjalani kehidupan yang panjang ini tanpa Davina di sampingku.

Pagi tadi Orlando mengabariku, kalau Davina membuat satu postingan di sosial medianya yang mengatakan kalau dua hari lagi dia akan menikah. Itulah kenapa siang ini aku memutuskan untuk berdiam sejenak di taman sambil mencari udara segar.

Namun disaat aku sedang menata perasaanku, muncul perempuan maniak yang sampai sekarang masih belum menerima kenyataan kalau kekasihnya itu sudah bertunangan dengan orang lain. Dia adalah Kiara, perempuan aneh yang selalu membuat keributan dimanapun dia berada.

Tadinya aku mengira perempuan yang sedang dekat dengan Orlando adalah dirinya, namun setelah aku bertemu langsung dengan orang yang dikatakan Orlando, aku jadi paham. Memang betul orang yang dikatakan Orlando sangat berbanding terbalik dengan sifat Kiara. Dia adalah Gia, tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat dekat Kiara.

Saat Kiara menawarkan kerjasama untuk merebut kembali Davina dan Michael ke pelukan kami, tersirat di pikiranku untuk menyetujui itu semua. Namun aku kembali berpikir, apa aku masih bisa mendapatkan Davina setelah dia mencampakkanku begitu saja. Apa cinta Davina masih ada untukku.

Mungkin dengan melepas Davina sekarang, aku akan lebih mudah untuk menata kehidupanku kembali. Atau mungkin mengikhlaskan Davina untuk hidup bersama dengan orang lain akan membuatku lebih mudah untuk menyembuhkan luka di hatiku.

Bagaimanapun juga, kehidupanku harus terus berjalan. Bersama atau tidak bersama dengan Davina.

Aku menghela napasku sejenak sambil kembali mengecek tekstur semen yang dibuat para pekerja. Setelah memastikan semua sesuai takaran. Aku kembali melihat detail-detail lain. Saat aku sedang berusaha membuat pikiranku hanyut dengan pekerjaan, ada suara langkah kaki seperti suara sepatu hak tinggi mendekat ke arahku.

Aku pun menoleh dan mendapati Gia berjalan di belakangku. Seperti biasa, dia selalu menyempatkan diri untuk datang kemari hanya sekedar untuk melihat perkembangan kantor barunya ini.

Ketika melihatku, tatapan matanya seolah menyelidik. Apa dia juga tahu kalau Davina dan Michael akan menikah, tidak mungkin dia tidak tahu, sudah pasti Kiara memberitahunya. Aku sempat merutuki Orlando ketika dengan santainya menyebarkan kehidupan pribadiku pada mereka. Dan secara tidak langsung, Kiara dan Gia mengetahui hubungan percintaanku dengan Davina.

"Hey, Riv," sapanya lalu menatapku sambil memiringkan kepalanya sedikit. "Is everything okay? Lo kelihatan beda hari ini."

Aku berusaha tersenyum, meskipun rasanya hambar. "Cuma kurang tidur aja. Belakangan ini kerjaan lagi numpuk banget."

"Gimana semuanya, lancar kan?"

"Semua aman, Gi. Aku udah pastiin materialnya lengkap, dan progresnya on track," jawabku. "Pekerjaan di sini masih sesuai jadwal, kok."

Gia mengangguk pelan, seolah berusaha mempelajari raut wajahku. Aku bisa merasakan dia memandang lebih lama dari biasanya, mungkin bertanya-tanya, tapi aku berpura-pura tak menyadarinya.

Kami terus berbincang soal pekerjaan, membahas semua detail tambahan yang dia minta. Aku menjelaskan dengan tenang, mengulas setiap detail proyek tanpa menunjukkan tanda-tanda kegelisahan di dalam diriku.

My Icy Girl (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang