10

5.5K 386 13
                                        

KIARA'S POV

Aku terbangun dengan kepala yang terasa berat, seolah ada yang memukulku semalam. Pandanganku kabur sesaat sebelum akhirnya mulai fokus, dan aku menyadari satu hal, ini adalah apartemenku.

Aku menggeliat pelan, mencoba merenggangkan tubuhku yang pegal. Namun, tanpa sengaja tanganku menyentuh sesuatu yang... padat. Dengan alis terangkat, aku menoleh.

Dan di sanalah dia.

River.

Dia tidur telungkup di sampingku, wajahnya tertutup sebagian oleh bantal, dan tubuhnya hanya ditutupi oleh selimut. Selimut yang sama dengan yang menutupi tubuhku.

Tunggu sebentar.

Aku menatap tubuhku sendiri, dan jantungku langsung berdebar kencang. "Oh, shit," gumamku pelan saat sadar aku tidak mengenakan apa pun di balik selimut ini.

Panik mulai menyelimuti pikiranku. Pertanyaan demi pertanyaan mulai menyerbu masuk. Apa yang terjadi semalam? Apa aku dan River... tidak, tidak. Aku bahkan tidak mau memikirkan kemungkinan itu.

Di sebelahku, River mulai menggeliat pelan, tampak seperti orang yang baru saja bermimpi buruk. Matanya membuka perlahan, dan dia langsung terlihat bingung sebelum akhirnya melihat ke arahku.

Seketika, matanya melebar. "Kamu ngapain di sini?!" teriaknya, lebih mirip bisikan panik.

Aku mendelik. "Harusnya gue yang nanya! Lo ngapain di apartemen gue?"

River mendudukkan dirinya perlahan, wajahnya masih setengah linglung. Dia melihat sekeliling sebelum akhirnya menunduk ke tubuhnya sendiri. Selimut yang menutupi tubuhnya tersingkap sedikit, memperlihatkan dadanya yang telanjang.

"Oh, shit," umpatnya dengan ekspresi kaget yang sama seperti milikku tadi.

Aku menatapnya penuh curiga. "Lo kenapa bilang 'oh, shit'? Lo udah ngapain gue?"

River tampak berpikir keras, lalu mengangkat wajahnya dengan ekspresi horor. "Kita... beneran ngelakuin itu?"

Aku mengerutkan kening. "Ngelakuin apa?"

"Itu!" River melambaikan tangannya ke arahku dengan isyarat aneh, seperti sedang mencoba menggambar sesuatu di udara.

Aku memutar mata dengan frustasi. "Kalau lo nggak jelas kayak gitu, gue nggak ngerti, Riv!"

"Ya kamu tau lah! Itu!" katanya dengan nada setengah bisik tapi penuh tekanan. Dia menatapku dengan tatapan horor bercampur malu.

Aku memegangi kepala yang mendadak terasa lebih berat. "Gue nggak inget apa-apa tentang kejadian semalam. Wait... jangan-jangan lo udah ngelakuin sesuatu sama gue?"

"Hah?!" River menatap ke arahku dan hampir menjatuhkan selimutnya kalau saja dia tidak cepat-cepat memeganginya. "Aku? Yang mabuk itu kamu, Kiara!" River diam sejenak sebelum dia melanjutkan ucapannya, "Aku ingat sekarang, kamu yang narik baju aku dan cium aku duluan."

"Ngomong apa sih lo?! Gue nggak mungkin ngelakuin itu!" balasku sambil menunjuknya karena menuduhku dengan tuduhan yang tidak masuk akal.

River memutar bola matanya, lalu mendesah panjang.

Aku mengerutkan kening, mencoba untuk kembali mengingat apa yang telah terjadi. Tapi memori semalam hanya berupa potongan gambar buram seperti suara tawa Gia, ledekan Orlando pada River, julukan 'Walkie Talkie', dan—oh God—aku menarik River hingga jatuh di atas tubuhku? Tunggu, apakah itu nyata atau imajinasiku saja?

"Bego... bego... bego..." ucapku sambil merutuki diriku sendiri.

River mengusap wajahnya lalu menoleh ke arahku saat aku menggumam sendiri ketika mengingat kebodohanku semalam.

My Icy Girl (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang