RIVER'S POV
Aku tersenyum kecil, mataku terpaku pada Kiara yang sibuk di dapur. Pemandangan seperti ini sudah jadi rutinitasku setiap pagi. Namun, entah kenapa, aku tidak pernah bosan melihatnya. Ada sesuatu yang menenangkan sekaligus memikat dari caranya bergerak, dari senyumnya yang kadang muncul saat dia memotong bahan makanan atau sekedar mencuci piring.
Beberapa hari yang lalu, aku baru saja menyelesaikan proyek rumah Mona. Semuanya berjalan lancar sesuai kontrak, dan untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu, aku bisa bernapas lega.
Aku tersentak ketika ponselku berdering. Dengan malas aku mengambilnya dan melihat pelaku yang dengan beraninya mengalihkan pandanganku dari Kiara. Dia adalah Orlando.
"Kenapa, Do? Kerjaan baru lagi?" tanyaku santai sambil menyandarkan tubuh di sofa.
"Bukan, tapi gue butuh bantuan lo sama Kiara." ucapnya cepat
Aku mengerutkan kening. "Bantuan gue sama Kiara?" Aku melirik ke arah Kiara, yang langsung menoleh penasaran begitu mendengar namanya disebut.
Dia berjalan menghampiriku sambil mengisyaratkan agar aku menyalakan loudspeaker. Tanpa banyak tanya, aku menuruti permintaannya.
"Iya," lanjut Orlando di ujung telepon. "Gue mau minta bantuan kalian buat ngelamar Gia."
Kalimat itu sukses membuat Kiara berteriak girang. "Akhirnyaaa! Gue setuju, Do! Jadi gimana rencananya?"
"Kalian berdua dimana?"
"Di apartemen Kiara."
"Gue kesana sekarang."
Aku memutuskan panggilan dan menatap Kiara yang masih tersenyum lebar.
"Kamu senang banget," ujarku sambil menariknya ke dalam pelukanku.
"Iya dong. Kamu harus tau, sayang. Gia itu selalu galau dan selalu bertanya-tanya mengenai keseriusan Orlando."
Aku tersenyum, lalu dengan nada menggoda berkata, "Kalau aku lamar kamu sekarang, gimana? Kamu mau?"
Kiara menoleh padaku dengan ekspresi pura-pura berpikir. "Hmm... gimana ya?" Lalu dia tertawa. "Mau dong! Kapan mau lamar aku?"
Aku terdiam sejenak, terkejut oleh jawabannya yang lugas. Dalam hati, aku mulai memikirkan sesuatu yang lebih besar. Apa hubungan kami benar-benar akan berakhir bahagia? Atau ini hanya kebahagiaan sementara yang bisa hancur kapan saja?
"Kok kamu tiba-tiba diam? Jangan bilang kamu gak serius sama aku," tanya Kiara, matanya menyelidik.
Aku tersenyum kecil, lalu menatapnya dengan lembut. "Kamu tunggu aja, ya."
Setelah dua jam menunggu, akhirnya Orlando tiba di apartemen Kiara. Dia menjelaskan semua rencananya termasuk bagaimana dia akan melamar Gia nanti.
*****
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu Orlando, momen di mana dia akan melamar Gia. Semua persiapan telah dilakukan dengan matang, dan aku serta Kiara telah membantunya untuk mempersiapkan momen spesial ini.
Saat ini kami berada di villa keluarga Orlando, sebuah tempat yang begitu luas dan nyaman, dikelilingi oleh hijaunya alam pedesaan. Di sekeliling villa, terdapat beberapa hewan ternak, seperti sapi dan kambing, yang dirawat oleh orang kepercayaan keluarga Orlando. Suasana di sini benar-benar menenangkan, mungkin aku harus mulai mempertimbangkan dana pensiun dari sekarang agar bisa menikmati hidupku nanti.
Saat aku mencari Kiara, aku menemukannya di dekat kandang sapi. Dia sedang berbicara... ya, berbicara dengan seekor sapi. Wajahnya terlihat begitu serius namun menggemaskan, seolah benar-benar ada komunikasi yang terjadi di antara mereka. Aku menghampirinya, tak bisa menahan rasa heranku.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Icy Girl (COMPLETED)
RandomSiapa sangka, pertemuanku dengan seorang perempuan berwajah dingin justru membuat hatiku terasa hangat? Aku selalu percaya bahwa kebahagiaan bisa diraih jika aku terus mempertahankan orang yang kucintai. Tapi tak kusangka, seseorang yang selama ini...
