Still, San! - Chapter 34

1.5K 69 17
                                        

Menjelang akhir masa pendidikan di Akademi Militer, banyak kegiatan yang harus diikuti oleh Sermatutar Adrian dan satu angkatannya. Tiga minggu usai kembali dari latihan integritas di Maluku Utara, para taruna tingkat IV tersebut melaksanakan tradisi Kirab Pamitan yang digelar di Alun-alun Kota Magelang. Acara hari itu berlangsung meriah dan penuh haru. Seluruh taruna tingkat IV juga civitas akademika Akmil mengucapkan rasa terima kasihnya kepada warga Magelang.

Euforia dari acara kemarin masih begitu terasa. Namun hari berlalu mereka sudah kembali mengikuti rangkaian tradisi lainnya. Sore hingga malam ini digelar acara Malam Pengantar Tugas Sermatutar Capaja. Acara MPT dimaksudkan untuk melepas dan mengantar para Capaja ke penugasan berikutnya dan juga sebagai wahana untuk mempererat tali silaturahmi. Ikatan batin dan rasa kebersamaan antara para taruna Capaja dengan taruna junior serta dengan almamater keluarga besar Akmil.

MPT juga menjadi salah satu tradisi yang paling dinanti oleh para taruna Capaja. Mereka diperbolehkan—atau mungkin diharuskan, membawa rekanita masing-masing untuk turut memeriahkan acara. Karena saat MPT ini juga akan ada banyak kegiatan dan game-game yang harus dimainkan oleh taruna dan rekanita.

Saat MPT inilah akhirnya Sermatutar Adrian bisa dengan bangga memamerkan rekanitanya. Nindhy begitu cantik malam ini. Memakai dress di bawah lutut yang senada dengan PDPM yang Adrian kenakan. Wajahnya dipoles make up tipis. Yang meskipun tipis, aura cantiknya masih terpancar dengan begitu mengagumkan. Itu juga yang akhirnya membuat Adrian tak sekalipun melepas tautan tangan mereka. Kan dia sendiri juga taruna yang paham betul kawan-kawannya yang 'nakal'. Meski sudah memiliki rekanita sendiri namun masih sempat melirik rekanitanya. Kalau Adrian jangan ditanya, Nindhy telah mengalihkan dunianya. Rasanya tidak ada waktu untuknya melirik rekanita kawan-kawannya.

Adrian dan Nindhy satu meja bersama tiga kawan Adrian yang lain beserta rekanitanya masing-masing. Ada Cakra, Dimas dan Nanda. Ini menjadi kali kedua Nindhy bertemu dengan rekanita Cakra dan Dimas. Sementara perempuan yang Nanda bawa, Nindhy baru melihatnya.

"Kamu tau, sayang, itu cewek dipaksa Nanda buat jadi pasangannya malam ini. Kamu tau sendiri, Nanda itu jomblo menahun. Dan kamu juga tau kan, cinta, konsekuensi kalau nggak bawa rekanita," bisik Adrian lirih. Ia mecondongkan tubuhnya ke kursi Nindhy.

"Pantes keliatan nggak nyaman ya, Bang?"

Adrian terkekeh kecil. "Iya. Tapi Nanda emang udah ngincer, sayang. Paling selesai acara, bakal ditembak sama Nanda."

Nindhy kemudian mengajak calon rekanita Nanda itu mengobrol. Mereka berkenalan dan berlanjut tukar menukar sosial media masing-masing. Adrian membiarkan Nindhy mengobrol dengan calon rekanita Nanda. Sementara Adrian sibuk mengisi perut dengan hidangan yang tersaji di atas meja. Meski begitu satu tangan lainnya masih terus menggenggam tangan Nindhy.

Tidak berselang lama, Adrian dikagetkan oleh suara pembawa acara yang memanggilnya beserta Nindhy. Adrian celingukan. Ia tahu betul hanya ada satu Adrian di angkatannya. Tapi ia juga tidak merasa mendaftarkan diri di permainan memasang atribut seragam PDH oleh rekanita.

"Ya, sekali lagi untuk Sermatutar Adrian Alby beserta rekanitanya, dimohon untuk segera maju." Suara MC itu kembali terdengar.

Nindhy menatap Adrian penuh tanya. "Bang Ian kok ingkar sih? Kan aku bilang nggak mau ikut-ikutan kaya gitu."

"Sumpah, sayang! Aku nggak ngerasa daftar." Adrian membela diri. Ia melirik Sermatutar Dimas yang tersenyum penuh arti. "Kerjaan lo kan, Suh? Ngaku lo!"

"Ups! Ketahuan deh!"

"Lo, Suh!" Adrian memberi tatapan tajamnya. Sangat kesal saat ini.

Nindhy lalu menghela napas saat lagi-lagi MC memanggil mereka. "Udahlah, Bang Ian, kita maju aja, nggak papa." Nindhy memberi senyum lembut. Tidak ingin ada perdebatan lagi. Lebih baik ia mengalah. Lagipula keikutsertaan mereka nanti bisa menjadi satu kenangan lain untuk mereka.

Still, San!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang