"Bagi sebagian orang, mereka hanya perlu mendaki dua atau tiga kali untuk sampai ke puncak. Namun, untuk sebagiannya lagi-mereka perlu mendaki berkali-kali sampai patah kaki, sebelum akhirnya bertemu dengan puncak itu." - Juniper
***
Ini tentang Jun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Akan selalu ada kata rindu untuk pertemuan pertama Ha dengan kawan-kawannya di Alpha Echo. Ha, Jax dan Nero bertemu saat kuliah, semuanya berjalan lancar dengan sumber daya yang mencukupi sehingga mudah bagi mereka untuk mewujudkan mimpi kecil membentuk sebuah band. Ketiganya bertemu Ki dan Irvine saat mereka mengikuti trainee di agensi musik yang sama. Figura yang sekarang ada dalam genggamannya adalah foto pertama mereka yang diambil waktu berjalan-jalan ke Marina Bay—berfoto di depan Patung Merlion, tersenyum di saat semuanya baik-baik saja.
Di sudut apartemen yang lain, Juni berjalan ke toilet dan melihat antidepresan di atas kitchen counter yang buru-buru membuatnya cemas. Langkahnya lekas mengayun ke ruang tengah, melihat Ha berdiri di sana—termenung bersama sebuah figura. Saat Juni sudah tepat di samping Ha, lelaki itu pun belum menyadari, masih terperangkap dengan kenangan di sana.
"Hey ...." Tangan Juni perlahan merengkuhnya dari samping, memeluknya. "Maaf soal perkataan aku di hari terakhir kita ketemu. Maaf karena aku egois dan nggak paham seberapa besar rasa sayang kamu sama Ki, sama teman-teman kamu yang lain."
"It feels like everything doesn't the same anymore, Babe," ujar Ha dari dasar hatinya yang diam-diam selalu menyadari Alpha Echo tak pernah sama lagi. "Aku tau kalimat kamu waktu itu cuman omongan impulsif, cuman jangan seperti itu lagi, ya. Aku betulan marah sama kamu waktu itu."
Juni kian mengeratkan pelukannya. "Kalau mereka berarti buat kamu, artinya mereka berarti buat kamu."
"Juni ... jadi seorang penyanyi selalu jadi mimpiku sejak dulu. Cuman sekarang rasanya bukan lagi. Semuanya buat aku bingung, belum lagi rumor tadi—aku nggak siap buka handphone-ku karena aku takut apa yang udah disiapin sama media soal dia. I just can't, lihat Ki yang selalu kena konflik buat aku merasa nggak adil buat dia. I have a lot of confusion, Jun."
"Maybe this time for you to take a rest and stop overthinking about all this messed-up stuff."
"It feels like we dreamt for the future together, but in the end we're growing apart."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ha mengulurkan tangannya, meraih pinggang Juni, dan menariknya lebih dekat. Ia memeluknya erat, seolah mencoba menemukan kenyamanan dalam kehadiran satu-satunya orang yang paling mengerti dirinya saat ini.