62

4K 370 38
                                        

Heeseung setengah sadar, mendengar suara pintu kamarnya terbuka pelan, matanya mengerjap menyesuaikan cahaya yang asalnya dari ruang tengah asrama.

"Ada apa?" tanya si Alpha dengan suara serak, dari aroma feromonnya, Heeseung tahu itu Ni-Ki.

"Hyung, sakit," terdengar gerutuan dari celah bibir si Omega, kakinya dibawa melangkah menuju si Alpha yang telah terduduk di atas ranjang, surai merahnya tampak sedikit berantakan.

"Apanya yang sakit hm?" Heeseung menarik pinggang Ni-Ki mendekat, membantunya naik ke atas ranjang, memberi tempat di sebelahnya.

Sang Alpha membantu Omega nya menemukan posisi berbaring yang nyaman, menempatkan salah satu bantal di balik punggung Ni-Ki yang wajahnya tampak gusar.

"Pinggangnya lagi?"

Ni-Ki menggeleng, menarik salah satu tangan Heeseung untuk menyentuh dadanya.

"Ini sakit."

Heeseung mengerjap, tampak diam sejenak sembari memperhatikan wajah Ni-Ki yang sesekali tampak meringis.

"Hyung," panggilan tersebut akhirnya menarik kembali kesadaran Heeseung, pelan-pelan memijat dada Ni-Ki yang tampaknya lebih berisi dari yang ia ingat terakhir kali.

"Apanya lagi yang sakit?" tanya Heeseung lagi, mengerti jika Omega yang tengah mengandung lebih sering merasakan sakit pada beberapa bagian tubuhnya karena penyesuaian dengan nyawa baru yang tumbuh di dalamnya.

Ni-Ki menggeleng pelan, matanya mulai sayu, jelas bahwa si Omega mengantuk.

"Kenapa bayinya tambah berat Hyung? Aku jadi gak bisa banyak gerak kayak biasanya, kalau kelamaan berdiri kakiku pegel," Ni-Ki mencibir, terdengar setengah sadar, tapi Heeseung tahu itu tidak bohong sama sekali.

Si Alpha meninggalkan sebuah ciuman kecil pada kening Omega nya yang membuat matanya mengerjap lembut, menatap Heeseung dengan manik yang setengah tersembunyi dari balik kelopak mata yang menyipit.

"Sshhh, tidur sayang," bisik Heeseung pelan, telapak tangannya yang bebas mengelus rambut silver Ni-Ki, menyisirnya dengan pelan.

"Nggak papa, ada Alpha di sini."

✥✥✥

Paginya, suara berisik dan wangi masakan yang asalnya dari dapur menyambut langkah si Omega yang melangkah pelan, masih dengan wajah mengantuknya, menghampiri Alphanya yang telah sibuk dengan rutinitas masing-masing.

"Pagi, mau buah melon?" Jungwon berbalik begitu merasakan beban pada punggungnya, Ni-Ki sedikit menjauh sebelum badannya bersandar lembut pada si Februari yang terkekeh kecil, meletakkan pisau dan potongan buah melon ke atas meja sebelum beralih memberi pelukan selamat pagi pada Omega nya.

"Morning," Sunoo menyapa dengan ceria, tanpa ragu sedikit mengganggu adegan berpelukan Jungwon dan Ni-Ki, mencari pipi berisi si Omega untuk diberi ciuman kecil.

Ni-Ki menggumam tak jelas, menduselkan wajahnya pada pundak lebar Jungwon, mencari aroma rumput segar si Alpha.

"Ayo duduk dulu, hyung udah kupasin buah," bisik Jungwon tepat di sebelah telinga yang lebih muda, tangannya naik merapikan surai berantakannya.

"Mau banyak," gumaman kecil Ni-Ki lekas dapat anggukan dari Jungwon.

"Siap Mama bayi," ujarnya sebelum melepas rengkuhannya, membiarkan Ni-Ki berbalik mengambil duduk tepat di sebelah Sunghoon yang pagi itu tampak mengrenyit menatap ponsel yang menyala di depannya.

Mungkin Alphanya punya jadwal solo hari ini.

"Apa itu?" tanya Ni-Ki penasaran, kepalanya ia sandarkan pada bahu si Alpha Desember setelah menarik kursinya lebih dekat, ikut mengintip sesuatu yang ditampilkan di layar ponsel.

"Kontrak brand deals, gak tau kapan acaranya," Sunghoon memberi jawaban singkat, setelahnya melayangkan ciuman singkat pada bibir si Omega yang terbuka, hendak memberi respon, tangannya yang bebas mengelus pelan perut Ni-Ki.

"Sama Jake hyung lagi?" Ni-Ki mendongak, tampak menatap penasaran, si Alpha mengangguk singkat.

"Kayaknya gitu."

"Hyung!" Ni-Ki sedikit memekik begitu Jake tiba-tiba telah berdiri di belakangnya, meraih kedua sisi wajahnya untuk di dongakkan, dicuimi bibirnya berulang kali hingga pukulan gagang spatula yang dilayangkan Jay pada bahunya membuat si November meringis kesakitan.

"Siapa semalem bikin ramyeon tapi nggak diberesin?"

Jake otomatis meringis, cengegesan, urung melayangkan amarahnya karena pukulan di bahunya.

"Bang Hee itu semalem," Jake melempar tuduhan, sedangkan yang namanya disebut tampak baru menginjakkan kaki di dapur, menatap kebingungan.

"Hah? Gue kenapa?" si Oktober berdiri linglung.

"Ikeu Hyung bohong dih, orang semalem Hee Hyung tidur sama aku," cibir Ni-Ki, melirik sinis pada si November yang gagal melemparkan kesalahannya.

Jungwon menggeleng kecil, meletakkan mangkuk berisi buah yang telah dicuci dan dipotong kecil ke depan si Omega yang langsung menatap dengan mata berbinar-binar, lupa pada rasa kesalnya pada Jake tadi.

Sedangkan Heeseung masih kebingungan, menatap Sunoo dan Sunghoon bergantian meminta kejelasan mengapa namanya tiba-tiba disebut.

"Hari ini Omega ada jadwal pemeriksaan, siapa yang mau pergi?" tanya Jungwon kemudian, mengambil duduk tepat di sebelah Jay yang baru selesai menyajikan masakan terakhirnya.

Tatapan Sunghoon dan Sunoo sekilas bertabrakan, sinyal akan adanya perebutan yang langsung disadari si Februari, sebagai leader, tentu hafal ia dengan sikap member pada satu sama lain.

"Nggak ada rebutan, sekalian kalian berdua ikut pergi," Jungwon memotong mutlak tatapan sengit yang tercipta antara Sunghoon dan Sunoo, Ni-Ki terkekeh kecil dibuatnya.


➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang