"Hyung aneh."
Sepanjang live tengah malam mereka, Ni-Ki perhatikan bagaimana tingkah si Alpha Februari yang tampaknya tidak bisa diam, Jay mengerutkan dahinya sekilas, biasanya jika Jungwon sudah seperti itu, pasti kesadarannya telah nyaris hilang.
Jadwal comeback dan di hari itu padat dengan kegiatan yang mereka lakukan, tak heran rasa lelah hinggap di tubuh masing-masing.
"Won, lo nggak papa?" tanya Heeseung, terdengar jelas nada khawatirnya, Jungwon melirik sekilas selagi meneguk air minumnya. Kamera baru saja mati beberapa saat yang lalu.
"Hah? Gue kenapa?" Jungwon tersenyum, padahal wajahnya jelas lelah. Heeseung akhirnya mengalah dan memilih menggeleng kecil.
"Gue ngantuk," Jake mengeluh, sendi-sendinya meronta minta istirahat.
"Hati-hati gelap," peringat Sunghoon, tangannya menyangga punggung Ni-Ki begitu mereka memasuki mobil, untuk kembali ke dorm, akhirnya beristirahat setelah jadwal padat yang menggila.
Begitu sampai ke tempat tujuan, Ni-Ki dibuat kaget begitu tubuhnya melayang, diangkat sepasang lengan yang langsung membawanya masuk ke dalam asrama, menuju kamar.
"Anjir, cepet susul! Udah ngawang itu kesadarannya!" sentak Jay panik, melihat gerakan tiba-tiba Jungwon, panik bercampur rasa khawatir.
Kelelahan kadang bisa jadi faktor orang-orang kehilangan kesadaran, nyaris seperti orang mabuk yang tak akan sadar dengan apa yang mereka lakukan.
"Jungwon Hyung!"
Suara panik Ni-Ki lekas buat Alpha lainnya kalang kabut, berlari menuju asal suara, kamar Jungwon yang pintunya terbuka lebar.
"Hei hei, kenapa sayang?" Jay masuk lebih dulu, mendapati Jungwon telah berbaring di atas ranjang tak sadarkan diri—kelihatannya begitu. Dan Ni-Ki yang duduk di sebelahnya dengan sepasang manik yang berkaca-kaca.
"Jungwon Hyung tiba-tiba—dia nggak papa kan Jay Hyung?"
Sunoo lekas mendekat, mencoba mengecek keadaan leader mereka.
"Pingsan, kayaknya," gumamnya, mendongak pada Jay yang menghela napas panjang.
"Udah gue duga dari sikapnya yang aneh dari tadi," si April melembar tasnya ke sudut ruangan, beralih melepas kaos kaki yang masih rapi di kaki Jungwon.
"Bantuin gue bersihin ni anak dulu," Jay menatap Sunoo, sedikit mencibir.
"Ni-Ki juga Hoon."
Sunghoon mengangguk, lekas mengangkat tubuh si Omega yang sejak tadi memeluknya.
"Tapi Jungwon Hyung?"
Sunghoon mengelus lembut punggung Ni-Ki yang gemetar, terisak ringan.
"Jungwon cuma tidur sayang, nggak papa. Kita beres-beres juga ya? Terus tidur. Kasian dede bayinya," si Alpha berjalan pelan, meninggalkan kamar Jungwon untuk membawa Ni-Ki ke kamarnya, diikuti Heeseung dan Jake yang membereskan barang bawaan mereka.
"Jungwon Hyung nggak papa kan?" tanya Ni-Ki lagi, menatap Sunghoon yang baru saja menurunkannya ke atas ranjang kamar, si Alpha Desember mencoba bersikap tenang, mengeluarkan feromon gaharunya untuk menengankan feromon gelisah Omeganya.
"Nggak papa, Jungwon cuma butuh istirahat. Tadi kayaknya capek karena di panggil sana sini buat acara ini itu."
Bibirnya melengkung ke bawah, menunduk melihat Sunghoon membantu melepas kaos kakinya, Ni-Ki gigit bibir bawahnya supaya isaknya tidak berisik sehingga mengganggu yang lain.
Semua orang tampak benar-benar kelelahan, apa lagi siang tadi ia sempat nyaris tumbang pula. Saat itulah Jungwon terlihat makin memaksakan dirinya—semua Alphanya jelas khawatir.
"Sunghoon Hyung balik aja ke kamar beres-beres juga, aku bisa sendiri," pinta Ni-Ki dengan suara sedikit pecah karena menangis.
"Nanti," balas Sunghoon singkat yang tak membuat Ni-Ki puas.
Saat itu lah Jake masuk, telah berganti ke setelah rumahan.
"Lo balik sana ke kamar beres-beres, gue gantiin," Jake menyikut pinggang Sunghoon pelan.
"Kalau laper itu bang Heeseung bikin ramyeon, bilangin gue juga mau satu."
Sunghoon mengangguk, akhirnya membiarkan Jake menggantikannya membantu Ni-Ki, melesat keluar menuju kamarnya setelah mengintip Heeseung untuk menyampaikan pesanan.
"Jake Hyung katanya ngantuk?" Ni-Ki mendongak, menatap Alphanya yang tampak sibuk mengambil sabun dan alat mandi setelah menurunkannya ke dalam bathtub berisi air hangat.
"Iya, tapi cacing di perut disko minta makan," celetuk Jake asal, dengan lembut menggosok kulit Ni-Ki dengan sabun.
"Perutnya sakit nggak?" tanya Jake lagi, suaranya terdengar teduh.
Ni-Ki menggeleng kecil, "enggak, dedeknya anteng."
"Mandinya jangan lama-lama," Jay melongok dari celah pintu kamar mandi, buat Jake dan Ni-Ki menoleh bersamaan.
"Bentar lagi selesai," balas Jake, mengembalikan alat mandi ke tempatnya semula.
"Susunya di nakas ya, jangan lupa diminum terus langsung tidur. Mumpung ada waktu istirahat lumayan lama hari ini," pesan Jay sebelum melangkah keluar kamar.
"Denger kan? Nanti langsung tidur," Jake mencubit gemas ujung hidung Ni-Ki yang sedikit memerah, seolah tahu si Omega akhir-akhir ini tidur lebih lambat.
"Iya iya," Ni-Ki tampak cemberut, lekas melingkarkan kedua lengannya pada leher Jake begitu si Alpha mengangkat tubuhnya untuk dibawa keluar kamar mandi.
Jake mendengus,"jangan iya iya aja, harus tidur beneran."
KAMU SEDANG MEMBACA
➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√
FanfictionNi-Ki tinggi- pasti alpha. Lantas feromon manis memabukkan ini milik siapa? Jika bahkan ketujuh anggota adalah Alpha. ⚠️🔞cerita ini boy's love, bxb, homo, mpreg, Omegaverse, harem, mature, male lactation, tidak diperuntukkan untuk homophobic. Just...
