70

1.9K 251 26
                                        

Helaan napas panjang meluncur keluar dari celah bibir si Alpha Februari, sendok yang semula siap disuapkan langsung kembali masuk ke dalam mangkuk.

Seorang  bayi berumur enam bulan tampak tersenyum dengan polosnya, maniknya yang bulat bertemu tatap dengan Jungwon yang berkacak pinggang.

"Seongwon, astaga," kekehan kecil jadi jawabnya, kali ketiga sudah Jungwon temukan bayi kembar mereka duduk anteng di dalam kukas yang pintunya telah terbuka- entah bagaimana bayi itu bisa membukanya.

"Tarik keluar Won, ini ajaran Sunghoon tuh pasti," Jay menggeleng kecil dengan ekspresi yang sulit dijabarkan, seorang bayi kembar lainnya tampak tidur tenang di dalam dekapannya, bersandar nyaman pada pundak si Alpha April.

Jungwon lekas mengangkat si bayi, menggendongnya dengan sebelah tangan yang masih memegang mangkuk untuk menutup pintu kulkas.

"Dia mau nyari stroberi itu, kaya lo yang tengah malem kadang masih nyemilin tu buah- Suho awas-" Sunghoon menyahut dari seberang ruangan, mengejar bayi kembar sisanya yang nyaris terjun bebas dari atas sofa- tertawa kecil ketik tubuh mungilnya mendarat persis di atas lengan Sunghoon yang bergerak refleks.

"Kayanya udah waktunya mereka tidur siang," Sunoo menghela napas panjang, tangannya sibuk memunguti mainan-mainan yang berserak di atas lantai.

"Susunya udah," Heeseung yang sejak tadi sibuk berkutat di dapur akhirnya bergabung dengan tiga botol susu di tangannya.

"Omega?"

Ni-ki menoleh begitu pintu kamarnya terbuka, menata bantal terkhir di atas kasur sebelum memberi jalan untuk ketiga Alphanya menidurkan bayi kembar mereka.

"Jonghyun kayanya yang paling tenng, tau kalau udah waktunya tidur," si Omega bergumam kecil, membenarkan selimut yang menutupi ketiga bayi mungil di atas ranjangnya- dan hal kecil itu sama sekali tak luput dari prhatian keenam Alphanya.

"Nah, karena udah tenang, sekarang waktunya kita," Heeseung tanpa aba-aba mengangkat tubuh Omeganya yang dengan refleks melingkarkan lengannya ke sekeliling leher Alphanya.

"Hyung-"

Pintu kamar tertutup dari luar, meninggalkan tiga bayi kecil yang masih tertidur lelap. Bayi-bayi kecil yang beberapa bulan lalu tak mereka duga kehadirannya. Namun meski begitu, tak satupun dari mereka menolak kehadiran baru itu.






























End.


Long time no see...

Maaf kalau Ours endingnya di sini, dengan ending yang nggak memuaskan (aku nggak puas TT) I'm really sorry. Mungkin karena tuntutan pekerjaan yang hampir nyita semua waktu luangku, jadi aku agak susah nyari space buat nulis, nggak selowong beberapa bulan lalu. Dan juga karena nggak sesering kemarin-kemarin mantengin konten nikreun, kurasa aku mulai bingung ini ours mau diisi apa lagi :0 dari pada ngegantung tanpa kepastian, jadi aku mutusin dihentiin aja sampai sini.

But, Debu masih di sini ya ^^  nggak serutin kemarin-kemarin, tapi kalau luang dan sempet, pasti ada notif lainnya.

Salam, debu.

🎉 Kamu telah selesai membaca ➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√ 🎉
➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang