Ni-Ki tinggi- pasti alpha.
Lantas feromon manis memabukkan ini milik siapa? Jika bahkan ketujuh anggota adalah Alpha.
⚠️🔞cerita ini boy's love, bxb, homo, mpreg, Omegaverse, harem, mature, male lactation, tidak diperuntukkan untuk homophobic. Just...
Bathtub di kamar mandi setengah penuh, terisi oleh air hangat yang membuat tubuh rileks.
Bau wangi sabun memenuhi kamar mandi yang tampak tenang, Ni-Ki setengah tertidur bersandar pada tubuh Jungwon yang memeluknya dari belakang.
"Omega, hey jangan tidur dulu," Jungwon mencubit pipi Ni-Ki yang tampak bersemu merah sejak kehamilannya, menambah kesan menggemaskan pada wajahnya.
"Aku enggak," balas Ni-Ki dengan bibir cemberut, merasa terganggu karena Jungwon menggagalkan niatnya tidur.
"Mau berendam sampek kapan kalian?" kepala Sunoo mengintip dari sela pintu kamar mandi yang terbuka, Jungwon terkekeh mendengar Omega nya sedikit merengek.
"Jangan lama-lama, nanti masuk angin bisa gawat," pesan Sunoo sekali lagi sebelum menarik kepalanya keluar, kembali melakukan aktivitasnya tadi.
"Jungwon!" Ni-Ki mengerang, mencoba membebaskan diri dari Jungwon yang mulai menciumi setiap inci wajahnya dengan gemas.
Si Omega menatap Alphanya dengan bibir mencebik, alis tebal yang nyaris menyatu, dan mata sayu karena mengantuk.
Sial. Mengapa menggemaskan sekali?
Jungwon menggigit pipi bagian dalamnya, sudut bibirnya berkedut menahan senyum. Dibawanya dagu Ni-Ki untuk sedikit menunduk, mendekatkan bibirnya pada bibir berisi si Omega, mengecupnya sekilas, sekali dua kali sebelum berubah menjadi lumatan, melibatkan lidah dan liur satu sama lain.
"Mmhm-"
Pipi si Omega semakin memerah, matanya tambah sayu lagi dari sebelumnya, jemarinya mencengkeram salah satu lengan Jungwon yang mengelus perut besarnya dengan lembut.
"Alpha," Omeganya bergumam, napasnya memburu mengais oksigen dengan rakus setelah ciuman yang sedikit lama dan terkesan menuntut.
"Hm?" Jungwon menggumam sebagai balasan, menyembunyikan wajahnya pada pundak Ni-Ki yang bersandar lemas di dadanya.
Ni-Ki menggeleng lembut, memutuskan untuk membiarkan posisi itu bertahan lebih lama, feromon keduanya bercampur tenang di udara, dengan sepasang deru napas tenang yang saling bersahutan dan sentuhan kulit ke kulit yang terasa hangat.
"Jungwon jangan tidur," Ni-Ki menepuk-nepuk tangan Jungwon yang masih melingkari perutnya.
"Enggak tidur," balas Jungwon dengan suara serak, Ni-ki diam-diam mencibir.
"Ayo keluar, airnya udah dingin," si Omega tinggalkan kecupan singkat pada pelipis Alphanya yang terpaksa mengangkat kepalanya.
"Cium bibir lagi," pinta Jungwon, menunjuk bibirnya sendiri, Ni-ki memasang wajah malas, memajukan bibirnya cepat untuk meninggalkan kecupan singkat pada bibir Jungwon yang malah mengeratkan pelukannya.
"Udah ih, lepas!"
"Kurang," Jungwon merengek, dan Ni-Ki tahu Alphanya itu enggan melepas pelukannya sebelum keinginannya dituruti.
Ni-ki menghela napas panjang, mencium lagi bibir Jungwon yang kali ini lekas menahan tengkuknya, memperdalam ciuman mereka.
"Sengaja ya bikin lemes?" tanya Ni-Ki sebal, memukul main-main dada telanjang Jungwon yang terkekeh tengil, mencium lagi bibir Omeganya dengan singkat sebelum mereka bangkit keluar, meninggalkan kamar mandi yang masih dipenuhi uap hangat.
✥✥✥
Sore itu suasana dorm mereka sedikit riuh, suara Jay dan Jake terdengar, entah memperdebatkan apa di depan televisi yang masih menyala, Sunghoon duduk di antara keduanya dengan wajah datar, memakan kue tiramisu kesukaannya sambil menonton tayangan di televisi. Sunoo bersandar di kakinya, duduk di atas karpet sambil menikmati eskrim mint choco nya. Dua orang aneh yang tak merasa terganggu dengan perdebatan Jay dan Jake.
"Berisik, ngeributin apa sih?" Heeseung memukul belakang kepala Jay dan Jake bersamaan, wajahnya masam dan tampak seperti orang bangun tidur, Jungwon dan Ni-Ki keluar dari kamar dengan tatapan heran.
"Akhirnya diem, gue udah capek dari tadi nyoba lerai," Sunghoon menghembuskan napas lega, menyodorkan sesendok Tiramisu pada Ni-Ki yang tiba-tiba sudah duduk di pangkuannya, Sunoo telah bergeser menjauh dari kakinya.
"Dia Hyung, gak mau cuci piring bekas makan ramyeon nya," Jay menuding Jake dengan sengit.
"Gue lupa anjir, lagian tetep gue cuci kan tadi?" balas Jake tak kalah sengit.
"Tapi telat! Lo makannya semalem nyucinya baru tadi!"
Ni-Ki mengernyitkan keningnya, menaikkan kedua kakinya di atas paha Jay, meraih telunjuk yang si April arahkan pada Jake dan ia pindahkan ke atas kakinya.
"Pijetin hyung," ujarnya enteng, melerai baik-baik dua orang itu pun sepertinya tak berguna, jadi ia memilih melakukan hal ini.
Akhirnya Jay diam, tersadar, tangannya otomatis bergerak menuruti permintaan Omeganya, sedangkan Jake hanya berdehem, sadar kalau perdebatan tak penting mereka telah jadi pusat perhatian.
Sunghoon terkekeh, melingkarkan lengannya ke sisi tubuh Ni-ki untuk menjaga Omega itu supaya tidak jatuh, Tiramisunya sudah di ambil alih.
"Damai juga, gini kan enak. Mau nonton apa nih kita?" Sunoo buka suara, memencet tombol remot televisi untuk mencari-cari tontonan yang menarik.
"Nonton Totoro Hyung!" si Omega yang berkata demikian, dan begitu Sunoo melirik yang lainnya, hanya anggukan setuju yang didapatnya.
Heeseung tersenyum kecil, menggeleng pelan, melangkah meninggalkan mereka berenam untuk pergi mandi sebelum nantinya bergabung menghabiskan malam untuk menonton film bersama.
"Sunoo hyung, mau es krimnya."
Sunoo dengan suka rela memberikan cup es krimnya, untuk Omeganya siapa sih yang akan berani menolak?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.