60

4K 362 54
                                        

"Mau mampir beli sesuatu?"

Jake melirik sekilas pada kursi penumpang di sebelahnya, fokusnya tak teralih dari jalanan di depan.

"Nggak," Ni-Ki balas dengan gelengan, memilih meraih tangan Jake yang bebas tak memegang roda kemudi, meletakkannya dengan lembut di atas perutnya yang bulat.

"Rasanya kayak begah, kebanyakan makan," celetukan si Desember undang kekehan kecil Alphanya.

"Tapi isinya bayi?" Jake mengelus pelan perut Ni-Ki, tapi pandangannya tetap terpaku pada jalanan yang mereka lewati, mobilnya berjalan santai tak terburu-buru.

"Makan bayi," gumaman si Omega langsung dibalas cubitan sedikit keras pada pipi berisinya.

"Ngawur."

"Sakit!" Ni-Ki memukul pelan lengan Jake, wajahnya cemberut merasakan pipinya berdenyut akibat cubitan gemas barusan.

"Tapi mereka lucu Hyung, masih kayak biji."

Jake lagi-lagi melirik, kali ini Ni-Ki tampak mengulas senyum tipis begitu menatap foto hasil USG di tangannya, si calon Ibu bisa merasakan dadanya penuh dengan perasaan yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.

Jake ikut tersenyum, mengelus lagi perut Omeganya, "sehat-sehat dede bayi."

✥✥✥


Suara lagu masih menggema, latihan rutin mereka masih berjalan, tapi Ni-Ki hari itu tak diizinkan terlalu lama ikut berlatih. Berakhir raut masam tak hilang dari wajahnya, Omega itu duduk bersandar pada cermin tepi ruangan, sibuk mengunyah jajanan kendati bibirnya cemberut lengkap dengan alis berkerut yang nyaris bertemu di tengah keningnya.

Sunoo terkekeh begitu jeda lagu, tangannya mampir menepuk pelan puncak kepala Ni-Ki yang menatapnya dengan binar kesal.

"Mama bayi ngambek Mama bayi, jangan ngambek Mama bayi," goda Sunoo, sengaja menjawil sedikit ujung hidung Ni-Ki yang lekas menepis tangan Alphanya, benar-benar merajuk agaknya.

"Jangan digodain gitu, tambah maju itu bibirnya," celetuk Sunghoon meledek, Ni-Ki melengos, tak mau menatap kedua Alpha yang kini tertawa puas. Benar-benar bekerja sama menjahilinya.

"Hyung," Ni-Ki mengadu, merapatkan tubuhnya pada Jay yang mengambil duduk di sebelahnya, menawarkan minuman yang langsung diterima tanpa berpikir dua kali.

"Gimana tadi hasil periksanya? Jadwal periksanya kapan aja? Nanti kita ganti-gantian anterin," Heeseung ajukan pertanyaan, Ni-Ki tampak berpikir sejenak sambil mencari posisi nyaman bersandar pada bahu Jay.

"Baik, mereka sehat," Ni-Ki mengangguk-angguk, mengusap perutnya sekilas sebelum kembali sibuk mengunyah keripik kentang di tangannya.

"Mereka?" Jungwon mengrenyit, menoleh pada Jake yang tengah meneguk air minumnya.

"Kembar tiga," celetuk Ni-Ki, berhenti mengunyah dan menunjukkan pula jemarinya.

Ekspresi terkejut nampak pada masing-masing wajah, Jake mengendik acuh seolah telah menebak apa yang akan mereka dapatkan sebagai reaksi.

Ni-Ki melirik ke sekeliling, pada wajah-wajah yang terdiam tampak berpikir, Jungwon sendiri menyipitkan matanya sebelum berbalik dan melangkah keluar ruangan tanpa bersuara atau setidaknya mengatakan akan ke mana ia pergi langkahkan kaki.

Si Omega jadi kebingungan, namun kemudian Sunghoon yang lebih dulu merusak keheningan, mencuri ciuman singkat pada bibir Ni-Ki yang sedikit terbuka.

"Kalau ada apa-apa, butuh apa-apa harus bilang, gak boleh diem," Sunghoon tampak serius, paham betul tabiat si Omega yang lebih sering diam menyembunyikan nyaris segala hal.

Mendengar ucapan dan tatapan serius si Alpha Desember, mau tak mau Ni-Ki mengangguk kaku, Sunghoon dan sikap seriusnya terlalu menakutkan untuk dibantah.

✥✥✥

Dengkur halus dan teratur yang asalnya dari si Omega buat Jay tersenyum kecil, membenarkan selimut yang nyaris merosot dari kedua bahu Omeganya, tangannya mengelus lembut pipi yang mulai berisi karena nafsu makan yang naik drastis setelah masa morning sickness resmi usai.

Kernyitan samar pada kening Ni-Ki terlihat, menggeliat sejenak mencari posisi nyaman, meringkuk di dalam rengkuhan si Alpha April yang akhirnya bubuhkan ciuman singkat pada kening yang lebih muda.

Matanya bergulir, melirik pada siaran di televisi yang telah menyala sejak dua jam yang lalu. Suasana dorm malam itu sunyi, selain suara televisi dan samar napas teratur Ni-Ki, suara dengkur member lain juga terdengar jelas. Malam itu mereka baru saja menonton beberapa siaran ulang acara-acara panggung mereka, bertujuan iseng semata hingga akhirnya Sunoo menggantinya dengan menonton drama.

Kini malah berakhir seluruh penghuni tertidur di ruang tamu.

Jay menatap langit-langit dorm, sejenak membiarkan keheningan malam menyergap sebelum ia hela napas panjang, semakin memper erat rengkuhan nya pada tubuh si Omega sebelum memutuskan ikut memejamkan mata menjemput alam mimpi.

➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang