66

3.1K 358 51
                                        

"Makan yang banyak," Sunghoon terkekeh, mengisi lagi piring Ni-ki dengan daging yang baru saja diangkat dari panggangan. Sunoo ikut mengoperkan sayuran ke piring Ni-ki yang masih sibuk mengunyah.

Pukul sembilan sekarang, mereka memutuskan untuk mampir di salah satu restoran barbeque untuk makan malam, sedangkan Jungwon masih dengan urusannya dan Heeseung yang sepertinya butuh waktu sendiri di studio. Sedangkan Jay dan Jake telah lebih dulu kembali ke asrama untuk beristirahat.

Beberapa pengunjung masih berdatangan memasuki restoran, bau daging panggang memenuhi seisi ruangan.

Setengah jam kemudian ketiganya telah usai dengan acara makan malam tersebut, berjalan beriringan keluar restoran untuk kembali menuju dorm.

Perasaan tak enak tiba-tiba menghampiri, Ni-ki sedikit meremas ujung hoodie yang Sunghoon kenakan, semakin merapatkan diri.

"Hyung, ada yang ngikutin ya?" bisiknya pelan.

Kejadian akhir-akhir ini soal mereka yang diikuti sedikit banyak membuat kewaspadaan semakin meningkat. Wajah Sunghoon tampak masam, dan Sunoo yang berjalan di sisi lain Ni-Ki tampak melirik ke segala arah tanpa dengan sengaja menunjukkan bahwa ia tengah mencari sosok yang mengikuti mereka.

"Pesen taksi," ucap Sunghoon, meski wajahnya tampak tak bersahabat namun suaranya tetap tenang.

Sunoo segera membuka layar ponselnya, malam itu hanya mereka bertiga tanpa penjagaan sama sekali. Sedikit ceroboh, apa lagi mereka membawa seorang Omega yang tengah mengandung.

Sunghoon menggenggam erat tangan kiri Ni-Ki sedangkan Sunoo telah melingkarkan lengannya di sekeliling punggung bawah si Omega. Kedua Alpha secara alami ingin melindungi Omega mereka di dalam situasi-situasi tak mengenakkan.

"Dia ngerekam?" Sunoo tampak tak senang dengan hal ini, semakin memeluk pinggang Omeganya dengan posesif.

Menunggu taksi yang mereka pesan rasanya sangat lama, dan karena jalanan tak begitu ramai, jadi sensasi diikuti dan diperhatikan terasa lebih nyata.

Butuh waktu lima belas menit yang terasa seperti satu jam hingga taksi yang mereka pesan datang, ketiganya lekas masuk ke dalam mobil tanpa berniat menetap di sana lebih lama.

"Bahaya banget," Sunoo mengernyit tak senang, resiko menjadi publik figure jelas tak main-main, nyaris tak ada privasi.

Ni-Ki menghela napas panjang, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

"Dia tadi ngerekam, gimana kalau kesebar?"

"Kalau sampek berani, kita laporin langsung ke polisi," sahut Sunghoon yang tadi sempat melihat wajah orang yang mengikuti mereka dan merekam balik.

"Wih pinter juga ada bukti," Sunoo jadi lebih lega sekarang.

✥✥✥

Suasana pagi di dorm jauh dari kata damai.

Jake dan Sunghoon masih berebut siapa dulu yang akan mandi segera setelah Jungwon keluar, dan Jay dengan kesibukannya membuat sarapan, Heeseung duduk terkantuk-kantuk karena baru pulang dari studio pukul dua dini hari.

"Mangga apa strawberry?" Sunoo mengangkat kedua buah yang ia maksud, menunjukkannya pada Ni-Ki yang memasang wajah berpikir.

"Mangga," tunjuk si Omega, Sunoo menggumam, "oke," sambil berbalik menghadap meja dapur, mulai memotong buah mangga sebelum ia masukkan ke dalam blender untuk dihaluskan.

"Strawberry ku ilang lagi?" tanya Jungwon masam, rambutnya masih basah dan handuk abu tergantung di lehernya, berdiri di depan kulkan sambil berkacak pinggang.

➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang