Ni-Ki tinggi- pasti alpha.
Lantas feromon manis memabukkan ini milik siapa? Jika bahkan ketujuh anggota adalah Alpha.
⚠️🔞cerita ini boy's love, bxb, homo, mpreg, Omegaverse, harem, mature, male lactation, tidak diperuntukkan untuk homophobic. Just...
Bunyi pintu yang terbuka sedikit mengalihkan fokus Ni-ki yang semula sibuk menatap layar televisi, Heeseung masuk dengan langkah gontai mendekati si Omega yang menatapnya heran.
"Kenapa?" tanya Ni-ki heran, namun tak menolak saat Heeseung merebahkan kepala di atas pahanya, Omega itu mau tak mau menyingkirkan semangkuk potongan buah yang baru saja Jay berikan beberapa saat yang lalu.
"Ngantuk," celetuk Heeseung dengan nada malas, lengannya otomatis melingkari pinggang Ni-ki dan wajahnya langsung berhadapan dengan perut bulat si Omega. Ada sedikit rasa gemas yang membuat si Alpha Oktober itu tanpa ragu menciumi perut Omeganya, memicu tendangan-tendangan kecil dari makhluk di dalamnya.
"Hyung! Aish mereka baru aja diem," Ni-ki menggerutu, sedikit meringis karena kehebohan di dalam perutnya.
Detik berikutnya si Omega rasakan ciuman singkat di pelipisnya, menoleh untuk menatap Jay yang baru saja keluar dari kamarnya, ikut duduk di sebelahnya setelah melirik sedikit tingkah member tertua mereka.
"Mandi sana lo bang, bau gitu nempel-nempel," celetukan Jake terdengar begitu Alpha itu keluar kamar mandi, mengusak rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil.
Heeseung hanya melirik sinis, malah menyamankan diri pada posisinya, menikmati elusan lembut jemari Ni-ki yang menyisir helaian pirangnya.
"Bilang aja lo juga mau dielus Omega," cibiran Heeseung membuat raut wajah Jake jadi lebih masam, sebelum Heeseung dia sudah lebih dulu merebahkan kepalanya di atas paha Ni-ki, berniat mandi sejenak sebelum kembali ke posisi awalnya namun malah Heeseung sudah lebih dulu mengambil tempatnya.
"Kaya anak kecil lu berdua," Jay merotasikan matanya, jengah. Ni-ki yang merasa terhibur hanya tertawa kecil, memanggil Jake untuk mendekat supaya ia bisa membantu si Alpha mengeringkan rambutnya.
Ciuman singkat pada bibirnya datang tiba-tiba, menghentikan tangan Ni-ki yang semula sibuk, Sunghoon berdiri di belakangnya telah memakai setelan piyama dengan wajah yang tampak lebih segar setelah seharian beraktivitas.
Suara pintu depan yang terbuka lagi-lagi mengalihkan perhatian, kali ini Jungwon masuk diikuti Sunoo yang tampak heboh membawa beberapa papperbag.
"Eh liat deh, sepatu bayinya kecil lucu-lucu," Alpha Juni itu akhir-akhir ini tampak bersemangat dengan perlengkapan bayi mereka, ditumpuk banyak-banyak di salah satu kamar yang telah dengan sengaja mereka siapkan.
Ni-ki memiringkan kepalanya yang sejak tadi tersandar di sandaran sofa, memperhatikan Alpha-alphanya yang akhirnya malah ikut penasaran dengan barang-barang bayi yang si Juni bawa.
Heeseung bangkit dari posisi rebahnya semula, yang dengan segera langsung diambil alih oleh Jungwon, si Februari tampak muak telah dipaksa Sunoo untuk ikut mampir ke toko perlengkapan bayi sepulangnya mereka dari studio.
"Kaki bayi emang sekecil ini?" Jake menyeletuk, mengangkat sepasang sepatu mungil yang ukurannya tak lebih besar dari telapak tangannya, alisnya berkerut.
"Ya kalau langsung segede kaki lo, ngeri anjir," sahut Sunghoon sinis.
Ni-ki hanya tertawa kecil, lagi-lagi memilih memperhatikan antusiasme Alpha-alphanya yang kini malah sudah membicarakan ke mana mereka akan menyekolahkan bayi-bayi mereka nantinya.
Si Omega sedikit banyak merasa lega, setelah minggu-minggu terakhir merasa sedikit resah dengan semakin dekatnya bayi-bayi kecil di perutnya akan segera menyapa mereka. Perasaannya diliputi kegelisahan dan kegembiraan yang bercampur menjadi satu.
"Hey, udah siapin nama belum? Kayanya udah harus nyari nama," ucap Jay tiba-tiba, mengalihkan perhatian yang lainnya, bahkan Jungwon yang semula telah setengah tertidur jadi membuka matanya lebar-lebar.
"Marganya nanti apa?" Sunghoon bertanya, matanya berkedip bingung, dan Alpha itu berhasil memunculkan kebingungan pada wajah Alpha-Alpha lain.
"Pakai margaku?" Ni-ki menyahut, dan langsung dapat tatapan tidak setuju dari masing-masing Alpha.
Sunoo menggoyangkan jari telunjuknya tanda tidak setuju,"engga-engga, margamu juga harus ganti nanti."
"Ganti marga yang mana?" kali ini Ni-ki yang jadi ikut bingung.
"Ada lima marga, emang mau aku borong semua?"
Jungwon mengendik acuh,"kalau bisa dapet lima marga kenapa engga?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lihat deh, sibuk sendiri sama bebeknya, mana sambil mecucu-mecucu😗😗