"Mau?"
Setelah seharian melakukan berbagai macam aktivitas, malam itu Heeseung memutuskan duduk di depan komputernya, memainkan game online setelah seharian melakukan rutinitas yang melelahkan.
Beberapa saat kemudian Ni-ki datang dengan sebungkus camilan, mengintip sedikit pada layar komputer sebelum mencari celah dari cara duduk si Alpha, menyelipkan dirinya hingga berhasil duduk di atas pangkuan Heeseung.
Heeseung menunduk, menatap sejenak sebuah keripik talas yang disodorkan di kepadanya, Alpha itu membuka mulutnya.
"Ah! Sakit!" Ni-ki mencebik begitu si Alpha dengan sengaja menggigit jarinya main-main, sedangkan si pelaku hanya terkekeh tanpa dosa.
"Kenapa belum tidur?" tanya Heeseung, sekilas mencium rambut Omeganya yang berbau shampo khasnya.
"Laper," celetuk Ni-ki pelan, kakinya berayun kecil, mulutnya tak berhenti mengunyah.
"Makan keripik emangnya kenyang?" tanya Heeseung dengan alis terangkat, maniknya mengedar pada layar komputer, tangannya menggeser mouse tanpa suara.
"Enggak, makanya itu. Ayo masakin aku ramyeon, mau makan itu," Ni-ki menarik-narik kaos Heeseung dengan wajah memohon. Seolah mengatakan "yang mau bayinya."
Entah benar begitu atau dia hanya memanfaatkan keadaan.
"Bentar dikit lagi."
"Jangan lama-lama," ujar Ni-ki sedikit enggan, akhirnya ikut memperhatikan layar komputer sambil melanjutkan sesi ngemilnya, sesekali mengelus perutnya dengan lembut.
"Ayo berdiri dulu," pinta Heeseung begitu menyelesaikan permainannya, mematikan komputer, Ni-ki berdiri dengan senyum lebar, lekas menggeret lengan Heeseung menuju dapur.
"Yang nggak pedes ya?" Heeseung mencium sekilas bibir Ni-ki yang tampak cemberut.
"Tapi pengen yang pedes..," gumamnya lirih, Heeseung dengan gemas mencium sisi lehernya sekilas.
"Engga, nggak boleh pedes-pedes. Kasian dede bayinya," Heeseung menggeleng tak setuju, tapi akhirnya Ni-Ki tetap mengangguk meski bibirnya masih cemberut.
"Hayo, bikin apa tuh?" Sunghoon tiba-tiba muncul, masih menggosok rambut basahnya dengan handuk. Alpha itu sepertinya baru saja mandi, wangi sabun dan shampo menguar dari tubuhnya, menari nari di udara.
"Omega lagi laper," balas Heeseung sekilas, melirik Sunghoon yang membuka kulkas, mengambil sebotol yogurt yang begitu baru ia teguk setengahnya, langsung diminta oleh Ni-ki yang duduk menunggu di meja makan.
"Mau mau," katanya seperti anak kecil, matanya berbinar menatap Sunghoon yang meringis dibuatnya, mau tak mau menyodorkan minumannya.
"Lo mau juga nggak? Ramyeon?" tawar Heeseung pada Sunghoon, setelab dibuat tersenyum oleh tingkat Ni-ki barusan.
"Boleh deh, satu ya dengan topping special," celetuk Sunghoon, mengangkat salah satu tangannya seolah tengah memesan sesuatu di restoran.
"Idih, gaya lu," cibir Heeseung pelan, namun tetap mengambil sebungkus ramyeon lagi di dalam lemari.
"Bercanda deh, ramyeon bikinan lo enak, emang pakar ramyeon," celetuk Sunghoon yang kemudian ikut mendudukkan diri di sebelah Ni-Ki.
Omega itu tampak menatap botol yogurt kosong di tangannya sebelum menatap Sunghoon sambil tersenyum, berdiri dan lekas duduk di atas pangkuan si Alpha yang sedikit terkejut.
Heeseung tertawa dari depan kompor.
"Dia kayak gitu dari tadi, pas gue lagi nge game."
"Nempel mulu, kenapa sih?" tanya Sunghoon bingung, meski begitu Alpha itu melingkarkan kedua lengannya pada pinggang si Omega, menahan posisinya supaya tidak jatuh.
"Kenapa? Nggak boleh ya?" tanya Ni-Ki, mendongak pada si Alpha Desember sambil berkedip kecil.
Sunghoon mana bisa menjawab tidak boleh, bisa-bisa ngambek si Ni-Ki. Jadi karena mencari damai, Sunghoon hanya mencium sekilas bibir si Omega yang sedikit terbuka, menggeleng kecil.
"Boleh dong, siapa bilang nggak boleh?"
Ni-Ki mengangguk puas, feromon anggreknya tercium manis—tanda bahwa si Alpha berhasil membuat Omega nya senang.
Beberapa saat kemudian ketiganya telah sibuk dengan seporsi ramyeon masing-masing, tapi si Omega meski punya makanannya sendiri, tetap ingin meminta milik kedua Alphanya yang dengan sabar membiarkan porsinya berkurang.
Dan akhirnya tetap Ni-Ki yang banyak menelan suapan ramyeon malam itu, mengangguk puas begitu acara makannya selesai dan Sunghoon membawa wadah kotor bekas makan mereka untuk dicuci.
"Lucu banget sih Mama bayi," Heeseung mengacak gemas rambut silver Ni-Ki yang hanya terkekeh senang, Omega nya merasa puas karena sikap kedua Alphanya yang dengan senang hati menuruti keinginannya.
"Udah kenyang kan? Ayo tidur," ajak Sunghoon begitu menyelesaikan cucian piringnya, tiba-tiba mengangkat si Omega ke dalam gendongannya.
"Hyung!" terdengar suara panik Ni-Ki memenuhi lorong, Heeseung mengekor di belakang sambil terkekeh kecil.
Semalam terlewati lagi dengan tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√
Fiksi PenggemarNi-Ki tinggi- pasti alpha. Lantas feromon manis memabukkan ini milik siapa? Jika bahkan ketujuh anggota adalah Alpha. ⚠️🔞cerita ini boy's love, bxb, homo, mpreg, Omegaverse, harem, mature, male lactation, tidak diperuntukkan untuk homophobic. Just...
