63

3.3K 313 17
                                        

Sunghoon dengan lembut memasangkan sabuk pengaman kursi pada Ni-Ki yang telah duduk manis di sampingnya, tampak antusias dengan jadwal pemeriksaannya kali ini, buat sang Alpha tertawa kecil, mencium pelipis yang lebih muda sekilas.

"Kabarin kalau udah selesai ya!" Sunoo tampak melambai dari depan pintu dorm, wajahnya tampak cemberut karena hari itu ia kebetulan ada jadwal solo yang membuatnya tak bisa menemani Ni-Ki pergi ke rumah sakit.

"Siap!" Ni-Ki sempat membuat gestur hormat sebelum Sunghoon mulai mengemudikan mobilnya, perlahan menuju rumah sakit tujuan.

"Mau dengerin musik?" tanya Sunghoon, melirik radio mobil yang belum menyala.

"Aku mau pilih musiknya."

Sunghoon mendengus kecil, membiarkan Ni-Ki sibuk mengotak atik radio mobil sementara tatapannya kembali terpaku pada jalanan.

Ni-Ki tampak menikmati lagu yang diputarnya, bersandar penuh pada sandaran kursi penumpang sembari mengelus perutnya yang tampak jelas menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Jika dihitung lagi, kandungannya telah memasuki bulan kelima di bulan yang akan datang. Yang artinya sekarang berada di hari-hari akhirnya bulan keempat.

Ternyata lama juga, pikir Ni-Ki diam-diam, menerawang lurus ke arah jalanan di depan, mereka berhenti sejenak di lampu merah.

"Mikirin apa?" tangan Sunghoon telah mendarat tepat di atas kepala Ni-Ki, mengacak rambut keperakannya dengan gemas.

"Enggak mikir apa-apa, cuman berarti bulan depan aku harus cuti ya?" Ni-Ki tampak cemberut, menatap fitur wajah sempurna Sunghoon dari samping.

"Kalau bisa mulai sekarang sih," balas Sunghoon tanpa mengalihkan fokusnya dari jalanan.

"Ah, ada yang jual makanan. Hoonie, nanti mau mapir beli," Ni-Ki menunjuk pada sebuah area yang dipenuhi stand makanan, buat Sunghoon melirik sekilas.

"Nggak boleh yang pedes-pedes tapi," Sunghoon melirik sekilas ke arah yang ditunjuk.

"Enggak janji," gumaman kecil Ni-Ki dapat sentilan gemas pada keningnya oleh Sunghoon.

"Udah sampai, ayo turun," Sunghoon melepas sabuk pengamannya, kemudian beralih membantu melepas sabuk pengaman Ni-Ki.

"Hehe."

"Apa?" Sunghoon kebingungan begitu membukakan pintu mobil untuk Ni-Ki, dan si Omega tiba-tiba saja mencium dagunya sekilas.

"Nggak papa," Ni-Ki hanya menunjukkan cengiran khasnya.

"Oke, suka-suka Mama bayi."

✥✥✥

Malam itu, tanggal 24 hari di mana umur Sunoo bertambah, tepat setelah usainya live perayaan ulang tahunnya.

Si Alpha Juni mendengus gemas, melihat wajah berbinar Omeganya yang tampak tersenyum lebar menunggunya di kamar, duduk di tepi ranjang dengan kue rasa mint choco—mungkin saja, karena warnanya hijau—sambil bersenandung kecil lagu ulang tahun.

Jay dan Jungwon mengintip, dari ambang pintu yang terbuka sedikit, tampak cemberut dan tidak adil karena di ulang tahun mereka, Ni-Ki tidak memberi kejutan semacam ini.

Tentu saja itu karena si Omega baru belajar membuat kue akhir-akhir ini! Jadi beruntung sekali si Kim itu.

"Apa ini? Lucunya, kamu bikinin buat Hyung?" Sunoo melempar asal tasnya, ikut naik ke atas ranjang kamar dengan senyum yang tak luntur sejak tadi, menatap wajah manis si Omega yang berbayang tertimpa cahaya lilin yang menari-nari dengan lembut.

"Special!" binar antusias pada kedua manik Ni-Ki sama sekali tidak surut, matanya terpejam begitu telapak tangan Sunoo mendarat di atas puncak kepalanya, mengusak gemas.

"Lucunya Omegaku," Sunoo lekas beralih, meraih kue di tangan Ni-Ki untuk ia letakkan di atas nakas.

"Kok nggak tiup lilin dulu!? Ayo tiup lilinnya, mau lihat~"

Sunoo terkekeh, menuruti permintaan si Omega yang langsung menatapnya dengan sepasang manik bulat, mengelus perut bulatnya menunggu si Alpha meniup lilinnya.

Sunoo memejamkan mata sejenak, membukanya kembali untuk meniup lilin, kemudian meletakkan kembali kuenya ke atas nakas, menerjang si Omega dengan pelukan erat.

"Happy Birthday! Tadi Hyung minta apa??"

Sunoo memasang wajah pura-pura berpikir, menarik naik selimut menutupi tubuh mereka.

"Rahasia."

"Kok gitu?" Ni-Ki tampak cemberut, mendongak menatap Sunoo yang tersenyum jahil, mencubit kecil ujung hidung yang lebih muda.

"Mau tau aja, ayo tidur!"

"Gak mau, kasih tahu dulu!!"

"Kapan-kapan aja," gumam Sunoo yang telah pura-pura memejamkan matanya.

"Sunoo hyung," Ni-Ki mulai merengek, menarik-narik ujung baju Sunoo yang bergeming, memeluknya makin erat.

"Itu rahasia sayangku," ciuman-ciuman kecil ia layangkan pada setiap inci permukaan wajah si Omega yang memekik tertahan, mencoba menahan pergerakan si Alpha yang tampaknya telah dibuat gemas oleh kejutan dari si Omega.

"Mama bayi ayo tidur Mama bayi, udah jam satu ini Mama bayi, dedek-dedek bayinya udah ngantuk," cubitan gemas Sunoo mendarat pada pipi gembil Ni-Ki yang sudut matanya mulai berair karena rasa sakit.

"Jangan cubit-cubit! Sakit!"

"Gak mau," Sunoo makin gencar, sengaja menggigit pipi Ni-Ki dengan gemas.

"Sunoo hyung!!!"






















➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang