59

3K 249 32
                                        

Pagi mereka ricuh, tampak Ni-Ki sudah cemberut di depan piring makanannya setelah pagi tadi ia muntah-muntah akibatkan seisi dorm sedikit panik.

"Mau tiramisu."

Sunghoon berkacak pinggang di sebelah Jay.

"Itu manis, pagi-pagi gak boleh manis-manis."

"Tapi mau," manik berkaca si Omega memandang Alphanya dengan tatapan memohon.

Jay menghela napas panjang sebelum berujar dengan nada selembut mungkin, "sayang, boleh makan tiramisu nya tapi nanti agak siangan dikit. Pagi-pagi baiknya jangan manis-manis dulu ya? Nggak mau sandwich nya? Mau dibikinin apa?"

Ni-Ki tak menjawab, memilih memalingkan wajahnya untuk ia sembunyikan pada dada Jungwon yang sejak tadi memangkunya, seolah mengadu.

"Dedek bayinya mau tiramisu. Kayak yang biasanya dimakan Hoon Hyung."

Jungwon meringis, menatap Jay dan Sunghoon bergantian.

"Iya, tapi Jay sama Hoon Hyung bener loh, itu manis dan gak cocok kalau dimakan sepagi ini," Jungwon menunduk, berusaha merayu. Tangannya mengelus pelipis si Omega yang sepagi itu telah berkeringat.

Bahunya menegang begitu merasakan dadanya basah, isakan samar terdengar setelahnya bersamaan dengan Sunoo yang baru tiba di dalam ruangan.

"Kenapa?" tanyanya otomatis pada Jay dan Sunghoon yang saling pandang.

"Mau tiramisu," jawab Sunghoon singkat. Di kulkas dirinya selalu punya stok tiramisu, jadi tak akan sulit untuk menuruti keinginan Ni-Ki. Tapi kembali lagi, pagi-pagi sepertinya tidak sehat mengonsumsi makanan manis, apa lagi si Omega belum sarapan apapun dan baru saja mengalami morning sickness.

"Mau takoyaki, boleh?" cicit Ni-Ki kemudian, mengintip sedikit dari balik dekapan Jungwon.

Jay tampak menimbang sejenak, "boleh sayang, mau isian apa?"

"Sosis aja, tapi nanti beneran boleh makan tiramisu 'kan?"

Sunghoon mengacak gemas rambut si Omega, "boleh cantik."

✥✥✥

"Panas betul," keluh Jake siang itu, berguling seperti ikan yang dijemur di atas lantai ruang latihan.

Suara musik masih mengalun, volumenya sedikit dikurangi supaya mereka bisa sedikit menarik napas setelah sepagian sibuk latihan koreografi lagu baru mereka.

"Hoonie Hyung mau?" tawar Ni-Ki, wajahnya tampak berseri meski berkeringat, menyodorkan sesuap kue tiramisu yang pagi tadi jadi pemicu keributan.

Sunghoon menggeleng, mengusak pelan kepala Ni-Ki, "habisin aja."

Sunoo mendongak, si Alpha Juni itu berbaring di dekat kaki Ni-Ki, tertawa kecil, "seneng tuh bisa makan tiramisu."

"Aku nggak ditawarin nih?" tanya Heeseung iseng, langsung dapat gelengan dari yang ditanyai.

"Engga, soalnya Heeseung Hyung nggak mau makan sate biawaknya," dengan mulut penuh Ni-Ki tatap Heeseung dengan alis berkerut, sendoknya teracung menunjuk wajah si Alpha.

"Mana ada cantik, yang jual sate begituan," Heeseung mengerang, sejak kemarin Ni-Ki memaksanya membeli sate biawak- tolong beri informasi jika ada yang menjual🙏🏻

"Ada! Kamunya aja yang gak mau cari, bilang aja gak sayang dedek bayi," bibirnya mencebik, Omega itu menatap perut bulatnya dengan pandangan mengadu, telapak tangan besar Sunghoon mengelusnya sejak tadi.

"Astaga, mampus," Heeseung menggumam, melirik pada Jay yang menatapnya dengan pandangan; "kan apa gue bilang kemarin? Boongin aja itu sate biawak tapi lo belinya sate ayam."

"Hayoloh bang Heeseung," Jake cekikikan lihat wajah tertekan dari Alpha yang lebih tua.

"Takut bang Hee gumoh gue, kalau dia makan sate biawak," celetuk Jungwon yang baru saja meneguk habis air minumnya, melirik si November dengan kerlingan jahil.

"Heeseung gumoh legend tuh," Sunoo ikut cekikikan sama seperti Jake.

"Seneng ya lo pada gue kayak gini? Dasar tidak berperi ke Heeseung an," cibir Heeseung pura-pura merajuk.

"Halah, halah," Jay bergidik geli.

"Emang ada undang-undang kayak gitu?" Ni-Ki menatap Alpha-alphanya dengan kedipan polos, nyaris memekik begitu Sunoo tiba-tiba bangkit untuk mencubit pipinya dengan gemas.

"Ngawur itu mah Alphamu satu itu. Gak usah didengerin."




















Heeseung:

Heeseung:

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
➮𝑶𝒖𝒓𝒔 : ɴɪᴋʀᴇᴜɴ√Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang