That Day

204 22 0
                                        

That Day - The Group of Man Sent to Labyrinth (A, B, C, D)

Setelah akhirnya Enver menjadi cukup dekat dengan yang lain, hari-hari terasa menjadi lebih menyenangkan. Enver dapat menyapa siapapun yang berbapasan dengannya, bahkan dengan Newt yang sebelumnya berada di kolam renang. Ternyata selama ini mereka berada di kelas yang sama yakni kelas sejarah dan seni modern. Keduanya tidak pernah bertemu didalam kelas karena Enver berada di ujung belakang sementara Newt berada di ujung depan. Pintu masuk yang diambil juga berbeda sehingga pertemuan yang tidak disengaja hampir tidak pernah terjadi sebelumnya.

Ketika kelas akhirnya selesai, Enver tidak segera pergi dari kelas, ia memang biasanya akan keluar paling akhir untuk menghindari penumpukan manusia di lorong keluar. Terlebih hari ini adalah akhir minggu jadi, Enver akan memiliki cukup waktu untuk dirinya sendiri.

Beberapa saat kemudian, Enver akhirnya meninggalkan kelasnya. Dia akan pergi ke tempat pelatihan tentara setelah makan siang, dan karena masih memiliki cukup waktu, Enver rasa ia ingin pergi mengunjungi Ava di kantornya. Kebetulan Hanliem sempat menyinggung bahwa Ava akan kembali ke tempat pelatihan hari ini. Mereka sudah lama tidak bertemu, sepertinya itu adalah tahun lalu ketika mereka mulai merancang proyek baru. Entah proyek apa yang dimaksud tetapi Enver tidak mengetahuinya katanya ini masih rahasia.

"Kau yakin dengan ini?"

Enver terhenti saat mendengar suara yang begitu di kenalinya. Kakinya melangkah pelan sambil menepi pada jendela kaca. Rupanya didalam sana para peneliti sedang berkumpul, awalnya Enver ingin mengabaikan tetapi saat melihat Teresa dan Thomas berada di diantara mereka, rasa penasaran segera memuncak.

"Penelitian ini layak untuk dicoba, kita tidak bisa membiarkan mayat hidup itu terus menjadi ketakutan umat manusia." Seseorang diantara mereka berkata demikian.

Orang lain yang tidak jauh darinya menimpali, "Benar, tapi, bagaimana caranya menyakinkan yang lain. Ava mungkin sudah menyetujuinya tetapi satu sampel yang ini tidak akan lolos."

Telinga Enver mendenging saat mendengar nama Ava disebutkan. Pembicara mereka terlalu ambigu hingga membuat Enver tidak mampu menangkap maksud dari apapun yang mereka bicarakan. Selain itu, beberapa peneliti yang ada disana menggunakan masker hingga membuat Enver tidak mampu mengenalinya.

"Kita akan melakukan uji coba pertama, sepuluh orang untuk masing-masing labirin. Jika telah berkembang setelah tiga atau enam bulan sampel ini akan kita coba diskusikan dengan Ava. Dia tidak akan pernah bisa menyembunyikan gadis itu selamanya." Teresa menjelaskan sambil membawa papan kecil, tangannya bergera beberapa kali, Enver berasumsi bahwa ia sedang menulis sesuatu saat berbicara.

Diantara mereka Thomas terlihat cukup gelisah. Air mukanya tampak sangat ingin menolak tetapi semuanya sudah terlambat. "Kapan Uji Coba Labirin dilaksanakan?"

"Dalam tiga hari, mereka telah mulai menyeleksi para subjek pagi tadi. ......."

Percakapan mereka menjadi lebih serius seiring berjalanannya waktu. Hal itu juga bersamaan dengan kegelisahan yang memuncak secara perlahan dari wajah Thomas yang ada disana. Anak itu perlahan menjauhkan dirinya dari kerumumnan orang sambil menengadah keatas. Entah apa yang dipikirkan Enver tidak dapat menebaknya. Yang pasti, Enver sangat ingin mendengar ucapan mereka selanjutnya, jika saja tidak ada gangguan yang membuat perhatian semua orang menjadi buyar.

"Apa yang kau lakukan disini?"

Enver terkejut setengah mati saat mendengar suara seseorang tepat didekat telinganya. Gadis itu spontan menunduk dari jendela sambil menarik Minho yang lagi-lagi mengejutkannya. "Sialan, kau." Bisik Enver pelan

Mereka baru akan menjadi sedikit tenang, tetapi ketika langkah seseorang terdengar Enver langsung mendorong Minho menjauh dari sana. Mereka merunduk perlahan menjauhi jendela lalu berlari dengan kencang meninggalkan lab. Padahal Enver ingin menemui Ava tetapi sepertinya, mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk bertemu lagi setelah hari ini.

LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang