The Chaos
Setelah segala kebingungan yang menghantui selama bertahun-tahun. Kebenaran seolah mulai membuka tirainya perlahan. Mungkin mereka perlu memecah siklus yang terus berlalu sepanjang hari. Mungkinkah hari itu adalah hari ini?
Diskusi yang terjadi diatas menara diantara ketiga remaja penasaran itu berkahir setelah orang-orang mulai memanggil untuk makan siang. Siapa sangka percakapan mereka akan berlangsung selama itu. Siapa sangka gadis yang katanya penuh pikiran punya lebih banyak hal yang tidak sanggup ia ungkapkan. Bahkan kepala yang cantik itu menyimpan lebih banyak rahasia dibanding yang mereka sanggup bayangkan. Enver malang tersiksa oleh pikirannya sendiri, oleh mental yang perlahan hancur seraya memastikan harapan akan dunia luar tetap melambung cukup tinggi agar semua orang yakin bahwa mereka dapat melarikan diri. Melarikan diri dari dinding yang melambung begitu tinggi.
Diantara ketiganya, Minho yang merasa dirinya seolah baru saja dihantam petir di siang hari. Ia adalah satu-satunya yang hampir selalu bersama Enver di setiap kesempatan. Mereka bersiap bersama di pagi hari. Berlari memutari labirin pada masing-masing sesi. Berdiam di markas beberapa kali. Dan ia masih tidak percaya Enver punya banyak hal yang dipikirkan didalam kepalanya. Semua catatan kecil dengan baris miring yang tidak teratur. Beberapa kata bahkan menumpuk kalimat yang lainnya. Semua coretan yang membubuhi muka kertas pada beberapa halaman. Rasa frustasi yang tetuang pada garis-garis yang ditekan tajam, semuanya tersalurkan tanpa penghalang kepada Minho. Hingga menuju akhir halaman, Minho memalingkan wajahnya, tidak sanggup membaca kalimat yang tercatat didalam sana. Ia sudah cukup, ia sudah tidak sanggup meneruskan seolah energinya menguap keluar.
Sepanjang sesi makan siang, Minho terdiam di ujung barisan. Tidak menaruh minat pada makanannya apalagi dengan obrolan orang lain disekitar. Kepalanya masih memproses segala kebanaran. Semua pertanyaan yang selama ini menghantuinya akhirnya menemukan jawaban dengan cara yang tidak pernah ia duga. "I wish i know this sooner, so that you don't have to sacrifice yourself just to find the answer we're both search for." Bisiknya diantara lamunan berkepanjangan.
Nyatanya penyesalan selalu datang setelah semuanya terasa telah berakhir. Bahkan jika berdiam di tempat yang sama, tidak akan ada jalan keluar kecuali beban yang terasa semakin dalam.
Diantara semua hal, Minho bisa memilih untuk mengamuk atau gegabah mengejarnya kedalam. Namun ia kini punya sudut pandang yang lain. Ia kini faham bahwa Enver pasti tidak akan senang melihatnya bertindah gegabah sampai merugikan dirinya sendiri. "Aku harap aku mengetahuinya langsung darimu, bukanya mendobrak pintu itu sendiri."
Kepala Minho menunduk semakin dalam hingga energi negatif itu menguar membuat semua orang merasa tidak nyaman. Alby yang menerima tatapan semua orang untuk menyadarkan Minho itu akhirnya berdiri setelah seseorang mendesaknya secara langsung. Langkah kakinya terasa ringan hingga akhirnya ia sampai pada tujuan.
"Stop acting like you're the one who's hurt. Everyone here were feel the same but they did their duty. Not like you, idler"
Tepat saat kalimat itu berakhir dengan umapan, Minho menyerang Alby hingga keduanya terjatuh. Ia mungkin bergerak tanpa sadar karena begitu menatap wajah ketua mereka, Minho terkejut seolah baru saja melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukannya. Wajahnya melemah hingga kepalanya ikut menunduk.
Minho menyadari tatapan semua orang tetuju kepadanya, ia merasakannya dari sengatan yang seolah menghujaninya dari segala sisi. "Aku pasti terlihat seperti orang bodoh," ujarnya dengan suara lirih, sangat lirih bahkan membuat Alby kebingungan. "Kalian pasti berpikir aku adalah orang yang egois, kan?!"
"Iya aku tahu, kalian boleh menyalahkanku karena tidak menyadari semua ini bahkan disaat akulah satu-satunya orang yang memonopoli Enver untuk diriku sendiri."
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE
SonstigesLOVE // THE MAZE RUNNER Alih-alih Teresa, bagaimana bila ada gadis lain yang dikirimkan terlebih dahulu ke Labirin? Seorang gadis yang sengaja diciptakan untuk dibuktikan kekuatannya. Terlihat biasa saja dari luar tapi jelas tidak biasa untuk kapas...
