joong sedang berada di kelas bersama kedua temannya, joong asik bicara sama prom karna dari tadi mark tidak mengeluarkan suara, joong notice mark hanya diam dalam beberapa hari ini. di ajak bicara pun mark gak nyambung.
"lo kenapa? gue liat liat lo agak kalem akhir akhir ini" ucap joong melihat mark, mark tersadar dari lamunannya.
mark menggaruk tengkuknya pelan, dia bingung harus membari tau joong apa engga, karna joong juga adik neo.
"duh gimana ya" ucap mark pelan, dia juga sebenarnya ingin cerita sama temannya.
"kenapa, cerita aja sama kita" ucap joong di angguki sama prom.
"jadi gini, gue akhir akhir ini lagi berantem sama papa gue, gue males banget dia bandingin gue mulu sama sepupu gue, jadi waktu itu gue gak tahan dan ngelawan bokap gue, disitu gue di marahin habis habisan, jadi pas banget neo ngajakin gue jalan jalan, dari pada gue pusing di rumah yaudah gue ngikut aja, tapi neo lama banget jemput gue, bayangin hampir 2 jam gue nunggu di luar, gue capek banget karna panas juga yaudah gue masuk, di dalam juga gue nunggu 1 jam, plis makin bad mood gue" ucap mark mengusap wajahnya.
"jadi? lo sama neo marahan?" tanya joong, mark menghela nafas pelan lalu mengangguk.
"iya, gue gak sengaja marahin dia karna gue benar benar lagi pusing banget waktu itu, belum lagi masalah sama papa gue, di tambah sama neo. sekarang neo ikut marah sama gue, gue bingung harus minta maaf gimana, soalnya dia udah beberapa kali minta maaf sama gue, tapi gue gak maafin" ucap mark.
"sekarang emang bukan waktu yang pas sih, karna neo benar benar lagi bad mood, lo bisa minta maaf nanti aja pas dia udah tenang" ucap joong.
"emang dia kenapa?" tanya mark.
"gimana ya bilangnya" ucap joong.
"pasti karna pak kana ciuman sama cewe lain kan" ucap prom, mark terkejut mendengarnya.
"hah? ciuman sama cewe lain? kok bisa anjirr" ucap mark.
"gatau juga gue, gue liat di x kemarin" ucap prom.
"hmm, iya banget, neo marah banget apalagi pas liat phi khaotung nangis habis habisan, dia aja nonjok pak kanaphan kemarin" ucap joong.
"gila banget si neo" ucap prom.
"dia emang gak bisa kalo itu soal orang yang dia sayang, dia gak akan biarin orang yang dia sayang itu tersakiti, emang gitu anaknya" ujar joong, prom sama mark mengangguk.
"pantes dia cari Boston sampe dapet kemarin" ucap prom tertawa ngejek.
"apasih" balas mark males.
•
•
khaotung duduk di kursinya, disana sudah ada pond dan nanon kecuali ohm, dia belum sampai.
"khaotung, lo yakin gapapa kan" tanya nanon.
"gue gapapa, kalian santai aja" balas khaotung tersenyum pahit. dia memaksa untuk tersenyum di depan temannya.
"tapi kita khawatir khao" ucap pond.
"gue benar gapapa, kalian gak usah lebay, ya walaupun rasanya sakit banget, tapi gue gak bisa jadiin ini alasan gue gak ngampus" balas khaotung, pond dan nanon mengangguk.
ohm baru datang, dia menghampiri teman temannya yang sedang ngobrol, dia kaget melihat khaotung.
"khaotung, lo gapapa? mata lo cape banget keliatannya" ucap ohm tiba tiba.
"gue gapapa, makasih udah khawatirin gue" ucap khaotung tersenyum.
"iyalah kocak, lo temen kita, lo juga slalu ada kalau kita lagi sedih, bagi gue kalian bukan cuma temen, tapi keluarga gue" ucap nanon merangkul khaotung.
"hmm, gue masih ingat waktu ortu gue lagi berantem, gue gak tau harus kemana selain kalian, dan kalian berusaha tenangin gue" ucap ohm tersenyum getir.
"kok jadi sedih gini sih, intinya gue sayang kalian" ucap pond.
"sayang kami atau sayang nongnya khaotung" ucap ohm, pond memutar bola matanya.
"beda lah kocak, coba kalo gue tanya lo lebih sayang temen apa leng, lo pasti bakalan jawab sayang dua duanya kan" ucap pond kesel. ohm mengejek pond dengan menjulurkan lidahnya pada pond.
"yee lo bener bener ya njing, gue lembar ni kursi ke muka lo ye" ucap pond memegang kursi.
nanon dan khaotung hanya pasrah melihat keributan ohm dan pond, akhirnya nanon berdiri di depan mereka.
"kalian bisa diem gak, atau gue bunuh" ucap nanon menatap tajam pond dan ohm bergantian.
"emang lo berani bunuh kita? liat darah aja lo kagakk berani kocak" ucap ohm.
"sok sokan mau bunuh lo" ucap pond kembali duduk di kursinya.
khaotung hanya tersenyum melihat teman temannya yang berdebat, tapi hatinya masih sakit, dia masih kecewa tapi melihat teman temannya rasanya dia ingin senyum.
•
•
"byeee, kita duluan ya, mau jemput ayang" ucap ohm melambaikan tangannya pada khaotung dan nanon, kemudian dia pergi bersama pond untuk menjemput pacar mereka masing masing.
nanon meliriik ke arah khaotung.
"lo pulang sama siapa? " tanya nanon.
"gue pulang sama neo" balas khaotung.
"dia belum keluar tu, lo mau nunggu disini?" tanya nanon.
"iya, gue tunggu disini aja" ucap khaotung.
"yaudah gue duluan ya, soalnya gue ada acara keluarga ntar lagi" ucap nanon "lo hati hati ya" ucapnya lagi lalu pergi meninggalkan khaotung di Koridor.
khaotung dengan langkah lontai pergi ke taman dekat dengan kelas neo, dia ingin menunggu nongnya disitu aja sambil bermain ponsel, dia sebenarnya bingung mau ngapain, dia bosan harus bermain ponsel terus.
beberapa menit kemudian, seseorang sudah berdiri di samping khaotung, khaotung masih belum menyadari kalau ada orang di sampingnya.
"khaotung" panggilnya.
khaotung mendongak melihat ke arah suara itu, matanya sedikit kaget melihat first berdiri disampingnya.
"ada apa" tanya khaotung kembali menatap lurus kedepan.
"khaotung, saya mohon dengar penjelasan saya dulu" ucap first memegang tangan khaotung.
"saya lagi sibuk pak" ucap khaotung berdiri dari duduk.
first menahan tangan khaotung agar tidak pergi.
"saya mohon, dengarkan penjelasan saya dulu, saya tidak bisa tenang jika tidak memberi tahu mu" ucap first.
dada khaotung terasa sesak, dia bingung, apa harus mendengar penjelasan first dulu atau pergi meninggalkannya.
khaotung menunduk dan mengangguk pelan. first tersenyum karna mendapatkan peluang untuk menjelaskan apa yang terjadi pada malam itu.
mereka berdua duduk berhadapan, walaupun ada beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka karna mereka duduk di taman itu dari tadi.
"khaotung, apa yang kamu liat itu tidak benar maksud saya, itu-" belum selesai first bicara neo datang menepuk bahu first.
"untuk apa bapak bertemu dengan phi khaotung lagi" ucap neo pelan.
first menatap neo begitu juga dengan khaotung, neo juga menatap tajam ke arah first.
dia sangat ingin memukul first lagi tapi dia urungkan niatnya karna ada beberapa orang di taman, neo tidak ingin berlama lama lagi disana, dia mendekati khaotung dan menarik tangan khaotung pergi dari sana.
•
•
maap typo
