P45

896 64 5
                                        

first melihat kepergian khaotung dan neo, dengan wajah gelisah, first menggeleng, ini harus cepat berakhir, dia harus cepat memberi tau khaotung semuanya.

dengan langkah cepat first berniat mengejar khaotung dan neo yang belum jauh dari sana.

first memegang tangan khaotung menahan khaotung pergi dari sana, neo berbalik badan menatap first.

"saya mohon beri saya waktu untuk menjelaskan semua yang terjadi" ucap first.

neo begitu kesal, dia sangat ingin memukul dosennya itu, tapi dia harus menahan diri agar dia tidak dapat masalah nantinya.

"pak, bisa lepasin phi khao gak, apa bapak gak sadar apa yang bapak lakukan?" ujar neo melepaskan tangan first dari khaotung.

"saya sadar, beri saya waktu buat jelasin ini" ucap first.

"jelasin apa sih pak, bukannya sudah jelas kalau bapak selingkuh" ujar neo menatap tajam first.

"saya tidak selingkuh, kalian salah paham" ucap first.

khaotung memegang lengan neo, sepertinya dia memang harus mendengar penjelasan dari first, dia juga ingin tau kenapa first melakukan itu.

"sudah neo, kita dengerin aja, gue juga mau tau apa yang sebenarnya terjadi" katanya.

"tapi phi, sudah jelas dia selingkuh, emang poto cipokan itu kurang jelas?" ujar neo.

first melihat ke arah kakak beradik itu, neo melihatnya balik. helaan nafas neo terdengar, neo menatap tajam ke arah first lalu mengangguk.

"awas lo" ucap neo menunjuk wajah first pakek jari telunjuknya.

kini mereka bertiga sudah duduk di kursi tadi, first belum memulai bicaranya, sebenarnya dia ingin bicara berdua dengan first, dia sedikit canggung kalau ada neo di sana.

"mau ngomong apa, cepet" ucap neo melipat kedua tangannya di depan dada, dengan tatapan masih sama dia lempar ke first.

"saya mau ngomong berdua dengan khao" ujar first.

"gabisa, harus ada gue disini" balas neo.

"sudah neo, biarin pak kana ngomong sama gue" ujar khaotung memegang bahu neo.

neo pasrah, dia pergi ninggalin first dan khaotung di sana, matanya menyipit saat melihat first dan khaotung yang semakin jauh dari pandangannya.

khaotung melihat kepergian neo, saat neo sudah benar benar pergi, dia menoleh ke arah first.

"mau ngomong apa" tanya khaotung.

"saya benar benar minta maaf, itu semua bukan seperti yang kamu pikirkan" kata first menatap khaotung serius.

"terus apa? phi mau bilang itu terpaksa, phi mau bilang itu sahabat lama phi, atau phi mau bilang itu tantangan?" ujar khaotung dengan raut wajah serius.

first tidak langsung menjawab, tiba tiba dia tersenyum tipis. khaotung menatapnya aneh, apa yang bikin first tersenyum.

"kenapa senyum? aku tanya kenapa phi lakuin itu? kok malah senyum sih" ujar khaotung.

"saya senang kamu masih mau manggil saya phi" balas first.

khaotung langsung tersadar, dia langsung membenarkan duduknya dan kembali menatap first serius.

"aku serius, cepat mau jelasin apa, aku gak punya banyak waktu" ucap khaotung.

"sebenarnya, tebakanmu benar, itu tantangan" ucap first.

khaotung kaget mendengarnya, tantangan apaann, pikir khaotung.

"terus kenapa bapak mau? itu tetap aja salah dan aku kecewa" ucap khaotung.

EARTHMIX FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang