hellooow, book inii kaya terbengkalai gituu yaa. jadi aku mau nanya, disini ada banyak kapal yang uda karam, biarin aja kali yaa, atau di putusin. sedih juga sii😞
karna uda lama gak up, jadi aku bingung mau lanjut dari mana, jadi agak gak jelas yaa ini lanjutannyaa, tapi aku usahin tetap nyambung kokk😼.
happy readinggg
****
khaotung sedang memeluk first. first lagi sakit, jadi khaotung memanjakannya sebentar, dia tidak ingin menjauh dari khaotung, ingin selalu ada di pelukan khaotung.
khaotung mengambil ponselnya di meja nakas, melihat jam sudah menunjukkan 12.30.
"phi, kayanya aku harus pulang" ucap khaotung menatap first yang sedang tidur di dadanya.
"kenapa? kan kamu bilang kelasmu di batalin hari ini" tanya first dengan suara parau.
"joong sendiri dirumah, dia pasti butuh teman cerita sekarang" ucap khaotung.
"tapi saya masih merindukanmu" first melingkari tangannya di pinggang khaotung, dan memeluknya erat.
"kita baru semalam gak ketemu, lagian aku udah dari pagi disini"
"tapi kamu kesini lagi kan nanti?" first menatap khaotung.
khaotung tersenyum, mengelus rambut first dengan lembut.
"iyaaa, tapi aku gak janji loh ya"
first mengangguk, tidak tega sebenarnya khaotung meninggalkannya, tapi mau gimana lagi, dia pasrah.
"kamu gak mau cium perpisahan dulu?" ucap first polos.
'ampun deh bapak-bapak satu ini' batin khaotung, tapi dia gemes juga liat first manja seperti ini.
khaotung mencium singkat bibir first, lalu mengambil tasnya.
"jangan lupa minum obat ya phi, udah aku siapin, tinggal di minum aja, kalo ada apa-apa telfon aku" setelah mengatakannya dia pergi dari apartemen first.
sebelum pulang kerumah, dia mampir dulu ke toko donat, untuk membeli donat kesukaan joong, karna dia kakak baik hati dan tidak sombong, jadi dia beli lebih untuk adiknya yang lain juga.
.
.
joong sedang berbaring di kamarnya, sesekali memeriksa ponselnya dan melihat pesan yang dia kirim untuk dunk, tidak ada balasan dari dunk, dia semakin overthinking. bagaimana kalau dunk di pukul mamanya? entah kenapa pikiran itu terlintas di otak joong.
"apa gue udahin hubungan ini?" joong menatap langit-langit kamarnya.
jujur saja, disatu sisi joong gak mau putus, dia sangat sayang sama dunk, dia juga ingin perjuangin hubungan ini, tapi dia juga gak mau egois, kalau hubungan ini bisa buat dunk terluka, joong gak bisa lanjutin. dia gak mau lihat orang yang dia sayang terluka.
joong berbalik kesamping, menatap kosong ke arah jendela yang ada di kamarnya. otaknya penuh dengan hal-hal yang seharusnya dia gak pikirin.
"gimana kalo endingnya gak sama kaya ending daddy sama papi..."
tanpa ia sadari, air mata jatuh. kenapa semua itu harus terjadi padanya?.
pintu kamar joong terbuka, khaotung sudah berdiri di depan kamar joong.
joong masih menghadap jendela, dia sadar ada yang masuk, tapi dia mengabaikannya.
"turun dulu, gue bawain donat oreo favorit lo, sini gc" ucap khaotung.
