mobil sea berhenti di depan mereka. khaotung masuk sambil di lihat sama joong.
"apa gak terlalu kasar?" ucap phuwin pada joong.
"masih mending gue. coba kalo daddy, coba kalo neo? udah di kurung tu phi khaotung" phuwin mengangguk.
"lo ada rencana buat kasih tau daddy atau neo?" tanya phuwin sambil memakai helmnya.
"enggak, kasian juga phi khao" joong menyalakan motornya, baru phuwin ikut naik.
~
di dalam mobil hening. sea sibuk nyetir dan khaotung menatap kosong keluar jendela. dia mau kasih tau soal first, tentang apa yang terjadi, tapi gaada yang mau dengar. keluarganya sangat keras kepala.
sea sadar dengan khaotung. dia terus diam dari tadi.
"kenapa?" tanya sea.
"gue bingung banget"
"kenapa? lo bisa cerita sama gue. tadi juga joong keliatan marah banget" ucap sea.
khaotung menghela nafas panjang.
"gue lagi jalan sama phi first, dan kepergok sama mereka. lebih tepatnya phi first yang nyamperin, gue udah bilang mereka keras kepala dan susah di bilangin. gue gatau apa yangg phi first rencanain habis ini" ucap khaotung putus asa.
"sabar aja. jelasin sama mereka tu harus pelan pelan, dan dengan kepala dingin. mereka serem kalo lagi serius, walopun tingkahnya sering di luar nalar" khaotung mengangguk menyetujui ucapan sea.
--
mereka sampai di rumah, joong mengikuti mobil sea di belakang agar mereka sampai rumah.
mereka masuk rumah bersamaan, di ruang tamu ada neo yang lagi main dengan ponselnya. melihat keluarganya pada pulang dia bangkit dari duduknya.
"dari mana kalian?" tanya neo. muka mereka tegang, tapi tetap berusaha biasa saja.
"kepooo" balas joong.
neo memutar matanya. matanya beralih pada permen kapas yang di pegang phuwin, belum di buka, permen itu masih aman di dalam kemasannya.
tiba tiba neo merebut permen kapas itu dari phuwin.
"buat gue ya" ucapnya tanpa rasa bersalah.
"punya gueee neoo sialannn" phuwin mau merebutnya kembali tapi neo malah menjahilinya dengan membawa muka phuwin ke ketek neo.
khaotung hanya diam melihat mereka. joong memperhatikan khaotung yang hanya diam saja.
"gue bakalan tutup mulut. tapi gue gak mau lo ketemu dosen itu lagi" ucap joong lalu meninggalkan mereka.
khaotung lagi lagi menghela nafas, dia juga ikut masuk ke kamarnya.
°°°
mereka sedang makan malam bersama seperti biasa. tapi tidak banyak yang bicara, hanya ada neo yang bicara dan di jawab sama earth dan mix. sedangkan yang lain hanya diam.
"daddy" panggil khaotung.
dia sudah memikirkan ini sejak sore tadi. dia gak bisa diam saja, dia juga harus membuat keluarganya percaya sama first.
"iya kenapa?" tanya earth.
"khaotung... masih pacaran sama phi first"
hening, tidak ada suara, tidak ada suara dentingan sendok. semua orang melihat ke arah khaotung yang memunduk.
"apa?" tanya earth.
"kenapa phi?" tanya neo, keningnya berkerut.
"phi first gak seperti yang kalian pikirkan. iya tau dia salah, tapi gak gitu juga, dia punya alasan, ada sesuatu di balik semua itu. dia udah berusaha jelasin, tapi gaada yang dengar. aku cinta phi first dad, aku gak bisa ninggalin dia" ucapan khaotung terjeda.
"semua orang berhak di kasih kesempatan kedua, semua orang pasti pernah buat salah. aku mohon kasih phi first kesempatan dad. aku cinta phi first" air mata menetes begitu aja dari mata khaotung.
