P39

911 54 3
                                        

khaotung turun dari mobil pacar yang lebih tua darinya, first ikutan keluar dan memberi semua belanjaan pada khaotung.

"saya pulang dulu ya, kamu istirahat, dan jangan lupa mandi, nanti saya hubungi saat saya sudah sampai di apartemen" ujar first mengusap rambut khaotung.

khaotung tersenyum dan mengangguk.

"iya phi, phi hati hati ya, jangan ngebut ngebut" ujar khaotung.

tapi first belum bergerak dari sana, dia malah menunjukkan pipinya ngode agar khaotung mencium pipinya.

khaotung tau dengan kode itu, khaotung jadi malu di buatnya.

"phii, maluu, nanti kalau nong nong aku liat gimana" ujar khaotung.

"mereka gak bakalan liat" ujar first dan mencium pipi khaotung tiba tiba.

khaotung jelas jelas kaget dan menatap ke arah first, khaotung memukul pelan lengan first.

"phii, malu ihh" ujar khaotung.

"saya hanya ingin ciuman di pipi saja, memangnya tidak boleh?" ujar first menggaruk pipinya pelan.

khaotung menggeleng dan tersenyum, khaotung berjinjit dan mencium pacar tingginya itu.

"udahh, sana pulang, udah malam" ujar khaotung.

first tersenyum penuh kemenangan, lalu ia pergi masuk ke dalam mobilnya, dan meninggalkan rumah khaotung.

khaotung masuk ke dalam rumah dan di sambut sama keluarganya, dia tersenyum canggung melihat keluarganya sedang duduk di ruang tamu.

"habis dari mana anak daddy? jam segini baru pulang" tanya earth.

khaotung nyengir menampilkan giginya.

"tadi habis main sama phi first dad, hehe" ujar khaotung jujur.

"yasudah, tapi lain kali jangan pulang malam kalau kamu pergi siang" ujar earth, khaotung mengangguk lalu meninggalkan keluarganya.

"huhhh, dia bucin banget sama phi first" phuwin melipat tangannya di dada melihat khaotung yang sedang menaiki tangga.

"udahlah biarin aja, umur segitu emang masih lucu lucunya" ujar joong.

"biarin aja asal kanaphan tidak menyakitinya" ujar earth.

mereka ngerasa ada yang aneh, neo hari ini sangat kalem, biasanya dia akan ngejek khaotung ketika khaotung baru pulang dari kencannya, hari ini dia terlihat dingin dan tidak peduli, sesekali dia melihat isi ponselnya.

"dia kenapa dah?" bisik sea pada kedua adiknya, joong dan phuwin.

"ini bukan neo bjir, kalem banget dia hari ini" bisik phuwin.

"ada yang gak beres ini" balas joong.


keesokan harinya, sea sedang jalan menuju kelasnya, saat memasuki kelas dia melihat ada film dan book sedang berbincang, entah apa yang mereka bicarakan.

sea berjalan bergabung dengan temannya.

"udah sampe lo" tanya book.

"gue masih berak dirumah, ngapain lo tanya?" balas sea, jelas jelas sea sudah duduk di depan mereka.

"aelah lo, basa basi doang itu" ujar book, sea hanya memutar matanya kesal.

"lo kenapa film? muka lo kusut banget" tanya sea melihat wajah film.

"kesel banget gue, p'namtan akhir akhir ini jarang ada kabar, gue kayak gak punya pacar" ujar film.

"dia sibuk kali sama cafenya, lo ada nyamperin dia ke cafe?" tanya sea.

EARTHMIX FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang