khaotung baru saja pulang dari kampus, dia sangat lelah karna ada banyak tugas hari ini. dia berbaring di sofa di ruang tamu.
tiba tiba hp nya berbunyi beberapa kali, khaotung meraih hpnya di atas meja untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
khaotung mengerutkan keningnya, antara percaya dan tidak, tapi tidak ada yang tau sebelum dia mencoba untuk menemui orang itu.
.
di sebuah cafe yang tidak ramai pengunjung, khaotung mamusukinya pelan dan mencari orang yang memintanya untuk bertemu. seseorang melambaikan tangan padanya, seorang pria dengan setelan jas yang rapi sedang tersenyum ke arahnya.
khaotung berjalan ke arahnya, dia tidak langsung duduk, dia ingin memastikan terlebih dahulu, apa itu orangnya atau bukan.
"apa-"
"iya, saya yang mengajakmu bertemu" ucapnya terlebih dahulu, dia tau apa yang akan khaotung tanyakan.
khaotung duduk di depan pria tersebut.
"sebelumnya, perkenalkan saya zidan, saya adalah manager perusahaan daddy kamu" ucap zidan.
khaotung mengangguk pelan "ada apa anda meminta saya bertemu?" tanya khaotung.
zidan menghela nafas pelan "saya ingin menceritakan sedikit soal first, si pria kaku tapi tampan" ucap zidan.
"ada apa dengannya?" tanya khaotung penasaran.
"first.. orangnya sangat kaku dan tidak asik, dan dia bodoh banget soal cinta, dia tidak pernah berpikir dua kali dalam melakukan kesalahan, awalnya dia melakukan hal itu, kemudian dia baru merasa bersalah, dia akan sangat frustrasi kalau dia melakukan kesalahan, apalagi sampai mengkhianati kekasihnya. first pernah pacaran dua kali, dan dua kali orang itu selingkuh di belakang first. first tidak asik, saat di ajak ngobrol dia tidak nyambung, bahasanya terlalu kaku, seperti anak kurang pergaulan, tapi first tampan. waktu first sangat kecewa mendengar kekasihnya selingkuh, dia bertanya tanya apa yang kurang darinya, first pria yang sempurna, kalau di liat liat, gaada yang kurang darinya, wajah tampan, uang banyak, pinter, dia itu sempurna, tapi dia bodoh soal cinta, banyak juga yang datang padanya hanya untuk memanfaatkannya, saya dan yang lain sering nasihatin first untuk tidak terlalu bodoh soal cinta" zidan menarik nafas sebentar.
"emmm, dan kejadian waktu itu, saya minta maaf atas permintaan teman saya yang tidak masuk akal itu, sebenarnya mereka juga tau kok kalau first sudah punya kekasih, teman saya waktu itu lagi mabuk dan ngomongnya jadi ngelantur, tapi di satu sisi dia juga ingin tau reaksi yang di berikan first saat dia menyuruhnya untuk mencium livia, dulu juga pas pacaran sama livia, orang yang di ciumnya di acara reunian. teman saya, andree menyuruh first untuk mengelilingi lapangan menyuruhnya membuktikan apakah dia mencintai livia atau tidak, dan first tanpa pikir panjang melakukannya, itu sering sekali terjadi, dia akan melakukan apapun untuk membuktikan kalau dia benar benar cinta. dia tidak tau bagaimana caranya peduli sama orang, walaupun dia cinta livia, dia tetap cuek sama livia, mau livia di katain sama orang lain, first akan tetap diam, tapi dia khawatir, tapi dia diam tidak berkomentar. sampai suatu saat dia kecewa sendiri mendengar kabar kalau livia selingkuh, dan itu adalah kekasih terakhir first sebelum dia bertemu denganmu" ucap zidan, zidan mengambil es Coffee di mejanya lalu menyeruputnya.