joong mengantarkan dunk pulang kerumahnya.
"terima kasih karna sudah mengantarku pulang" dunk tersenyum manis.
"kaya sama siapa aja" joong membalas senyuman itu.
mereka masih berdiri disitu, saling tatapan, saling senyum, mereka tidak ingin berpisah. sampai seseorang berdiri di sana.
"dunk, kamu sudah pulang?" tanya seorang perempuan tua, tapi masih terlihat cantik.
"ahh, iya ma" mamanya mendekati dunk dan joong.
joong sangat gugup berhadapan dengan mama dunk.
"dia siapa? mama gak pernah liat dia sebelumnya" tanya mamanya sambil melihat ke arah joong, joong tersenyum canggung.
"dia... temen aku ma, aku kan pernah cerita kalau punya teman selain, phuwin, leng, dan chimon" ucap dunk. mamanya mengangguk dan tersenyum.
"baiklah, gak mau mampir dulu nak?" tanya mamanya dengan sopan.
joong menggeleng "gapapa tante, mau langsung pulang aja" ucap joong tersenyum, dia membungkuk dan naik motornya kembali.
°°°
dunk sudah kembali kerumahnya dengan langkah gontai. dia merasa tidak di restui padahal emang bener gak di restui.
"loh, phuwin mana?" tanya mix waktu joong bersiap pergi ke kamarnya.
joong baru sadar kalau dia harus menjemput phuwin juga. phuwin ada ekskul, dia berencana mengantar dunk dulu terus kembali kesekolah menjemput phuwin. pond tidak bisa menjemputnya karna harus membantu keluarga ciize pindah rumah.
joong menoleh perlahan ke belakang. mix sudah menatapnya tajam. mix tidak bekerja hari ini.
neo dan sea masuk bersamaan kedalam rumah melihat joong yang sedang di marahi mix.
"kan udah papi bilang jemput phuwin, kemana aja kamu huh?" tanya mix.
"emm anu pi, iya iya aku jemput sekarang" joong berlari keluar rumah melewati neo dan sea yang menatapnya heran.
"kalian juga ngapain disitu" mix mengacak pinggangnya menatap sea dan neo.
mereka berdua menggeleng kuat, lalu ke kamar buat membersihkan diri.
--
"si bajingan joong kemana sih" phuwin melipat tangannya di dada. dia berdiri di depan gerbang sekolah sendiri, orang orang sudah pada pulang.
sebuah motor berhenti di depan phuwin. phuwin sudah kesal menunggu.
"lo lama banget sih, katanya bentar" ucap phuwin langsung marah marah.
"ya maaf, gue lupa" joong memberikan helm pada phuwin dan diterima dengan kasar.
"dikira enak apa nunggu" phuwin naik motor joong.
joong tidak menjawab. dia tidak membawa phuwin pulang kerumah, tapi kesuatu tempat. sebuah lapangan, disana banyak orang yang sedang duduk bersama teman temannya. ada banyak penjual disana.
"ngapain kita kesini?" tanya phuwin menyerahkan helm pada joong.
"temenin gue galau" ucap joong.
phuwin mengerutkan keningnya. nemenin galau? di tempat ramai seperti ini?.
phuwin senang aja karna ada banyak makanan, yang jelas kakaknya yang bayar.
di sana, juga ada khaotung dan first. khaotung sedang mengantri sosis bakar bersama first.
khaotung lebih dulu menyadari joong dan phuwin yang sedang mengantri permen kapas yang terletak tepat di samping pedagang sosis pagar.
khaotung membulatkan matanya.
