first menghela nafas. tangannya sedikit gemetar sebelum menekan Bel di pagar rumah milik tuan pirapat. dia tidak enak badan dari tadi sore, tapi dia akan tetap bertemu dengan earth, dia akan menyelesaikan semuanya hari ini. khaotung tidak tau kalau first akan kerumahnya, ini rencana first sendiri.
ting...nong...
seseorang, muncul di depan gerbang, lelaki berbadan kekar dan berpakaian serba hitam, satpamnya yang kemarin kemarin libur pulang kampung sekarang sudah kembali bekerja.
"maaf, ada yang bisa saya bantu" tanya satpam itu dengan sopan.
"saya ingin bertemu dengan tuan pirapat" ucap first.
satpam itu mengangguk "baik, biar saya beri tau tuan pirapatnya dulu"
satpam itu sedikit berlari. dia membuka pintu rumah itu pelan. di ruang keluarga yang tidak jauh dari pintu masuk. terlihat earth dan mix, ada phuwin, joong, dan neo disana sedang ngobrol.
"permisi tuan, ada seseorang ingin bertemu denganmu" ucap satpam.
kening earth berkerut, siapa yang ingin bertemu dengannya malam malam begini.
"suruh dia masuk" earth berdiri dari duduknya, berjalan ke ruang tamu.
mix mengikutinya dan ikut duduk di sofa panjang.
first mulai memasuki rumah itu, semua orang kaget. first berdiri gugup disana sebelum disuruh duduk sama earth.
earth menghela nafas, menyuruh first duduk. first menunduk lalu duduk di depan earth.
"ada apa kamu kemari?" tanya earth.
"saya minta maaf. saya tidak bisa jauh dari khaotung" first menunduk.
"kenapa? bukannya saya menyuruh kamu menjauh" ucap earth dengan tenang.
"saya tau, tapi saya tidak mungkin meninggalkan khaotung, saya sangat mencintainya" mukanya serius. earth bisa liat itu.
"saya tau kamu tulus, tapi atas dasar apa kamu melakukan itu kanaphan?" tanya mix.
"saya, disuruh" balasnya gugup.
"kenapa tidak menolak? anak saya bukan mainan yang bisa kamu mainkan" earth menatapnya tajam.
first menunduk dan menelan ludahnya.
"sa-saya tidak punya pilihan" first susah untuk menjelaskannya, dia terlalu gugup dan dia bingung harus mulai dari mana.
khaotung menghampiri mereka dengan sedikit berlari. phuwin bilang kalau first kesini. dengan nafas terengah-engah dia berdiri di sana.
"phi first" first menatapnya.
khaotung berlari dan memeluk first, di depan orang tuanya.
beberapa detik kemudian, dia melepaskannya dan menatap orang tuanya.
"daddy, bisa gak jangan gitu sama phi first, kasian dia, khao sayang sama phi first dad, khao gabisa ninggalin dia" ucap khaotung.
"dia jelas salah khaotung. bagaimana kalau dia melakukan hal seperti itu lagi"
"aku tau, tapi semua orang punya kesalahan kan, aku udah maafin phi first kok. dia juga sudah menyesal, dia gak bermaksud ngelakuin itu. phi first bukan orang jahat dad. kalau kejadian seperti ini ke ulang lagi, khaotung juga bakalan ninggalin dia tanpa daddy suruh" khaotung menjelaskan pelan pelan pada earth.
earth terdiam, terdengar helaan nafas dari earth. yang lain juga terdiam, melihat khaotung yang mencoba meyakinkan keluarganya. khaotung tau first susah buat ngungkapin semuanya, biar dia yang bicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
EARTHMIX FAMILY
Fiksi PenggemarGak tau mau buat apa,buat kek beginian karna gabut😌
