phuwin dan temannya sedang nonton film romance, leng terlihat tidak menikmati filmnya, karna sudah dia nonton, leng sudah bilang kalau dia tidak mah nonton film itu, tapi chimon tetap ingin nonton dan leng akhirnya ngalah lagi. phuwin dan dunk hanya ngikut saja.
tidak di sadari, mereka selesai nontonnya, mereka sedang berjalan di sepanjang mall, niatnya mereka akan cari makan, tapi di saat sedang jalan phuwin melihat pond bersama cewek. cewek itu terlihat menggandeng tangan pond dengan manja.
"siapa cewek itu?" tanya phuwin.
"anjir, itu kan phi pond, dan cewe itu siapa?" tanya chimon.
phuwin tidak tau harus berekspresi seperti apa, dia juga gatau apa yang terjadi pada dirinya, tapi intinya dia tidak suka dan marah saat melihat pond bermesraan dengan orang lain.
"isss gabisa di biarin" ucap phuwin, lalu dia pergi menghampiri pond bersama cewek itu.
"phi pond" panggil phuwin.
pond berbalik badan, dia kaget ada phuwin di sana.
"phuwin? kamu di mall ini juga" tanya pond.
phuwin tidak menjawab, matanya mengarah pada cewek itu, tatapan tajam dia lempar pada gadis kecil itu.
"siapa dia, lo mau selingkuhin gue ya" ucap phuwin tidak peduli dengan sekitar.
pond jelas kaget, dia melihat sekeliling, orang yang kebetulan lewat melihat ke arah mereka.
pond menutup mukanya karna malu, kemudian dia menarik phuwin pergi dari sana.
cewek itu terlihat bingung, di saat itu pula dunk, leng dan chimon menghampiri cewek itu.
"dan, kalian siapa?" tanya gadis itu.
"kita temannya phuwin, dan lo siapa?" tanya dunk.
"gue ciize" balas gadis itu.
.
mereka sekarang lagi ada di wc laki-laki, phuwin masih marah, dan sekarang dia bingung ngapain mereka di wc.
"ngapain lo bawa gue kesini? gue mau ketemu cewek tadi, siapa dia, apa dia selingkuhan lo?" phuwin terlihat sangat marah.
"lo cemburu?" tanya pond tersenyum.
phuwin semakin kesel melihat senyum menyebalkan pond, sangat ingin rasanya dia tendang.
"phuwin, dia sepupu gue, kan udah gue bilang kalau gue mau jalan sama sepupu gue" ucap pond, phuwin langsung ke ingat.
"jadi dia sepupu lo?" tanya phuwin, pond mengangguk.
"ihhh kenapa gak lo bilang dari tadi sih" ucap phuwin kesel dan malu.
"gimana mau bilang, lo aja udah nuduh gue selingkuh di depan orang banyak" ucap pond.
"nyebelin" phuwin melipat tangannya di depan dada dan tidak menatap pond.
"gue suka lo cemburu, lucu" ucap pond semakin mendekat, phuwin berjalan memundur.
pond mengusap rambut phuwin lembut.
"jadi sekarang, lo udah bener bener suka gue?" tanya pond.
phuwin menunduk, dia belum yakin, tapi dia ngerasa takut kehilangan pond, dan dia gak suka pond dekat dekat orang lain yang tidak phuwin kenal.
"gue juga gatau pasti, gue gak pernah suka sama orang, tapi gue ngerasa ingin di dekat lo terus, gue juga nyaman dekat lo, gue gatau apa itu yang di sebut suka" gumam phuwin.
pond tersenyum, dia menarik tangan phuwin.
"sip, lo suka sama gue" ucap pond dengan kepedeannya, dia menarik phuwin keluar dari toilet.
.
.
.
mereka sekarang sudah berada di parkiran, di sana ada pond dan ciize juga.
"ohhh jadi ini pacar phi pond, lucuuu... dia ternyata cemburuan juga yaa" ucap ciize.
"sorry, gue gatau kalo lo sama pond sepupuan" ucap phuwin.
"dia seumuran sama kalian, dia bakalan pindah kesini nanti dan sekolah di sekolah kalian, jadi tolong temenin dia ya" ucap pond, mereka berempat mengangguk.
"okelah" ujar leng.
suara dering dari hp dunk mengalihkan perhatian mereka, dunk mengambil ponselnya melihat siapa yang menghubunginya.
"iyaaa joong" ucap dunk, yang menghubungi nya joong.
'dimana?'
"aku lagi sama temen temen, mau pulang sih ini" ucap dunk.
'bagus, aku jemput ya'
"okedehhh" ujar dunk.
dia meletakkan kembali ponselnya di saku celananya.
"gue pulang sama phi joong ya, kalian bertiga aja" ucap dunk.
"oke, hati hati" ujar phuwin, dunk mengangguk.
"yaudah, gue juga mau pulang, hati hati bawa mobilnya" ucap pond. lalu dia pergi meninggalkan phuwin dan teman temannya.
.
joong ngajak dunk ke salah satu restoran korea, karna dunk akhir akhir ini sering cerita sama joong kalau dia ingin ke restoran korea yang baru 1 bulan ini buka. karna joong orangnya pekaan jadi dia membawa dunk kesana.
"padahal tadinya aku mau ajak phuwin dan yang lain kesini, tapi keburu sama phi joong" ucap dunk tersenyum.
"baguslah, berarti kamu kesininya duluan sama aku" balas joong.
"oke oke" balas dunk.
mereka berbicara hal hal random, joong anaknya suka bicara, jadi dunk tidak canggung sama joong.
makanan mereka sudah sampai, dunk sangat antusias dengan makanan di depannya.
"oiya phi" ucap dunk saat lagi makan.
"pelan pelan dunk" -joong.
"aku sudah bilang sama mama kalau aku punya pacar" ucap dunk.
"terus? apa jawabnya" tanya joong.
dunk pernah bilang kalau mamanya tidak suka anaknya gay, bukan karna mamanya homophobic, tapi karna dunk anak tunggal dan mamanya mau cucu, mama dunk juga punya adik yang gay, dan dia terima itu. tapi untuk dunk, mamanya ingin dunk punya kekasih cewek.
"aku masih bingung gimana cara ngenalin kamu sama mama, mama mau aku pacaran sama cewek" ucap dunk, mukanya yang tadinya gembira sekarang berubah jadi masam.
"gapapa sayang, kasih tau mama kamu di waktu yang tepat, kalau kamu belum siap, gapapa, kita jalanin aja dulu" ucap joong memegang tangan dunk.
"iyaa makasih, udah ngertiin aku" ujar dunk.
dia merasa tersentuh, padahal dunk dulunya juga pernah pacaran sama cowo, dan mantannya langsung mutusin dunk karna mamanya tidak mau dunk gay, berbeda dengan joong.
"tau ah, rasanya aku mau ngelawan mama, aku cinta banget sama phi" ucap dunk mempoutkan bibirnya.
"jangan ngelawan orang tua, semua pasti ada jalannya, kita hanya butuh waktu" ujar joong.
kalau ada neo dan yang lain disini, pasti mereka bakalan ngejek joong, joong memang peduli dan peka, apalagi pada orang yang di cintainya, tapi dia sesekali ngelawan earth ataupun mix.
walaupun joong sesekali ke kanak-kanakan, tapi dia juga memiliki sifat yang dewasa.
"mama kamu bilang mau ketemu pacar kamu?" tanya joong.
dunk menggeleng "sebenarnya sih, mama bilang mau ketemu, tapi aku belum siap, dan mama ngerti" ujar dunk, joong mengangguk.
"baguslah, aku juga belum siap ketemu mama mertua" ucap joong terkekeh.
"mama mertua apaan, belum tentu di restui" ucap dunk.
"ihhh ayangggg, jangan gituuu donggg, semoga di restuiii" ucap joong, sudah pasti dia banyak drama.
dunk ketawa melihat muka joong yang di buat seolah olah dia lagi sedih.
joong paling banyak drama di antara keluarganya. daddynya juga, kalau lagi dalam suana hati yang bagus.
.
.
.
