joong mengantarkan pacarnya tepat di depan rumahnya. sekarang sudah jam 17.30. tidak ada orang dirumah dunk, jadi dunk menyuruh joong untuk mampir dulu sebentar.
"masuk dulu yok phi, gaada mama sama papa" ucap dunk.
joong dengan senang hati menerima ajakan dunk. sebelumnya dia mengeluarkan ponselnya untuk mengabari manusia rumah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
joong tersenyum cerah secerah matahari pagi. dia berjalan mengikuti dunk dari belakang dengan langkah santai.
dunk menyuruh joong duduk di ruang tamu sebentar, karna dia ingin ganti baju. joong hanya menurut, dia bermain dengan ponselnya selagi dunk ganti baju.
beberapa menit kemudian, dunk keluar dengan baju rumahannya, lumayan lama karna tadi dia mandi dulu.
dunk menghampiri joong yang lagi sibuk dengan ponselnya, entah apa yang dia lihat.
"phi joong, kamu mau makan gak?" tanya dunk berdiri di samping sofa tempat joong duduk.
joong menoleh ke arah pacarnya.
"kamu bisa masak?" tanya joong dengan mata berbinar. dia sangat ingin makan masakan pacarnya.
dunk menggeleng "enggak, hehe"
senyum joong langsung luntur, dia pikir kalau dunk bisa masak, dan dia sangat berharap.
dunk duduk di samping joong.
"phi laper? kita bisa pesen" ucap dunk.
joong menggeleng, dia sebenarnya masih kenyang, tapi kalau dunk yang masak dia bisa laper lagi.
"gak, aku masih kenyang" dunk membalasnya dengan anggukan.
°°°
sedangkan di kediaman pirapat, neo baru saja selesai makan, karna mood dia lagi bagus, dia berinisiatif untuk mencuci piring yang barusan dia makan.
khaotung dan phuwin baru saja turun untuk makan malam, hari ini mereka makan sendiri-sendiri, neo dan sea makan duluan, tapi sea lebih cepat selesai.
"neo ngapain?" tanya phuwin keheranan saat melihat neo mencuci piring, sungguh pemandangan yang langka.