P59

380 29 3
                                        

dunk sedang menunduk, hanya mengaduk makan malamnya tanpa berniat untuk memakannya. suasana di dapur malam ini sangat sepi, tidak ada suara, bahkan suara sendok yang bersentuhan dengan piring saja hampir tidak terdengar.

tiba-tiba, dunk meletakkan sendok di meja menghasilkan suara yang cukup keras. membuat papa dan mamanya kaget dan melihat ke arah dunk.

"gabisa kaya gini, aku gabisa jauh dari phi joong ma" ucap dunk berdiri dari duduknya.

mamanya tidak diam, ia ikutan berdiri dan menatap dunk dengan ekspresi yang kecewa.

"mama gamau kamu terlalu jauh dunk, mama ingin kamu berkencan dengan perempuan, buka laki-laki" mamanya berkata dengan hati yang sakit.

"terus aku harus merelakan cintaku demi keinginan mama?"

sakit, rasanya sangat sakit mengetahui fakta ini. dia ingin hidup tanpa ada larangan, dia hnya ingin mencintai dan di cintai, dia benar-benar merasa hidup saat bersama joong. joong sangat mencintainya, lebih dari apapun.

mamanya terdiam, seperti terpukul dengan ucapan dunk.

"ma... berapa kali harus aku bilang? aku mencintai phi joong ma, aku gak suka perempuan, aku suka laki-laki, aku gay ma, gay!" dunk tidak bisa menahan bendungan air matanya lagi, dia membiarkannya jatuh di depan papa dan mamanya.

"gaada yang mau jadi gay ma, mereka hanya mencintai" suaranya bergetar.

dia pergi dari dapur meninggalkan orang tuanya.

"dunk!" panggil papa tapi di abaikan oleh dunk.

dunk tidak kembali ke kamar, tapi keluar dari rumah mencari tempat yang menurutnya aman, yang bisa menerimanya. bukan berarti orang tuanya tidak menerimanya, hanya saja dunk merasa suaranya tidak pernah di dengar.

.

dunk sampai di depan pagar rumah sahabat atau kekasihnya. satpam yang memang lagi berkeliling di rumah pirapat pun menghampiri dunk.

"ada apa nong?" tanya satpam.

"phuwinnya ada?" tanya dunk dengan mata sembab.

satpam mengangguk "sebentar, saya panggilkan" satpam itu berlari, mengetuk menekan bel pintu utama.

.

keluar pirapat sedang menonton tv, mereka sedang berkumpul. siaran sedang berputar di tv, tapi mereka tidak bisa fokus. apalagi joong yang sama sekali tidak peduli dengan siaran yang di tampilkan di tv.

ting nong

"ada orang?" tanya sea.

"gatau, coba buka" ucap mix.

khaotung yang bangun untuk melihat siapa di depan.

"kenapa pak?" tanya khaotung setelah membuka pintu utama.

"ada nong dunk, dia cari phuwin" ucap satpam itu.

khaotung terkejut mendengarnya, khaotung mengangguk cepat.

"suruh dia masuk" lalu khaotung kembali ke keluarganya.

"ada dunk" semuanya melihat ke arah khaotung.

"jangan bercanda" ucap phuwin.

"ngapain aku becanda, kata pak toni ada dunk, aku suruh dia masuk" ucap khaotung.

joong langsung bangun, mendengar nama dunk membuat dia bahagia tapi ada rasa sedikit khawatir.

dunk sudah berdiri di depan pintu, dia hanya memakai celana pendek dan kaos biasa berlengan pendek. matanya sembab karna menangis.

EARTHMIX FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang