di pagi hari minggu yang cerah, membuat beberapa anak kecil yang sedang bermain riang gembira. tapi tidak dengan satu orang, mukanya cemberut, slalu di tekuk.
phuwin sedang berdiri di balkon melihat anak kecil yang sedang bermain di rumah tetangga.
"dorr"
phuwin terloncat kaget, tangannya sambil mengelus dadanya yang hampir turun ke lambung.
"anjing lo neo, bisa gak sih gausah ngagetin gitu" ucap phuwin kesel melayangkan tatapan tajam ke arah neo.
"lo kenapa sih, masih pagi juga udah cemberut" tanya neo.
karna dari raut wajah phuwin kelihatan sekali kalau phuwin sedang memikirkan sesuatu.
"emang gue kenapa?" tanya phuwin.
"malah nanya balik. yaa muka lo biasanya emang jutek sih, tapi kali ini keliatan banget lo lagi banyak pikiran" ujar neo malah dapat tatapan tajam dari phuwin.
phuwin menghela nafas, duduk di kursi yang emang di sediakan di balkon.
"gue pusing" ucap phuwin mengacak rambutnya.
"heh heh santai" neo malah menghentikan aktivitasnya.
"kenapa sih, cerita sama gue" ucap neo duduk di sebelah phuwin.
"gue cuma... lagi overthinking aja" ucap phuwin.
neo sedikit tidak percaya, phuwin memang type orang yang gampang sedih, gampang overthinking, tapi itu sangat jarang terjadi karna selama ini hidupnya dia bawa santai. tapi kali ada hal kecil atau hal besar yang mengganggu pikirannya, dia jadi stres, dan panik sendiri.
"lo mikirin apasih?" tanya neo.
"tentang phi pond" jawabnya.
dia tidak ingin terlalu memikirkan soal pond dan acare sebenarnya, tapi pikirannya selalu bahas mereka.
"hah? lo lagi ada masalah sama pond?" tanya neo lagi, kali ini wajahnya lebih serius.
phuwin menggeleng "enggak, kemarin dia keluar sama cewek, katanya sih teman lamanya pond, tapi pond bilangnya ada urusan, dia gak kasih tau sih urusannya apa"
"lo udah coba ngomong sama pond?" tanya neo.
"belum, ya itu, gue gak berani buat bahas ini, siapa tau dia emang ada urusan penting sama si cewek itu" phuwin menekukkan wajahnya, menghela nafas yang kesekian kalinya.
"ngomong coba sama pond, komunikasi, biar lo gak cemberut terus kaya gini" ucap neo.
"kalo pond nyakitin lo, bilang sama gue, biar gue tonjok mukanya"
phuwin memutar matanya "sok jagoan"
neo menepuk pundak phuwin dua kali, lalu bangkit lalu pergi dari balkon.
.
.
phuwin meminta pond untuk menemuinya di sebuah cafe. dia ingin bahas soal ini, dia gak mau overthinking terus-terusan, kepalanya jadi pusing.
pond datang menghampiri phuwin, langsung duduk di depan phuwin.
"udah lama nunggu? tadi gue ada urusan bentar" ucap pond.
phuwin menggeleng "gue juga baru sampai" ucap phuwin.
pond mengangguk "udah pesan?" kata pond sambil melihat menu.
pond terlihat santai, phuwin jadi ragu untuk menanyakan soal kemarin.
"phi..." panggil phuwin.
pond menoleh ke arah phuwin.
KAMU SEDANG MEMBACA
EARTHMIX FAMILY
Fiksi PenggemarGak tau mau buat apa,buat kek beginian karna gabut😌
